‘Dia Belum Menghadapi Kekuatan Seperti Milik Saya’ – Abdulla Dayakaev Janjikan Knockout Brutal Atas Superlek
Atlet sensasional asal Dagestan, Abdulla “Smash Boy” Dayakaev, telah menghadapi deretan atlet hebat di sepanjang kariernya, dan kini siap menampilkan performa yang bakal menggemparkan dunia striking.
Mesin knockout yang kini bermarkas di Pattaya itu akan menghadapi Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing “The Kicking Machine” Superlek dalam duel bantamweigh Muay Thai bergengsi di The Inner Circle pada Jumat, 15 Mei. Ajang blockbuster tersebut disiarkan eksklusif untuk member pada jam tayang utama Asia dari Lumpinee Stadium yang legendaris di Bangkok, Thailand, melalui live.onefc.com.
Dayakaev datang ke pertarungan ini dengan motivasi besar. Petarung Team Mehdi Zatout berusia 24 tahun itu membawa rekor 8-2 di ONE Championship yang dibangun lewat kombinasi tajam dan gaya menekan agresif yang menjadikannya salah satu algojo paling berbahaya di divisi tersebut.
Pertarungan terakhirnya berakhir pahit setelah kalah KO dari Rambolek Chor Ajalaboon pada Januari lalu. Setelah itu, Rambolek melanjutkan momentumnya dengan mengalahkan Nabil Anane untuk merebut sabuk Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai.
Namun hasil tersebut justru semakin membakar semangat striker Rusia itu, dan pemilihan Superlek sebagai lawan berikutnya sama sekali bukan kebetulan.
Ia berkata:
“Saya mempersiapkan diri dengan sangat baik dan lebih dari siap untuk pertarungan ini. Alasan saya menantangnya karena dia peringkat nomor satu. Tidak ada alasan lain. Saat ini, saya percaya dia petarung terbaik di luar sana.”
Superlek, petarung asal Buriram berusia 30 tahun dengan 139 kemenangan serta rekor 15-3 di ONE Championship, telah mengantongi berbagai kemenangan atas sejumlah striker terbaik dunia.
Mantan Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai sekaligus pemegang sabuk flyweight kickboxing itu belum pernah kalah KO di ONE dan dianggap secara luas sebagai salah satu striker pound-for-pound terbaik generasinya. Ia datang ke laga ini setelah mengakui bahwa tahun 2025 menjadi periode sulit dalam hidup dan kariernya.
Namun Dayakaev tidak ingin memanfaatkan keterpurukan Superlek. Alih-alih, dia ingin menghadapi versi terbaik dari sang lawan.
“Smash Boy” menjelaskan:
“Saya mempersiapkan diri untuk menghadapi versi terbaik Superlek. Entah dia punya cedera internal atau mencoba menyembunyikan sesuatu, saya tidak peduli. Saya sudah siap untuk semuanya.”
Yang membuat Dayakaev sangat percaya diri bukan hanya persiapannya yang keras, tetapi keyakinannya bahwa Superlek belum pernah menghadapi petarung dengan kekuatan pukulan seperti dirinya.
Ada satu hasil yang terus ia incar sepanjang training camp, dan ia percaya memiliki semua modal untuk melakukan sesuatu yang belum pernah berhasil dilakukan siapa pun kepada “The Kicking Machine” di ONE Championship.
Petarung Rusia itu berkata:
“Saya yakin bisa menghasilkan knockout kontra dia karena dia belum pernah menghadapi petarung seperti saya sebelumnya, dan belum menghadapi kekuatan pukulan seperti milik saya. Itu bisa terjadi kapan saja, di ronde mana pun. Saya selalu mencari finis.”
Dayakaev Abaikan Kritikan Dan Bidik Rematch Kontra Rambolek
Abdulla Dayakaev sama sekali tidak peduli dengan opini siapa pun di luar gym-nya mengenai pertarungan ini.
Petarung knockout asal Rusia itu sudah mendengar berbagai pujian soal kemampuan teknikal Superlek dan anggapan bahwa veteran Thailand tersebut tidak memiliki kelemahan yang bisa dieksploitasi.
Namun semua itu tidak mengubah persiapannya sedikit pun. Saat orang lain sibuk berbicara, Dayakaev justru fokus bekerja dalam diam – dan ia yakin perbedaan fokus itu akan langsung terlihat begitu bel berbunyi.
Ia berkata:
“Tidak masalah apa yang orang katakan. Saya tahu diri saya sendiri dan saya tahu seberapa siap tubuh saya. Saat dia menghabiskan waktunya di Instagram atau Facebook dengan terus posting, saya tidak punya waktu untuk itu. Saya hanya fokus berlatih dan bekerja keras untuk pertarungan ini.
“Kami bertemu hari ini, tapi dia bahkan tidak berani menatap mata saya.”
Kemenangan knockout atas Superlek akan menjadi kemenangan terbesar dalam karier Dayakaev sejauh ini, tetapi ambisinya jelas tidak berhenti di sana.
Kini setelah Rambolek memegang sabuk Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai, Dayakaev sudah memiliki target berikutnya apabila ia mampu tampil dominan pada Jumat nanti.
Petarung 24 tahun itu menutup:
“Tentu saja, setelah pertarungan ini saya ingin rematch dengan Rambolek. Saya percaya saya pantas mendapatkan kesempatan itu jika saya tampil bagus di pertarungan ini.”