Berita

Gurdarshan Mangat: Semangat Itu Kembali Setelah Dominasi Mainam

Gurdarshan “Saint Lion” Mangat memainkan peranannya dalam menjadikan ONE: DANGAL sebuah malam bersejarah bagi seni bela diri campuran India.

Dalam ajang bersejarah pada 15 Mei itu, Mangat mendominasi kompatriotnya Roshan Mainam sebelum meraih kemenangan mutlak, kembali bangkit setelah mengalami kemunduran, serta membakar kembali semangatnya untuk merebut gelar Juara Dunia Flyweight.

Malam itu, Arjan “Singh” Bhullar juga mengalahkan Brandon “The Truth” Vera untuk menjadi Juara Dunia ONE Heavyweight – dan Juara Dunia Bela Diri Campuran India yang pertama.

Dalam wawancara eksklusif dengan ONEFC.com/id ini, Mangat melihat kembali kemenangannya di Singapore Indoor Stadium, pemulihannya dari COVID-19, pertandingan melawan seorang sahabat, dampak yang diciptakan ONE: DANGAL bagi seni bela diri campuran di India, dan masih banyak lagi.

ONE Championship: Bagaimana perasaan anda memulai tahun 2021 dengan kemenangan?

Gurdarshan Mangat: Saya merasa luar biasa saat memasuki Circle setelah sekian lama. Kali ini, energinya sangat berbeda. Sangat luar biasa untuk melihat seberapa besar dukungan yang ada. Saya belum pernah mendapatkan dukungan sebanyak itu dari seluruh dunia, dari seluruh orang India di dunia, dan bahkan di luar itu. Menjadi bagian dari ini jelas sangat memotivasi. Itu hampir menyegarkan semangat.

Saya bersemangat untuk kembali ke sasana. Biasanya, pada titik ini saya akan kelelahan, namun sekarang saya bersemangat untuk kembali, hanya karena saya ingin membuat rekan sebangsa saya tetap bersemangat melihat babak baru nanti.

ONE: Bagaimana rasanya melawan petarung India di atas panggung dunia? 

GM: Melawan seorang petarung India di atas panggung dunia, sebenarnya, adalah sesuatu yang tak ingin saya lakukan, terutama dalam kartu seperti ini. Saya berharap bahwa kami berdua melawan atlet yang berbeda, dan kami dapat menampilkan diri kami masing-masing, dimana satu orang tak harus menang dan yang lainnya kalah.

Tetapi, itulah situasinya, dan itu terjadi. Itu adalah sebuah laga yang mereka tandatangani saat lawan saya sebelumnya [harus mundur]. Saya harap itu tak akan sering terjadi, kecuali benar-benar dibutuhkan. Namun itu jelas menunjukkan tingkatan dari permainan ini dan perbedaan antara diri saya — yang saya yakini adalah salah satu dari lima teratas di dunia — dan yang lainnya.

Saya berharap Roshan meraih kesuksesan, dan itu akan datang. Saya benar-benar percaya bahwa ia akan menjadi Juara Dunia satu hari nanti. Ia telah berada di tingkatan yang lebih dari saya saat masih seusianya, dan saya yakin ia akan berada di tingkatan jauh di atas lagi saat ia seusia saya sekarang.



ONE: Anda mendominasi laga ini secara keseluruhan. Apakah anda kecewa tak dapat mencetak penyelesaian atas dirinya? 

GM: Tidak, saya tak kecewa. Saya senang untuk mendapatkan 15 menit penuh itu di dalam arena. Ini sudah cukup lama, kira-kira 17 bulan. Maka, untuk melihat bahwa saya dapat menjalani tiga ronde penuh sembari meningkatkan ritme, saya kira itu sesuatu yang saya butuhkan setelah berada jauh — terutama setelah berjuang untuk pulih dari COVID-19.

Paru-paru saya sempat cedera saat saya terkena COVID, maka saya sedang berjuang melawan itu, dan untuk beristirahat selama 17 bulan, saya senang untuk mendapatkan ritme yang dapat saya jaga selama tiga ronde penuh.

ONE: Apa yang anda katakan pada Roshan setelah laga?   

GM: Saya menghampirinya dan mengatakan bahwa kita semua menang dan kalah. Saya pernah ada di sana.

Saya berkata, “Teruslah maju. Kamu adalah masa depan dari ini. Kamu adalah masa depan MMA India. Apa pun yang terjadi dalam laga ini, atau hasil apa pun pada akhirnya, kamu adalah masa depannya. Jangan terjatuh karena ini. Angkat tinggi kepalamu.”

