Hasil Laga Utama The Inner Circle 15 Mei: Anatoly Malykhin Akhiri Karier Sebagai Juara Dunia MMA Tiga Divisi
Megabintang Rusia Anatoly “Sladkiy” Malykhin merebut kembali sabuk Juara Dunia ONE Heavyweight MMA dengan cara khasnya, menghentikan “Reug Reug” Oumar Kane dalam partai utama The Inner Circle pada Jumat, 15 Mei, yang disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia dari Lumpinee Stadium yang legendaris di Bangkok.
Rematch panas ini mempertaruhkan gengsi tinggi menyusul pertemuan pertama mereka yang berlangsung ketat pada November 2024. Kedua raksasa mengerahkan segenap kemampuan mereka begitu pertarungan dimulai.
Kane mengontrol jarak sejak awal dari posisi southpaw, dan terus melepaskan side kick dan disiplin dalam melayangkan serangan balik saat Malykhin perlahan terus maju mencari celah.
Namun penantang berusia 38 tahun itu – yang juga memegang sabuk Juara Dunia ONE Light Heavyweight dan Middleweight MMA – mulai meningkatkan tekanan pada ronde kedua dan melepaskan overhand kanan keras setiap kali berhasil masuk ke dalam jarak serang.
Petarung Senegal tersebut menolak terjebak dalam duel liar. Ia beberapa kali berhasil masuk dengan timing yang tepat dan bahkan mendaratkan uppercut keras ke arah “Sladkiy.” Pertukaran taktis antara dua monster kelas berat itu terus berlanjut ketika ronde ketiga dimulai.

Tendangan menyamping dari Kane terus membantunya menjaga jarak, sementara Malykhin mulai menemukan momentum lewat hook dan straight kanan keras. Namun setelah menerima pukulan bersih, raksasa Senegal berusia 34 tahun itu tetap berdiri kokoh dan terus membalas dengan counter kepada rivalnya.
Ronde keempat berjalan dengan pola serupa. Keduanya sama-sama menguras tangki bensin demi mencari momen penentu, saling bertukar hook, tendangan, dan counter di tengah ring. Namun seperti yang telah dijanjikan, “Sladkiy” hanya membutuhkan satu celah untuk mengubah segalanya.
Petarung asal One Chance Team dan Tiger Muay Thai itu mendaratkan straight kanan telak yang mengguncang Kane. Melihat lawannya limbung, monster Rusia tersebut langsung menyerbu dengan rentetan pukulan hingga wasit Olivier Coste menghentikan pertarungan pada 1:54 ronde keempat.
Kemenangan KO tersebut meningkatkan rekor Malykhin menjadi 15-1, mempertahankan tingkat penyelesaian 100 persen miliknya, sekaligus memberinya bonus penampilan senilai US$100.000 dari Chairman dan CEO ONE Championship Chatri Sityodtong. Lebih dari itu, ia kembali menyandang status sebagai Juara Dunia MMA tiga divisi.
Namun tak lama kemudian, dengan penuh rasa emosional, Malykhin meletakkan sarung tangannya di tengah ring sebagai tanda akhir dari karier bertarungnya.
Hal itu menjadi cara sempurna bagi superstar Rusia tersebut untuk menutup perjalanan legendarisnya. Balas dendam tuntas, sabuk heavyweight kembali di pinggangnya, dan namanya abadi dalam sejarah ONE Championship.