‘Kali Ini Saya Lapar’ – Superlek Bidik Penebusan Spektakuler Kontra Abdulla Dayakaev Di The Inner Circle Pada 15 Mei

Yuki Yoza Superlek ONE 173 9 scaled

Saat Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing “The Kicking Machine” Superlek menemukan kembali bara api dalam dirinya, seluruh divisi bantamweight Muay Thai akan segera merasakan panasnya.

Legenda Thailand berusia 30 tahun itu akan menghadapi mesin knockout asal Dagestan Abdulla “Smash Boy” Dayakaev di The Inner Circle pada Jumat, 15 Mei. Ajang blockbuster tersebut disiarkan langsung pada jam tayang utama Asia dari Lumpinee Stadium di Bangkok, Thailand, secara eksklusif melalui live.onefc.com.

Tak banyak petarung yang memiliki resume semegah Superlek. Mantan Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai itu membangun rekor luar biasa dengan total 139 kemenangan, serta catatan 15-3 di ONE Championship yang dihiasi kemenangan atas nama-nama besar seperti Takeru “Natural Born Krusher” Segawa, Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon, Nabil Anane, dan Jonathan “The General” Haggerty.

Namun, tahun 2025 menguji Superlek dengan cara yang belum pernah ia alami sebelumnya. Ia kehilangan sabuk bantamweight setelah gagal memenuhi batas berat badan untuk rematch melawan Anane, lalu kalah angka dari rivalnya tersebut.

November lalu, ia kembali menelan kekalahan angka dari Yuki Yoza. Dua kekalahan beruntun, kehilangan gelar, dan tahun yang berat baik di dalam maupun luar ring membuat Superlek mulai mempertanyakan dirinya sebagai seniman bela diri.

Ketika tawaran melawan Dayakaev datang, Superlek tidak membutuhkan waktu untuk berpikir.

Superlek berkata:

“Ketika mereka menawarkan Abdulla Dayakaev kepada saya, saya langsung bilang ya. Saya melihat pertarungannya melawan Rambolek [Chor Ajalaboon], dan sebelumnya dia juga melawan Nontachai [Jitmuangnon] di 70 kilogram serta menghadapi Yod-IQ [Or Pimolsri]. Setelah melihat gayanya, saya merasa bisa mengatasinya, jadi saya mengambil pertarungan ini.”

Meski begitu, Dayakaev bukan lawan yang mudah. Petarung Team Mehdi Zatout berusia 24 tahun itu memiliki rekor 8-2 di ONE Championship, dengan enam kemenangan diraih lewat finish. Kecepatan tangan dan kekuatan pukulannya menjadikannya salah satu petarung paling berbahaya di divisi tersebut.

Ia datang setelah kalah KO menyakitkan dari Rambolek pada Januari lalu. Namun hasil itu justru semakin membakar semangat Dayakaev, dan kemenangan besar atas legenda seperti Superlek akan langsung membawanya kembali ke persaingan perebutan gelar dunia.

Superlek sudah mempelajari banyak rekaman pertarungan lawannya dan memahami betul sumber ancamannya.

“The Kicking Machine” berkata:

“Kelebihan Abdulla ada di pukulan dan ukuran tubuhnya. Saya sudah menonton banyak pertarungannya, dan dia kebanyakan menggunakan kekuatan untuk menekan lawan. Itu spesialisasinya. Tapi dia juga punya kelemahan. Saya akan memanfaatkan celah yang saya lihat dan memastikan saya tidak berjalan begitu saja ke pukulannya.

“Dia jelas punya pukulan keras. Kalau terkena, Anda bisa jatuh. Tapi semuanya tergantung teknik yang saya gunakan saat pertandingan nanti. Saya percaya bisa mengatasinya.”

Petarung asal Buriram itu tidak datang hanya untuk bertahan dari kekuatan “Smash Boy.” Ia justru berencana memburu lawannya dan sudah sangat detail dalam mencari celah untuk mencetak finish.

Superlek berkata:

“Saya ingin menunjukkan kepadanya bahwa mendapatkan apa yang dia minta tidak akan semudah yang dia pikirkan. Sudah bertahun-tahun sejak terakhir kali saya bertarung di Thailand. Kali ini saya lapar. Saya ingin knockout, dan saya percaya bisa melakukannya. Persiapan saya tidak asal-asalan; saya mencari titik butanya untuk saya eksploitasi.”

Superlek Bidik Kembali Divisi Flyweight Dan Rematch Lawan Yoza

Di luar tantangan melawan Dayakaev, Superlek sudah memiliki gambaran jelas tentang langkah berikutnya.

Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing itu menegaskan bahwa bantamweight bukan rumah alaminya. Sabuk flyweight tetap menjadi prioritas utama, dan ia ingin kembali mempertahankannya setelah mendapatkan kembali momentumnya.

Superlek berkata:

“Saya sebenarnya sangat ingin kembali ke divisi flyweight. Ya, setelah ini saya pasti kembali ke flyweight. Saya sudah lama menjadi juara dunia di sana, jadi saya ingin kembali dan mempertahankan gelar saya.

“Saya tidak meninggalkannya. Rencananya memang selalu kembali ke flyweight, tapi kalau ada kesempatan di bantamweight, saya juga tetap siap bertarung di sana.”

Namun masih ada urusan yang belum selesai di bantamweight. Kekalahan dari Yuki Yoza masih membekas bagi Superlek, dan ia bahkan langsung menyampaikan keinginannya kepada Chairman dan CEO ONE Championship Chatri Sityodtong sesaat setelah laga tersebut berakhir.

Saat meninjau kembali kekalahan itu, Superlek merasa dirinya terlalu ragu dan gagal tampil dengan gaya bertarung aslinya.

Ia menutup:

“Hari itu saya membuat keputusan yang salah karena terlalu menunggu celah sempurna. Saya terlalu banyak berpikir dan tidak bertarung dengan gaya saya sendiri. Itu menciptakan tekanan. Saya tidak menyangka dia bisa membalas setiap gerakan saya, sementara saya hanya diam menunggu celah.

“Tepat setelah kalah dari Yuki, saya turun dari panggung dan langsung bilang ke Chatri bahwa saya ingin rematch. Kalau saya bisa memilih, saya ingin menuntaskan urusan dengan Yuki.”

Selengkapnya di Berita

Yuki Yoza Superlek ONE 173 9 scaled
ReugReugOumarKane AnatolyMalykhin Faceoff 1920X1280 scaled
Rambolek Chor Ajalaboon Abdulla Dayakaev ONE Fight Night 39 4 scaled
Anatoly Malykhin Oumar Kane ONE 169 15
Adam Sor Dechapan Enzo Clarisse The Inner Circle, 8 Mei
AdamSorDechapan Enzo Clarisse Faceoffs 1920X1280 scaled
Adam Sor Dechapan Walid Snoussi ONE Friday Fights 141 1 scaled
Takeru Segawa ONE SAMURAI 2 scaled
Haggerty
Elbrus Osmanov Ratchasiesan Laochokcharoen The Inner Circle May 1 16 scaled
Kulabdam Sor Jor Piek Uthai Ferzan Cicek ONE Friday Fights 103 19 scaled
Elbrus Osmanov Saemapetch Fairtex ONE Friday Fights 125 6 scaled