Fitur

7 Alasan Mengapa ONE: CENTURY Akan Menjadi Ajang Bela Diri Terbesar

14 Sep 2019

ONE: CENTURY akan menjadi ajang terbesar dalam sejarah seni bela diri.

Pada hari Minggu, 13 Oktober, 44 atlet dari seluruh penjuru dunia akan berkumpul di Ryogoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, untuk berpartisipasi 22 laga yang akan dilangsungkan sehari penuh dan menghadirkan sebuah tampilan pertandingan yang belum pernah terlihat oleh para fans.

Kurang satu bulan berselang, mari kita mulai berhitung mundur dengan melihat mengapa ajang ini adalah sebuah terobosan terbesar dalam sejarah.

#1 Satu Kartu Pertandingan Tidak Cukup

Satu hal yang pasti – dengan berbagai laga luar biasa tersaji di Ryogoku Kokugikan – sebuah kartu pertandingan tidak akan cukup.

Untuk mengakomodasi seluruh atlet dan laga yang ada, organisasi bela diri terbesar di dunia ini akan menampilkan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya: dua ajang Kejuaraan Dunia dalam satu hari.

ONE: CENTURY I akan dimulai pada pukul 9 pagi di Jepang – yang akan menempati waktu ‘prime time’ pada hari Sabtu di Amerika Serikat – sebelum ajang ONE: CENTURY II dimulai pada pukul 5 sore di Tokyo untuk sebuah aksi luar biasa di malam hari.

#2 Pertandingan Ulang Terbesar Dalam Sejarah Bela Diri Wanita

Jika ada satu laga yang sangat dinantikan dalam divisi wanita ONE, ini adalah laga antar dua Juara Dunia – yang juga menjadi pertemuan kedua mereka – “Unstoppable” Angela Lee dan “The Panda” Xiong Jing Nan.

Terakhir kali kedua kompetitor elit ini bertemu, laga tersebut masuk menjadi bagian dari salah satu “Laga Terbaik Tahun Ini” yang menampilkan ketegangan saat Jing Nan berjuang keras membalikkan keadaan sebelum ia meraih kemenangan TKO dramatis pada ronde ke-5. Dengan penyelesaian tersebut, ia mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Women’s Strawweight dan memberikan kekalahan pertama bagi karir profesional lawannya tersebut.

Kali ini, pejuang wanita asal Tiongkok ini akan turun satu divisi untuk merebut gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight, dan mencetak sejarah sebagai wanita pertama yang memegang gelar Juara Dunia dua divisi di atas panggung dunia.

Tetapi, jangan harap Angela akan membiarkan rivalnya lewat dengan mudah. Ia hampir mengalahkan “The Panda” pada bulan Maret, dan akan berjuang keras mempertahankan sabuk yang dimilikinya cukup lama dalam laga utama ONE: CENTURY I.

#3 Siapa Yang Terbaik Di Salah Satu Divisi Terkeras ONE?

Ajang kelas dunia manapun tidak akan menampilkan beberapa laga epik dalam satu kartu seperti ONE.

Dua pria yang merajai beberapa divisi yang memiliki kompetitor terbesar, terkuat dan terkeras akan tampil membuktikan diri, yaitu Juara Dunia ONE Heavyweight Brandon “The Truth” Vera yang menantang Aung La “The Burmese Python” N Sang demi gelar Juara Dunia ONE Light Heavyweight miliknya.

Walau keduanya memiliki rasa hormat yang mendalam, tidak ada yang akan menghentikan mereka dari penampilan luar biasa demi sebuah kemenangan besar dalam laga utama ONE: CENTURY II.

Rekor mereka di dalam “The Home Of Martial Arts” juga menyatakan bahwa laga ini akan menjadi sebuah laga epik abad ini. Keempat laga yang dijalani Brandon Vera berakhir dengan KO spektakuler pada ronde pertama, sedangkan Aung La N Sang telah menyarangkan penyelesaian di delapan dari 10 kemenangannya, serta dua penampilan yang menjadi “Laga Terbaik Tahun Ini.”

#4 Laga Tetralogi Pertama Dalam Sejarah ONE

Pertandingan antara Bibiano “The Flash” Fernandes melawan Kevin “The Silencer” Belingon adalah laga terbesar antara dua pesaing abadi dalam divisi bantamweight, dan ini akan menjadi laga epik dalam sejarah ONE.

Keduanya – yang telah menjadi rival selama hampir beberapa tahun ke belakang – telah bertemu tiga kali. Saat mereka bertemu pada bulan Maret lalu, mereka seharusnya menyelesaikan laga untuk menentukan siapa yang terbaik setelah kemenangan melalui split decision bagi masing-masing atlet dalam perebutan gelar Juara Dunia tahun 2016 dan 2018.

