Fitur

Keseruan Babak Semifinal ONE Flyweight World Grand Prix

16 April 2019

Setelah empat pertandingan dalam babak perempat final ONE Flyweight World Grand Prix yang menegangkan, para penggemar akan dimanjakan dengan pertandingan yang lebih seru.

Sebuah pertandingan yang diadakan pada ajang ONE: ROOTS OF HONOR – setelah tiga pertandingan dalam gelaran ONE: A NEW ERA – menyisakan empat atlet kelas dunia yang akan memperebutkan tempat di babak final.

Dalam babak semifinal ini, Danny “The King” Kingdad akan bertanding melawan Kairat “The Kazakh” Akhmetov, dimana Demetrius “Mighty Mouse” Johnson akan melawan Tatsumitsu “The Sweeper” Wada.

Kedua pertandingan ini dipastikan akan penuh dengan kejutan, dimana para penggemar mungkin tidak dapat memprediksi hasilnya. Tetapi, setelah bel tanda pertandingan dimulai berbunyi, ada beberapa hal yang patut diteliti terkait siapa yang akan lolos menjadi finalis.

Akankah Kairat Bertahan Dengan Strikingnya?

Kairat Akhmetov kicks off the ONE Flyweight World Grand Prix by defeating Reece McLaren via unanimous decision in a spirited stand-up battle!

Kairat "The Kazakh" Akhmetov kicks off the ONE Flyweight World Grand Prix by defeating Reece McLaren via unanimous decision in a spirited stand-up battle!Watch the full event on the ONE Super App http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Sunday, March 31, 2019

Kairat Akhmetov mengejutkan para penonton saat ia tidak menggunakan keahliannya dalam gulat Greco-Roman, dan lebih terfokus menyerang dengan striking ketika melawan Reece “Lighting” McLaren.

Pilihan tersebut mengubah jalannya pertandingan, yang awalnya diprediksi menjadi pertandingan antar grappler, menjadi sebuah laga dengan teknik kickboxing tingkat tinggi yang didominasi oleh “The Kazakh.”

Tetapi, ia mungkin harus kembali kepada kemampuannya bergulat saat melawan praktisi wushu yang sulit ditebak seperti Danny Kingdad.

Sang atlet Filipina ini memang memiliki teknik ground yang mumpuni, tetapi apakah Kairat dapat mengimbangi mantan Juara Dunia ONE Flyweight ini?

Apakah Danny Dapat Tetap Berdiri?

Filipino phenom Danny "The King" Kingad punches his ticket into the ONE Flyweight World Grand Prix semifinals with a sensational unanimous decision win over Senzo Ikeda!

Filipino phenom Danny "The King" Kingad punches his ticket into the ONE Flyweight World Grand Prix semifinals with a sensational unanimous decision win over Senzo Ikeda!Watch the full event on the ONE Super App http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Sunday, March 31, 2019

Jika lawannya dapat menangkapnya, perwakilan Team Lakay ini harus tetap berusaha berdiri diatas kakinya atau segera mencari cara untuk bangkit.

“The King” dapat melakukan serangannya jika dia mengambil posisi diatas badan lawan dalam ground game, tetapi akan terlalu optimis untuk berpikir bahwa ia akan mampu menandingi lawan yang memiliki teknik gulat luar biasa seperti Kairat.

Kemungkinan besar, atlet berusia 24 tahun ini akan dapat meraih keberhasilan jika dia mengandalkan striking-nya, yang berarti ia akan menang angka melalui keputusan wasit, atau bahkan mencetak KO selagi menghindari pergulatan dengan Kairat Akhmetov.

Jika lawannya berhasil menjatuhkan Danny ke atas kanvas, ia terbukti memiliki kemampuan scramble menuju posisi aman, tetapi ia tetap harus berusaha kembali berdiri dan menyerang dengan striking.

Akan menjadi seberapa baikkah Johnson?

Demetrious Johnson makes a STATEMENT in his ONE debut, submitting Yuya Wakamatsu with a tight guillotine choke at 2:40 of Round 2!

"Mighty Mouse" Johnson makes a STATEMENT in his ONE debut, submitting Yuya Wakamatsu with a tight guillotine choke at 2:40 of Round 2!Watch the full event on the ONE Super App http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Sunday, March 31, 2019

Demetrious Johnson mengakui bahwa ia sempat merasa tertekan dalam penampilan perdananya di Tokyo, Jepang, yang membuat penampilannya sedikit berkurang dalam laga yang berlangsung di ajang ONE: A NEW ERA tersebut.

Walaupun mengalahkan Yuya Wakamatsu melalui submission pada ronde kedua, pertandingan tersebut tidak berjalan sesuai keinginannya, dan “Mighty Mouse” harus melewati rintangan yang cukup berat demi mengamankan posisi di babak semifinal.

Jika anda telah menyaksikan Demetrious berlaga dengan kemampuannya yang kurang sempurna, seberapa hebatkah dirinya saat ia tampil dengan fokus dan teknik yang sempurna?

Setelah debutnya itu, Juara Dunia pemecah rekor dalam seni bela diri campuran ini akan sangat leluasa tampil dalam kondisi terbaiknya, yang mungkin menjadi berita buruk bagi Tatsumitsu.

Apakah Wada dapat menggunakan jarak?

Japanese superstar Tatsumitsu Wada punches his ticket into the ONE Flyweight World Grand Prix semifinals with a unanimous decision win over Gustavo Balart!

Japanese superstar Tatsumitsu Wada punches his ticket into the ONE Flyweight World Grand Prix semifinals with a unanimous decision win over Gustavo Balart!Watch the full event on the ONE Super App http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, April 12, 2019

Tatsumitsu Wada mampu meraih kemenangan mutlak dari para juri saat melawan Gustavo Balart, tetapi ia sama sekali tidak mengontrol jalannya pertandingan.

Atlet asal Jepang ini mampu memenangkan pertandingan dengan kemampuan striking-nya – dimana setiap kali dirinya menjaga jarak dari lawannya asal Kuba ini dengan tinju, dia terlihat tampil dengan baik.

Tatsumitsu mampu menjaga diri dari bahaya, tetap mencetak angka, serta mampu melukai lawannya.

Tetapi, “The Sweeper” tidak akan memiliki keunggulan dari jarak dan tinggi yang sama dengan Demetrius Johnson, walau ia memiliki jangkauan yang lebih panjang daripada “Mighty Mouse.”

Terlepas dari Demetrious yang hampir tidak memiliki kelemahan, Tatsumitsu akan berusaha membuktikan bahwa lawannya ini tidak sepenuhnya kebal pada saat dia mendaratkan pukulan di awal pertandingan. Jika ia dapat menjaga jarak dengan tinjunya, mencegah lawannya mendekat dan melakukan apa yang menjadi keunggulannya, ia akan menang.

Tetapi itu semua lebih mudah secara teori.