Berita

Aung La N Sang Tegaskan Bahwa Ukuran Tidak Berpengaruh Di Laga Melawan Brandon Vera

14 Sep 2019

Juara Dunia dua divisi ONE Aung La “The Burmese Python” N Sang tidak gentar menghadapi Brandon “The Truth” Vera.

Walau ia akan menghadapi Juara Dunia ONE Heavyweight yang telah mengakhiri tiap laganya bersama ONE Championship dengan KO pada ronde pertama, pahlawan nasional Myanmar ini memiliki keyakinan penuh akan laga yang sangat dinantikan pada tanggal 13 Oktober di Tokyo, Jepang ini.

Laga mereka – yang memperebutkan gelar Juara Dunia ONE Light Heavyweight – akan menjadi atraksi utama dalam gelaran ONE: CENTURY PART II, setelah dipastikan pada bulan Maret lalu.

Beranjak dari kemenangan atas Ken Hasegawa di Tokyo, atlet berusia 34 tahun ini sangat bersemangat menunggu laganya dengan rival asal Filipina ini, serta kesempatan untuk menggemparkan arena sumo terbesar di Jepang, Ryogoku Kokugikan, seperti sebelumnya.

Menjelang laga ini, Aung La N Sang berbagi tentang emosi dan ekspektasi yang ia miliki untuk berpartisipasi di ajang terbesar dalam sejarah seni bela diri ini.

ONE Championship: Emosi apa yang anda alami menjelang pertandingan yang dinanti banyak orang ini? 

Aung La N Sang: Saya tidak dapat mengekspresikannya, tetapi saya sangat bersemangat.

Saya merasa sangat beruntung untuk memiliki kesempatan menampilkan kemampuan saya dan memberikan performa yang luar biasa, maka saya sangat bersemangat.

Dia sebenarnya memanggil saya pada konferensi pers di Jepang yang pertama, bahkan sebelum ajang pertama di Jepang, maka ini sebenarnya dimulai satu tahun yang lalu.

ONE: Apa perasaan anda untuk kembali dalam divisi light heavyweight menghadapi Brandon setelah tiga kali mempertahankan gelar middleweight?

ALNS: Ia akan menjadi seorang atlet [divisi] light heavyweight yang besar. Saat ia berlaga dalam [divisi] light heavyweight, ia harus [mengurangi berat badan], dan saat ia berlaga dalam heavyweight, ia dapat menjadi lebih nyaman.

Bagi saya, tidak ada bedanya. Saat saya berlaga dalam [divisi] middleweight, saya harus [mengurangi] sedikit berat saya dan pada light heavyweight, saya tidak harus melakukan itu. Saya hanya harus memastikan diri untuk menjadi lebih kuat dan mampu bergerak di sekitar orang yang besar seperti Brandon Vera.

ONE: Bagaimana anda bersiap untuk menghadapi lawan yang berpostur lebih besar?

ALNS: Saya berlatih bersama para pria yang lebih besar, saya berlatih bersama mereka yang lebih tinggi, dan saya berlatih dengan mereka yang lebih berat dari Brandon Vera.

Saat malam pertandingan tiba, ukuran dan kekuatan tidak akan menjadi masalah.

ONE: Anda telah cukup aktif, tetapi Brandon hanya berkompetisi empat kali selama lima tahun terakhir. Apakah hal tersebut akan membantu anda?

ALNS: Saya berlaga lebih banyak tahun lalu daripada dirinya selama lima tahun terakhir.

Saya rasa dirinya tidak akan terkejut untuk masuk kembali ke dalam ring, tetapi kegugupan menjelang sebuah ajang [dapat] mempengaruhi seseorang. Mari kita lihat bagaimana ia menanganinya.

Saya merasa ia akan mampu menangani dengan baik, tetapi ia tidak akan senyaman saya. Saya telah berlaga di depan penonton Jepang, dan saya menjalani enam laga Kejuaraan Dunia dalam dua tahun terakhir. Ini akan menjadi faktor besar.

ONE: Brandon memiliki pukulan keras dan tendangan luar biasa. Bagaimana anda akan menghadapi gaya Muay Thai miliknya?

ALNS: Jangan lupa, ia adalah seorang pegulat Greco-Roman juga, maka saya tidak akan terkejut jika ia mencoba menarik saya ke bawah, mencoba merapatkan saya ke dinding Circle untuk bertinju, atau mencoba melakukan grapple daripada menyerang – saya sangat siap untuk semua itu.

ONE: Tanpa membuka game plan anda, apakah keunggulan anda dibandingkan dengan Brandon?

ALNS: Saya rasa saya cukup seimbang dengannya dalam tiap aspek seni bela diri.

Kekuatan terbesar saya adalah hati saya. Saya seorang pejuang, dan saya berlaga dengan hati. Tidak ada kata berhenti bagi saya. Ia akan harus melakukan semua yang ia mampu lakukan, tetapi saya akan tetap maju, dan inilah kunci dari laga ini.

Semua orang mengetahui seberapa eksplosif dirinya. Semua orang mengetahui kekuatan yang ia miliki, tetapi saya akan mendesaknya dan mengalahkannya.

ONE: Apakah anda berharap ini dapat menjadi sebuah peperangan besar seperti beberapa laga perebutan gelar anda sebelumnya?

ALNS: Delapan laga terakhir kami, jika digabungkan, berakhir dengan KO atau TKO. Saya tidak merasa ini akan beralih ke keputusan juri, tetapi saya adalah petarung yang pintar dan mampu bertahan lama.

Jika ini berakhir dengan keputusan [juri], ia sebaiknya membawa sesuatu yang spesial ke dalam Circle, karena selain itu hanya akan ada penyelesaian.

brandon vera aung la n sang one: a new era press conference

ONE: Karena ini adalah Juara Dunia melawan Juara Dunia, apakah ini menjadi laga terbesar dalam karir anda? 

ALNS: Seperti laga saya sebelumnya yang menjadi kemenangan terbesar saya. Karena kemenangan terakhir itulah saya dapat menghadapi Brandon Vera.

Tiap laga adalah laga terbesar anda. Tiap laga membuka pintu yang baru. Saat ini, Brandon Vera adalah lawan terbesar saya.

ONE: Apa artinya menjadi penampil utama dalam kartu pertandingan ONE: CENTURY, yang adalah ajang terbesar dalam sejarah ONE Championship?

ALNS: Ini adalah kesempatan besar bagi saya. Saya sangat terkesima melihat diri saya berada di sini, tetapi pada akhirnya, ini masih menjadi sebuah pertandingan.

Saya akan masuk dan berkompetisi melawan satu orang ini. Dalam konteks tersebut, ini tidak terlalu besar. Dalam hal karir, ini adalah kesempatan dan laga terbesar bagi saya. Saya ingin menyambutnya. Untuk berada dalam ajang ke-100 dari ONE Championship, ini sangat luar biasa.

Tokyo | 13 Oktober | ONE: CENTURY | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global | Tiket: http://bit.ly/onecentury19

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.