ONE: Setelah kekalahan terakhir anda melawan penantang divisi flyweight Reece McLaren, apa saja yang anda kembangkan? 

GM: Setelah kekalahan saya dari Reece, saya kira perubahan terbesar saya adalah dalam pemikiran saya. Itu adalah sesuatu yang sudah saya kerjakan. Saya berusaha lebih keras lagi. Saya tidak berubah terlalu banyak. Saya hanya tetap berusaha. Itulah yang saya lakukan. Saya berlatih di semua area. Itu satu kesalahan yang saya lakukan, dan itu terjadi.

Saya harus menemukan cara untuk segera melepaskannya dan beranjak maju. Itu bukan kemajuan sebenarnya. Itu hanya satu kesalahan yang saya lakukan, dan yang terbaik pun dapat membuat kesalahan ini. Ini tentang seberapa cepat anda bangkit, dan itulah hal yang terutama.

Scenes from the all-Indian clash between Gurdarshan Mangat and Roshan Mainam at ONE: DANGAL on 15 May

ONE: Seberapa banyak laga yang anda inginkan di tahun 2021? 

GM: Setidaknya satu atau dua lagi. Saya ingin berlaga maksimum tiga kali dalam setahun. Saya melihat bahwa saat saya melakukan lebih dari tiga, saya mulai kelelahan secara mental karena saya menempatkan segalanya dalam semua laga itu.

Saat saya kalah dari Reece, itu laga ketiga saya di tahun tersebut. Sebelumnya, saya menjalani dua laga dalam satu tahun. Saya menempatkan segalanya ke dalam semua pertandingan ini. Saya meninggalkan rumah dan mengorbankan waktu jauh dari rumah. Segalanya masuk ke dalam pemusatan latihan bagi diri saya.

Maka, saya kira dua atau tiga laga adalah yang terbanyak yang dapat saya lakukan dalam setahun. Itu berarti saya tetap aktif dan berada jauh dari rumah sekitar enam sampai tujuh bulan dalam satu tahun. 

ONE: Siapa yang berikutnya ingin anda lawan? 

GM: Nah, ini mungkin akan menjadi ketiga kalinya jika terjadwalkan, tetapi saya rasa [itu adalah] Geje Eustaquio dari Team Lakay. Kami mencoba di bulan Oktober, dan kemudian pada bulan April. Pertama kalinya [saat] saya terkena COVID, kedua kalinya ia yang positif. Saya kira yang ketiga kali itu yang berhasil.

Saya berpikir bahwa itulah laga yang ingin dilihat para penggemar. Selain itu, ia juga mantan Juara Dunia ONE Flyweight dan seseorang yang ingin saya hadapi untuk menguji kemampuan saya. Ia adalah seseorang yang telah berlaga 10 ronde dengan Adriano Moraes [dalam dua laga terakhir mereka] dan Adriano tak mampu menyingkirkannya. Saya ingin dapat menyingkirkannya dalam tiga [ronde].

Scenes from the all-Indian clash between Gurdarshan Mangat and Roshan Mainam at ONE: DANGAL on 15 May

ONE: Apakah target anda selama satu sampai dua tahun ke depan?

GM: Target saya tahun depan adalah untuk menjadi Juara Dunia ONE Flyweight. Saya benar-benar meyakini bahwa siapa pun yang menjadi juara flyweight adalah raja sejati di ONE Championship. Jika anda menjadi juara di flyweight, anda adalah petarung ‘pound-for-pound’ terbaik dalam ONE Championship.  

Saya kira ini adalah divisi yang paling penuh, di sinilah tempat para ‘hiu’ paling banyak berkumpul. Inilah yang terkuat dibandingkan dengan berbagai organisasi lainnya. Itulah tujuannya – menjadi juara flyweight dan menjadi petarung ‘pound-for-pound’ terbaik di ONE Championship. 

ONE: Apa yang ingin anda katakan tentang kemenangan Arjan Bhullar dalam laga Kejuaraan Dunia? Apakah artinya bagi seni bela diri campuran di India?  

GM: Ya, itu luar biasa. Itu adalah momen yang sangat besar, dan masih banyak yang akan tiba. Ini seharusnya memberi inspirasi bagi India, dan memotivasi mereka. Saya akan segera membawa pulang sabuk [emas] itu dan akan ada banyak lagi setelah saya.

Baca juga: Bhullar Hentikan Vera, Jadi Juara Dunia MMA Pertama Dari India

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.