Bela Diri Campuran

5 Spesialis Submission Terbaik Dalam Sejarah ONE

Para penata tanding di ONE Championship memiliki mata yang sangat awas untuk mendapatkan grappler elit dan membawa mereka ke atas panggung dunia demi berbagai hasil spektakuler.

Sejarah mencatat hampir 300 submission sejak “The Home Of Martial Arts” menghadirkan ajang perdananya pada tahun 2011, namun hanya beberapa atlet yang telah berhasil menciptakan kebiasaan untuk memaksa lawan mereka menyerah dengan tap out.

Seperti yang ditunjukkan oleh daftar atlet yang memiliki penyelesaian submission terbanyak di atas kanvas ini, jika seorang kompetitor dapat melakukan choke, perputaran dan kuncian untuk meraih kemenangan berkali-kali di dalam Circle, mereka layak berkompetisi dalam tingkatan Juara Dunia.

Adriano Moraes – 6 Submission

Juara Dunia ONE Flyweight Adriano “Mikinho” Moraes mencapai puncak divisinya berkat kemampuannya ‘menenggelamkan’ lawan melalui choke demi sebagian besar kemenangannya di atas panggung dunia.

Baik kuncian arm-triangle yang mematahkan perlawanan Kosuke Suzuki, kuncian guillotine atas Geje “Gravity” Eustaquio yang memberinya sabuk emas pertama, atau teknik rear-naked yang mengakhiri Danny “The King” Kingad dalam satu ronde , pria yang memulai perjalanan bela dirinya di Constrictor Team di Brasilia, Brazil ini telah membesarkan nama sasana tersebut.

Brazilian Jiu-Jitsu adalah alasan bagi Moraes untuk menemukan gairahnya dalam seni bela diri, dan walau ia dikenal sebagai kompetitor yang berkemampuan lengkap, ini juga menjadi alasan terbesar bagi kesuksesannya dalam dunia bela diri campuran.

Alex Silva – 7 Submission

Alex “Little Rock” Silva membuktikan reputasinya sebagai seorang Juara Dunia Brazilian Jiu-Jitsu segera setelah ia memulai kariernya bersama “The Home Of Martial Arts.”

Lima tap out beruntun – termasuk tiga dengan teknik armbar andalannya – membawanya ke perebutan gelar Juara Dunia ONE Strawweight, dan walau ia tidak dapat melanjutkan rangkaian submission beruntunnya saat melawan Yoshitaka “Nobita” Naito, ia meraih sabuk emas tersebut.

Atlet Brasil yang berdiam di Singapura ini menambah daftar kemenangannya tahun lalu dengan sepasang penyelesaian, yang memastikan hanya ada beberapa rekan satu tim yang sebanding dengan Silva untuk tempat belajar bagi striker seperti Dejdamrong Sor Amnuaysirichoke dan pegulat seperti Ritu Phogat di Evolve.

Marat Gafurov – 7 Submission

Marat “Cobra” Gafurov menjadi salah satu seniman bela diri campuran yang ditakuti dunia saat ia mencetak rangkaian kemenangan dengan enam submission beruntun melalui teknik kuncian rear-naked choke.

Pesaing atlet Rusia ini menyadari apa yang mereka hadapi, namun tak dapat menghentikannya. Atlet seperti Ev “E.T.” Ting, Martin “The Situ-Asian” Nguyen, dan Narantungalag “Tungaa” Jadambaa (dua kali) hanya dapat menyerah saat Gafurov merangsek naik peringkat di divisi featherweight, merebut gelar Kejuaraan Dunia dan mempertahankan emasnya.

Shinya Aoki – 7 Submission

Sangat langka untuk melihat siapapun yang terperangkap di jerat Shinya “Tobikan Judan” Aoki meloloskan diri tanpa menyerah dengan sebuah tap out.

Ikon bela diri Jepang ini dikenal sebagai salah satu pencetak penyelesaian terbaik di atas kanvas sebelum ia tiba di “The Home Of Martial Arts,” dan ia menampilkan alasannya di dalam Circle saat ia menjebak lengan dan leher lawannya untuk mengakhiri laga.

Saat Aoki dua kali menjadi Juara Dunia ONE Lightweight, ia merebut sabuk emas itu melalui submission pada ronde pertama, dan menyelesaikan tugasnya sekali lagi di panggung terbesar dalam sejarah ONE, di ajang ONE: CENTURY, untuk membuktikan ia masih dapat mengatasi tekanan besar.

Angela Lee – 7 Submission

Tidak ada atlet yang mendobrak masuk ke dalam skena ONE seperti “Unstoppable” Angela Lee, yang mencetak permainan grappling paling dominan dalam divisi wanita dengan lima penyelesaian beruntun – termasuk dengan sebuah twister yang jarang terlihat – pada tahun pertamanya sebagai atlet profesional.

Kesuksesan luar biasa ini membawanya ke laga perebutan gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight perdana, yang menyaksikan dirinya harus berlaga sampai akhir ronde kelima, namun naiknya Lee ke puncak divisinya ini tidak menghentikan kegemarannya mencetak penyelesaian.

Sebagai Juara Dunia, “Unstoppable” mencetak kemenangan terbesar dalam kariernya, termasuk teknik anaconda choke atas Istela Nunes saat ia menderita radang paru-paru dan sebuah kemunculan kembali yang mencengangkan saat melawan rival terkuatnya, “The Panda” Xiong Jing Nan, yang memastikan genggamannya atas sabuk emasnya dan statusnya sebagai wanita yang akan mampu menghentikan anda.

Baca Juga: Rangkaian Pencetak KO Terbaik Dalam Sejarah ONE