Berita

Juara Dunia ONE Heavyweight Brandon Vera Cetak KO Satu Pukulan

Juara Dunia ONE Heavyweight Brandon “The Truth” Vera mencetak penampilan kembali di ONE Championship pada hari Jumat, 23 November.

Setelah hampir dua tahun absen dari arena kompetisi, atlet Filipina itu kembali untuk mempertahankan gelarnya dalam laga utama ajang ONE: CONQUEST OF CHAMPIONS.

Di hadapan penonton tuan rumah yang memadati Mall Of Asia Arena, Manila, Filipina, ia menghadapi atlet Italia Mauro “The Hammer” Cerilli dan menutup laga dengan KO satu pukulan yang menakjubkan untuk mempertahankan sabuk emasnya.

Brandon Vera comes back with a BANG, knocking out Mauro Cerilli at 1:04 of Round 1 to retain the ONE Heavyweight World Title! ????

Brandon Vera comes back with a BANG, knocking out Mauro Cerilli at 1:04 of Round 1 to retain the ONE Heavyweight World Title! ????TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, November 23, 2018

Cerilli tiba di “The Home Of Martial Arts” dengan reputasi sebagai pencetak penyelesaian yang ditakuti, namun adalah kekuatan pukulan Vera yang unggul saat pahlawan lokal ini menghentikan debut Juara Cage Warriors Heavyweight itu dengan pukulan kiri yang tepat waktu.

“The Truth” mengambil kendali dalam laga ini sejak bel pembuka.

Ia segera menetapkan jaraknya, menggunakan jangkauan dan tendangannya yang superior untuk menjaga penantangnya berada di luar jarak serang. Itu memaksa atlet Italia ini untuk segera masuk demi mendaratkan sebuah pukulan keras.

Hal itu terbukti menjadi taktik yang sukses, saat Vera mengambil keuntungan dari terjangan atlet berusia 35 tahun itu untuk menyelesaikan laga. Ia menangkap Cerilli dengan sebuah hook kiri yang memiliki penempatan waktu sempurna, tepat saat sang penantang ingin menyambungkan pukulan kirinya.

Saat serangan Vera mendarat, itu menghentikan atlet Italia itu dan segera menjatuhkannya ke atas kanvas. Wasit Olivier Coste segera menghentikan kontes hanya setelah 64 detik.

Para penggemar di dalam Mall Of Asia Arena segera bangkit berdiri untuk merayakannya.

“Saya telah pergi selama dua tahun, namun nampaknya saya masih dapat melakukannya,” kata atlet berusia 41 tahun ini pada Mitch Chilson setelah kemenangannya.

“Saya telah menonton rekaman laga Mauro tiap malam. Bahkan saat saya akan tertidur, saya menontonnya berlatih, menontonnya berlaga, memperhatikan semua yang ia lakukan.”

“Saya tahu ia menyerang keras. Ia mengenai saya di mulut, dan itu menyakitkan! Lalu, setelah ia terjatuh, saya cukup terkejut. Saya senang dapat menyarangkan hook kiri dan menjatuhkannya dengan itu.”

Beberapa saat kemudian, ia menyapa para penggemar yang baru saja menyaksikan Eduard Folayang merebut kembali gelar Juara Dunia ONE Lightweight, serta laga pertahanan gelarnya.

“Di dalam dunia bela diri campuran, Filipina memegang lima gelar Juara Dunia,” tegasnya, disambut riuh sorakan dari para penonton.

Itu adalah akhir dari malam luar biasa yang tak terlupakan bagi seniman bela diri campuran Filipina.

Kini, negara tersebut memiliki lima Juara Dunia ONE – Joshua Pacio dalam divisi strawweight, Geje Eustaquio dalam divisi flyweight, Kevin Belingon dalam divisi bantamweight, Eduard Folayang dalam divisi lightweight, serta tentunya, Vera dalam divisi heavyweight.

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.