Tetapi, sebuah akhir yang antiklimaks setelah sebuah kesalahan yang tidak disengaja dari atlet Filipina ini tidak dapat menentukan siapa yang menjadi Juara Dunia tak terbantahkan dari keduanya. Untuk itu, mereka akan kembali bertemu dalam perebutan gelar Juara Dunia ONE Bantamweight keempat pada tanggal 13 Oktober malam, yang akan menutup ajang bersejarah di Tokyo ini.

Keduanya telah menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mencetak penyelesaian, dan pertandingan ulang ini akan menunjukkan bahwa mereka juga mampu berlaga selama lima ronde.

#5 Tiga Laga Final Kejuaraan World Grand Prix

Beberapa bulan terakhir, beberapa atlet kelas dunia yang tergabung bersama ONE telah bersaing untuk maju dalam tiga turnamen World Grands Prix yang berlangsung di delapan ajang terakhir.

Di Jepang, turnamen divisi flyweight, lightweight dan ONE Super Series featherweight akan berakhir di hari yang sama, dimana tiga juara baru akan lahir.

Lima negara di dalam tiga benua akan diwakilkan dalam babak final, saat atlet asal Amerika Serikat Demetrious “Mighty Mouse” Johnson menghadapi pejuang Filipina Danny “The King” Kingad, dan rekan senegara Demetrious, Eddie “The Underground King” Alvarez, bertemu dengan Saygid “Dagi” Guseyn Arslanaliev dari Turki dalam ONE: CENTURY I.

Pada ajang kedua di sore hari, hadiah terbesar dalam sejarah disiplin kickboxing akan dipertaruhkan. Seorang atlet Italia akan melawan rivalnya dari Perancis, yaitu Giorgio “The Doctor” Petrosyan dan Samy “AK47” Sana, untuk memperebutkan hadiah sebesar satu juta dolar Amerika Serikat.

#6 Kembalinya ‘Iron Man’

Laga perebutan gelar Juara Dunia dan final turnamen World Grand Prix akan menjadi bagian dari tujuh laga perebutan emas, dan atlet terbaru yang bergabung dengan ONE dapat menjadi salah satu yang terbaik.

ONE: CENTURY II akan melihat kembalinya Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon, yang akan mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai miliknya untuk pertama kali melawan debutan ONE Walter Goncalves.

Tiap laga yang dijalani pejuang Thailand bersama “The Home Of Martial Arts” ini telah menampilkan ketegangan yang luar biasa, serta dibuktikan dengan penampilan terbaiknya dalam menjalani laga lima ronde saat ia meraih gelar Juara Dunia.

Saat ini, dengan kesempatan melawan pria yang tiga kali menjadi Juara Dunia Muay Thai, anda juga dapat mengharapkan sebuah penampilan terbaik yang klasik dari atlet berusia 22 tahun ini.

#7 28 Juara Dunia Berlaga

Terakhir kali ONE menjejakkan kaki di Tokyo, ajang tersebut menjadi awal bagi ke-22 atlet yang kini telah menapaki jalur menuju gelar Juara Dunia.

Kali ini, angka tersebut berkembang menjadi 28 Juara Dunia yang akan berlaga diantara kontes yang berlangsung sehari penuh, termasuk beberapa mantan pemegang gelar dalam organisasi bela diri terbesar di dunia ini.

Salah satu daya tarik terbesar bagi para penggemar tuan rumah adalah mantan Juara Dunia ONE Lightweight Shinya “Tobikan Judan” Aoki, yang akan berlaga melawan mantan Juara Dunia ONE Featherweight Honorio “The Rock” Banario dalam laga co-main event ONE: CENTURY II.

Tokyo | 13 Oktober | ONE: CENTURY | TV: Periksa daftar tayangan lokal untuk siaran global | Tiket: http://bit.ly/onecentury19

ONE: CENTURY adalah ajang Kejuaraan Dunia bela diri terbesar dalam sejarah dengan 28 Juara Dunia yang tampil dalam berbagai disiplin bela diri. Belum ada organisasi dalam sejarah yang pernah mempromosikan dua ajang Kejuaraan Dunia di hari yang sama.

“The Home Of Martial Arts” kembali membuka babak baru dengan menyajikan beberapa laga perebutan gelar Juara Dunia, tiga babak final Kejuaraan World Grand Prix, serta serangkaian Juara Dunia yang akan melawan Juara Dunia lainnya di lokasi ikonik Ryugoku Kokugikan, Tokyo, Jepang, tanggal 13 Oktober.