Berita

Brandon Vera Incar Penyelesaian Dalam Ajang ONE: CENTURY

14 Sep 2019

Perasaan Brandon “The Truth” Vera mungkin saat ini bercampur aduk menjelang laga di ajang ONE: CENTURY II melawan Aung La “The Burmese Python” N Sang.

Juara Dunia ONE Heavyweight ini akan menurunkan berat badannya untuk tampil dalam perebutan gelar Juara Dunia ONE Light Heavyweight dalam laga utama pada hari Minggu, 13 Oktober, dan ia mengakui bahwa laga ini cukup menakutkan.

Tetapi, yang terutama, pejuang asal Filipina ini memiliki kesempatan untuk menggapai impian yang ia miliki sejak awal karirnya.

Ia juga memiliki perasaan berbeda terkait laga yang harus dimenangkannya di Tokyo, Jepang untuk meraih sabuk emas keduanya bersama “The Home Of Martial Arts.”

Tidak ada dendam atau rasa permusuhan antara atlet berusia 42 tahun ini dan pesaingnya dari Myanmar, yang ia anggap “hampir seperti seorang adik” karena ia pernah berlatih bersama pelatih yang sama, rekan latihan yang sama dan sasana yang sama.

Jika ia ingin mengikuti jalan hidupnya sendiri, ia tidak akan menghadapi “The Burmese Python” untuk meraih gelar yang ia incar sekian lama, tetapi takdir membawa kedua atlet ini untuk bertemu.

“Kebetulan bahwa orang terbaik di dunia dalam [divisi] light heavyweight adalah Aung La,” kata Brandon.

“Saya tidak ingin [menghadapinya], tetapi ia adalah juaranya saat ini, maka ini adalah [situasi] benci-cinta yang harus saya jalani.”

Terlebih lagi, “The Truth” mengakui bahwa ia mungkin tidak akan memiliki lawan yang lebih berat dari Aung La.

Aung La N Sang menyelesaikan lima laga terakhirnya melalui penyelesaian, termasuk sebuah kemenangan yang membawanya menjadi Juara Dunia ONE Light Heavyweight – dengan sebuah KO pada detik ke-56 dengan tendangan tinggi saat melawan Alexandre “Bebezao” Machado.

Pria asal Manila ini mengetahui bahwa ia tidak dapat melakukan satu kesalahan pun melawan seseorang yang sangat berbahaya seperti Aung La, tetapi inilah tantangan yang membawanya masuk ke dalam kondisi terbaik dalam karirnya.

“Sebagai seorang atlet, ia adalah seorang monster. Ia menakutkan,” kata Brandon.

“Ia akan terus maju, ia tidak mundur, ia menjadi lebih baik dan lebih baik lagi setelah melalui tiap gelaran, ia terus meningkatkan kemampuannya, ia lebih kuat dari semua orang yang pernah saya lihat, ia memiliki semangat besar, dan ia memiliki sebuah negara yang mendorongnya.”

“Semua yang saya katakan terkait Aung La ini adalah hal yang memotivasi saya tiap hari untuk berlatih saat saya sakit, saat saya lelah, dan saat saya tidak tahu apakah saya harus bangkit.”

“Eksekusi tekniknya, penempatan waktu pergerakannya, serta kombinasinya [telah berkembang]. Sebelumnya, ia hanya melemparkan serangan karena ia kuat dan karena ia Aung La. Ia tidak [memiliki] ketakutan sekarang.”

“Ia sebenarnya mencari celah, ia mencari berbagai hal, ia mencoba menciptakan peluang untuk menyentuh anda, yang membuatnya lebih berbahaya dari sebelumnya.”

Terlepas dari semua hal yang akan membuat tugas ini sangat berat bagi perwakilan Alliance Training Center ini, ia masih bersemangat untuk memasuki ONE Circle untuk melihat apakah ia dapat menemukan cara untuk mengalahkan “The Burmese Python.”

Ini mungkin karena ia telah memiliki cara untuk masuk ke dalam jalur kemenangan, tetapi ia tidak ingin membuka rahasianya sebelum tanggal 13 Oktober.

“Saya melihat beberapa [hal yang dapat saya manfaatkan], tetapi anda tidak akan mendengarnya. Saya tidak akan mengatakan pada anda atau siapapun,” sebutnya.

Tetapi, satu hal yang ia buka adalah bahwa ia tidak ingin membiarkan kontes ini berjalan sampai lima ronde.

Walau “The Truth” tidak terlalu peduli apakah ia dapat mempertahankan rekor 100 persen KO pada ronde pertama di ONE, ia yakin bahwa laga ini tidak akan berlangsung selama 25 menit.

“Saya tidak selalu mengincar KO, saya hanya mencari cara menyelesaikan laga sebelum akhir ronde kelima,” katanya.

“Saya tidak ingin para juri memutuskan apakah saya akan menang atau tidak, maka dengan satu atau lain cara, laga ini harus selesai [lebih awal].”

Lebih dari segalanya, Brandon hanya ingin mencapai tujuan lebih besar yang ia mimpikan sejak awal karirnya.

Dari awal ia berlaga sebagai seorang profesional, atlet Filipina ini mengatakan bahwa ia ingin menjadi Juara Dunia divisi heavyweight, dan turun untuk meraih sabuk light heavyweight, dimana saat ini kesempatan tersebut ada di depan matanya.

Siapa yang harus ia kalahkan tidak berpengaruh bagi dirinya, atau bagaimana caranya, selama ia dapat menyandingkan dua sabuk di pundaknya saat gelaran di Ryogoku Kokugikan berakhir dan bergabung dengan sebuah kelompok atlet elit yang meraih hal sama.

“Sabuk Juara Dunia [kedua] akan menempatkan saya pada tingkatan yang berbeda yang tidak dapat dicapai oleh banyak atlet lainnya, atau bahkan mampu mendekati,” sebutnya.

“Anda pada dasarnya dapat mengatakan bahwa anda adalah yang terbaik dalam dua divisi di seluruh dunia saat anda memiliki sesuatu seperti itu.”

“Walau saya tidak berbicara seakan itu adalah sebuah hal yang besar, dan tidak mengatakan bahwa menjadi juara dua divisi adalah sesuatu yang sangat baik, inilah mimpi yang saya kejar selama lebih dari 15 tahun.”

“Hampir seluruh karir bela diri saya didedikasikan untuk menjadi juara dua divisi – itu seberapa sulitnya untuk menjadi juara tersebut.”

Baca Lagi: Saat Dwayne ‘The Rock’ Johnson Bertemu Brandon “The Truth” Vera

Tokyo | 13 Oktober | ONE: CENTURY | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global | Tiket: http://bit.ly/onecentury19

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.