Fitur

Bagaimana Dunia Militer Membentuk Brandon Vera Sebagai Juara Dunia

8 Okt 2019

Brandon “The Truth” Vera dengan bangga menyandang gelar Juara Dunia ONE Heavyweight, tetapi jika ia tidak berkarir di Angkatan Udara Amerika Serikat, atau United States Air Force, segalanya mungkin akan berbeda.

Pria keturunan Filipina-Amerika ini, yang akan menantang Juara Dunia dua divisi ONE Aung La “The Burmese Python” N Sang demi gelar divisi light heavyweight di ajang ONE: CENTURY PART II, memberikan penghargaan tersendiri pada dunia militer yang mempersiapkannya dengan nilai-nilai yang wajib diraih demi menggapai puncak dunia bela diri.

“Lihat apa yang saya kerjakan saat ini — saya seorang Juara Dunia,” kata atlet berusia 41 tahun ini.

“Bayangkan energi dan waktu yang dihabiskan untuk sampai pada titik ini, maka itu pikirkan juga tentang segala hal buruk yang mungkin dapat terjadi pada saya jika saya tidak terdorong ke arah yang benar.”

Brandon dibesarkan oleh keluarganya di Norfolk, Virginia, yang juga menjadi lokasi dari kompleks Angkatan Laut terbesar di dunia. Gaya hidup militer adalah bagian terbesar dari atlet ini dan memberi dampak tersendiri.

Saat “The Truth” memutuskan untuk meninggalkan Universitas Old Dominion, ia memenuhi impian masa kecilnya dan bergabung dengan Angkatan Udara Amerika Serikat.

“Saya merasa seperti membuang waktu [di perguruan tinggi]. Saya mendapatkan beasiswa penuh, tetapi saya memutuskan itu bukan untuk saya,” jelasnya.

“Daripada saya menganggur atau mendapatkan pekerjaan yang tidak menyenangkan, saya mengerti — bahkan pada usia yang sangat muda itu — bahwa saya harus mencari jati diri. Saya bergabung dengan militer, jadi saya memiliki panduan yang tepat.”

“Saya selalu senang dengan militer sejak kecil. Saya sangat menyukai berkunjung ke pameran aviasi dan pagelaran angkatan laut, maka saya merasa tepat dan alami untuk maju dan mengabdi, serta melihat apa yang dapat saya lihat di seluruh dunia.”

brandon vera one heavyweight world champion

Brandon mengalami pengalaman yang merubah kehidupannya saat berada bersama Angkatan Udara, termasuk kesempatan untuk berlatih penuh waktu di Pusat Latihan Olimpiade di Colorado.

Saat ia harus mundur karena alasan kesehatan setelah cedera berat pada tahun 1999, hal tersebut menjadi katalis untuk mengejar impian barunya dalam olahraga tarung.

Kehidupan sebagai warga sipil tidaklah mudah pada awalnya, tetapi pengabdiannya dalam dunia militer membuka jalan bagi kesuksesannya dalam seni bela diri, dimana hal tersebut datang dari kerja keras dan proses yang panjang.

Atlet divisi heavyweight ini merindukan kerjasama tim dan persaudaraan yang ada [dalam dunia militer], namun ia menemukannya bersama rekan-rekannya di dalam sasana, dimana nilai-nilai yang ia dapatkan dari militer pun berbuah.



“Dalam pelatihan dan kehidupan saya, militer memberi saya disiplin,” sebutnya.

“Saat saya berbicara tentang disiplin, saya berbicara tentang melakukan semua yang harus anda lakukan, walau anda mengetahui 100 persen bahwa tidak ada yang akan memeriksanya — baik terkait dengan mendorong diri sendiri dalam berlatih, atau tidak memakan coklat karena akan menambah berat badan anda.”

“Saya mengerti apa pekerjaan saya. Saya mengerti apa yang dibutuhkan dan apa yang dipertaruhkan. Saya sangat berterima kasih bahwa saya mempelajari semua itu saat saya masih muda.”

“Itulah jenis disiplin yang diberikan militer bagi saya. Saya melakukan banyak hal karena harus melakukannya, sebagai seseorang yang bertanggung jawab, dan saya kira banyak orang di dunia kini kehilangan itu.”

brandon vera with one heavyweight championship belt

“The Truth” masih mempraktekkan kebiasaan ini untuk membantunya bersiap menjelang laga bersama “The Home Of Martial Arts” — terutama untuk perebutan gelar Juara Dunia melawan Aung La N Sang di Tokyo, Jepang pada hari Minggu, 13 Oktober.

Sebuah prinsip penting lain yang ia dapatkan dari dunia militer adalah keinginannya untuk membantu dan melindungi orang lain.

Kini tinggal di tanah leluhurnya, Filipina, waktu yang dihabiskan Brandon di Angkatan Udara Amerika Serikat memberinya rasa tanggung jawab bagi sesamanya di sana.

Ia melayani orang lain, begitu pula dengan dirinya sendiri, dan saat ini ia berlaga demi sebuah tujuan yang lebih besar dari pencapaiannya sendiri.

“Ini lebih dari anda — anda menjadi bagian dari sesuatu yang sangat besar,” kata Brandon.

“Saya tidak lagi berada bersama militer, tetapi seni bela diri ini dan mengejar gelar Juara Dunia kedua, bukanlah untuk saya. Saya hanya seorang penampil dalam drama yang disebut kehidupan ini.”

“Saya hanya bagian dari sebuah kesatuan, dan saya harus memastikan bahwa saya apa yang saya lakukan dan berikan di luar sana itu baik bagi orang lain.”

Baca Lagi: Brandon Vera Incar Penyelesaian Dalam Ajang ONE: CENTURY

Tokyo | CENTURY | Pergelaran Ke-100 ONE Championship | Tiket: Dapatkan disini

  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Indonesia, tanggal 13 Oktober pukul 7:00 WIB – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 15:00 WIB
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Amerika Serikat, tanggal 12 Oktober pukul 20:00 EST – serta BAGIAN II, tanggal 13 Oktober pukul 4:00 EST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di India, tanggal 13 Oktober pukul 5:30 IST – serta BAGIAN II pukul 13:30 IST
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Singapura on 13 October pukul 8:00 SGT – serta BAGIAN II pukul 16:00 SGT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Filipina on 13 October pukul 8:00 PHT – serta BAGIAN II pukul at 16:00 PHT
  • Tonton BAGIAN PERTAMA di Jepang on 13 October pukul 9:00 JST – serta BAGIAN II pukul 17:00 JST

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.