Bela Diri Campuran

Rangkaian Pencetak KO Terbaik Dalam Sejarah ONE

ONE Championship adalah rumah bagi aksi bela diri paling menarik dunia, dan hal ini bukanlah suatu kejutan mengingat jumlah atlet pencetak KO yang ada di sini.

Berkompetisi dalam sebuah olahraga yang melibatkan berbagai gaya bela diri – serta sarung tangan kecil – membuat para atlet bela diri campuran di dalam panggung dunia ini memiliki berbagai perangkat yang dapat mereka gunakan untuk menyelesaikan sebuah laga, dimana beberapa dari mereka menampilkan kemampuan langka untuk meraih keunggulan tersebut.

#3: Kevin Belingon – 6 KO

Tiga veteran yang bernaung di dalam “The Home Of Martial Arts” berbagi posisi ketiga untuk pencetak KO terbanyak, dimana ketiganya memiliki cara tersendiri untuk membuat para juri beristirahat di malam pertandingan.

Kevin “The Silencer” Belingon memiliki kemampuan striking tingkat tinggi dari latar belakang wushu yang dimilikinya, dimana ia menggunakannya untuk meraih kemenangan di tingkatan tertinggi pada bulan Oktober 2012 saat ia menghentikan Yusup Saadulaev dengan pukulannya.

Perwakilan Team Lakay ini mungkin sangat dikenal dengan kemampuan tendangan luar biasanya, namun kecepatan tangannya yang menjadi penyebab tumbangnya lawan-lawan yang ia hadapi – termasuk Toni “Dynamite” Tauru dan Reece “Lightning” Mclaren, yang terjatuh pada ronde pertama.

Namun, penyelesaian khas mantan Juara Dunia ONE Bantamweight ini terjadi di tanah kelahirannya, Filipina, saat sebuah tendangan memutar, atau spinning back kick, mengirim Andrew Leone ke sisi ring yang berlawanan di ajang ONE: HEROES OF HONOR.

#3: Dejdamrong Sor Amnuaysirichoke – 6 KO

Sebagai pria yang beberapa kali menjadi Juara Dunia Lumpinee Stadium Muay Thai, tidaklah mengejutkan bahwa “Kru Rong” Dejdamrong Sor Amnuaysirichoke menggunakan kemampuannya dalam “seni delapan tungkai” untuk meraih sebagian besar kemenangannya dalam bela diri campuran melalui KO.

Kompetitor veteran asal Evolve ini juga telah mampu beradaptasi dengan kerumitan disiplin barunya itu untuk meraih beberapa kemenangan melalui submission, namun hasil paling spektakuler yang diraihnya di dalam Circle masih berasal dari pukulan, tendangan, serangan siku dan lututnya.

Faktanya, mantan Juara Dunia ONE Strawweight ini memiliki serangan lutut yang berperan besar dalam lima kemenangannya, yang membuktikan bahwa tidaklah bijaksana untuk menantang “Kru Rong” di dalam posisi clinch walau ia sudah memasuki usianya yang ke-41.

#3: Aung La N Sang – 6 KO

Saat Aung La “The Burmese Python” N Sang pertama kali tiba di atas panggung dunia, dirinya lebih menjadi seorang spesialis submission, namun sejak ia bergabung bersama Henri Hooft di sasana Hard Knocks 365, ia telah menjadi pencetak KO yang terpandang.

Pahlawan Myanmar ini meraih gelar Juara Dunai ONE Light Heavyweight dan memperkuat genggamannya atas sabuk emas divisi middleweight dengan penyelesaian yang menjadi sorotan dalam lima laga terakhirnya.

Kemenangan beruntun “The Burmese Python” dimulai dengan sebuah tendangan ke arah kepala yang menjatuhkan Alexandre “Bebezao” Machado, namun ia membiarkan pukulannya menjadi penentu setelah itu.

Sebuah penyelesaian yang paling spektakuler mungkin adalah KO Terbaik Tahun 2018 yang menghentikan perlawanan Ken Hasegawa, namun tidak ada cara terbaik bagi dirinya untuk menampilkan kekuatannya yang luar biasa dari caranya mematahkan perlawanan Juara Dunia ONE Heavyweight Brandon “The Truth” Vera di ajang ONE: CENTURY.

#2: Phoe Thaw – 7 KO

Phoe “Bushido” Thaw hampir nampak selalu terburu-buru untuk meninggalkan Circle.

Seluruh laga bela diri campuran profesionalnya, kecuali satu, diselesaikan pada ronde pertama, berkat agresinya yang berasal dari olahraga nasionalnya, lethwei.

Pria asal Myanmar ini memiliki kekuatan pukulan yang tak dapat ditandingi banyak atlet featherweight, namun ia akan diingat atas penampilannya saat mencetak KO dengan tendangan atas Sor Sey, yang mungkin dapat menjadi bagian permanen bagi sorotan terbaik ONE untuk beberapa tahun mendatang.

#2: Martin Nguyen – 7 KO

Juara Dunia ONE Featherweight Martin “The Situ-Asian” Nguyen memiliki catatan yang berimbang dengan Phoe Thaw, walau atlet Vietnam-Australia ini selalu mengatakan dirinya bukanlah spesialis striking.

Walau Nguyen menganggap dirinya adalah atlet berkemampuan lengkap, berkat awal kariernya sebagai seorang grappler, ia memiliki kekuatan pencetak KO berkat kesuksesannya menjaga posisi puncak dalam divisinya selama empat tahun terakhir, yang termasuk penyelesaian terbaik untuk meraih sabuk emas atas Marat “Cobra” Gafurov dan saat ia mempertahankannya melawan Narantungalag “Tungaa” Jadambaa.

Karena kekuatan pukulannya sangat luar biasa, serangan itu masih efektif saat dirinya melawan atlet bertubuh lebih besar – seperti saat ia merebut gelar Juara Dunai ONE Lightweight World Title pada tahun 2017.

#1: Amir Khan – 8 KO

Atlet Singapura Amir Khan hanya membutuhkan dua menit dan 25 detik untuk memenangkan laga ONE Championship perdananya dengan pukulan, dimana ia melanjutkan hal tersebut sampai menjadi salah satu atlet elit dalam jajaran divisi lightweight.

Baik saat ia berdiri dan bertukar serangan dengan lawannya, atau bergulat di atas kanvas, seluruh lawannya tidak ingin menerima pukulan yang diasahnya bersama beberapa kompetitor terbaik Muay Thai di  Evolve.

Sebagian besar lawannya telah gagal menghindari serangannya, dan inilah yang membawanya mencetak posisi imbang di puncak sebagai peraih KO terbanyak ONE sepanjang masa.

#1: Christian Lee – 8 KO

Selang satu tahun dari Khan, Christian “The Warrior” Lee bergabung dengan organisasi bela diri terbesar di dunia ini dan telah menyamai rekan latihannya di Evolve itu dengan konsistensinya mematahkan seluruh lawannya.

Superstar Singapura ini telah membuktikan diri sebagai praktisi paling berbahaya dalam sejarah ONE, dalam hal ground and pound, sejak penampilan pertamanya sebagai pria berusia 17 tahun – berkat kemampuannya untuk mendominasi posisi bawah serta melepaskan pukulan dan sikutan.

Namun, momen terbaiknya sebagai seorang atlet tiba saat ia berdiri melawan Shinya “Tobikan Judan” Aoki dan melepaskan pukulannya untuk merebut gelar Juara Dunia ONE Lightweight.

Baca Juga: KO Serangan Lutut Di Udara Terbaik Dalam Sejarah ONE Championship