‘Kami Mengincarnya’ – Dzhabrailov, Sam-A, Dan Leon Bidik Gelar Usai Kemenangan Impresif Di ONE Fight Night 42

Dzhabir Dzhabrailov Chase Mann ONE Fight Night 42 2 scaled

ONE Fight Night 42 bukan sekadar malam kemenangan, tetapi juga melahirkan beberapa pernyataan tegas.

Dari Lumpinee Stadium, Bangkok, tiga nama tampil menonjol bukan hanya karena hasil akhir, tetapi karena cara mereka menjawab tekanan, melewati momen sulit, dan menunjukkan bahwa peluang besar kini berada di depan mata.

Mulai dari finisher welterweight yang tengah naik daun, legenda Muay Thai yang menolak tunduk pada usia, hingga grappler elite yang kembali menegaskan posisinya – semuanya mengarah pada satu tujuan: Gelar Dunia ONE.

Dzhabir Dzhabrailov, Sam-A Gaiyanghadao, dan Dante Leon kini melangkah dengan momentum dan ambisi yang sama.

Dzhabrailov Kirim Sinyal, Bidik Tetsuka Dan Lee

Rekor sempurna Dzhabir Dzhabrailov tetap terjaga. Namun lebih dari itu, auranya terus berkembang.

Untuk pertama kalinya di ONE, petarung 21 tahun itu menghadapi tekanan nyata saat dijatuhkan oleh Chase Mann di ronde pertama.

Namun, ia tetap tenang:

“Saya merasa luar biasa. Ini adalah finis terbaik yang bisa terjadi. Saya sangat senang laga ini berakhir di ronde pertama.

“Saya tahu siapa diri saya dan apa yang bisa saya lakukan. Di awal, dia memang terlihat lebih kuat. Tapi saya tahu saya tidak bisa dipatahkan. Saya hanya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan.”

Keyakinan itu menjadi titik balik.

Ia sudah mengantisipasi pendekatan gulat khas Amerika dari sang lawan, termasuk tekanan dan temponya.

Ia melanjutkan:

“Kami sudah memperkirakan dia akan mencoba membawa laga ke bawah. Tapi kami tidak membiarkannya. Kami tahu dia akan kelelahan, dan itu yang terjadi.”

Saat momentum berpindah, penyelesaian datang cepat. Hook kiri keras menjatuhkan Mann, diikuti hammerfist akurat yang menutup laga.

Dengan rekor 7-0 dan rasio finis 100 persen, Dzhabrailov kini menjadi ancaman serius di divisi yang dipenuhi para monster.

Ia pun menyebut nama Hiroyuki “Japanese Beast” Tetsuka, sekaligus memberi pesan kepada sang raja divisi, Christian “The Warrior” Lee.

Ia mengatakan:

“Tentu, saya ingin melawan Tetsuka. Tapi kalau bukan dia, siapa pun siap saya hadapi. Saya akan menghancurkan mereka.

“Christian Lee, pegang sabukmu baik-baik. Kami akan datang mengambilnya.”

Sam-A Bangkit, Bidik Sabuk Juara Dunia Sekali Lagi

Sam-A Gaiyanghadao sekali lagi membuktikan bahwa kehebatan tidak pudar seiring usia, tetapi ia beradaptasi.

Di umur 42 tahun, ia mencetak salah satu knockout paling dramatis dengan mengalahkan Elmehdi El Jamari dalam laga penuh aksi.

Bahkan, ia sendiri tak menyangka hasilnya akan seperti itu.:

“Saya tidak menyangka bisa menang KO. Saya pikir ini akan jadi laga panjang. Tapi saya melihat celah, jadi saya ambil.

“Saya tahu dia agresif. Dan setiap kali dia menyerang, guard-nya sedikit terbuka. Saya menunggu momen itu.”

Momen tersebut bukanlah kebetulan, namun lahir dari pengalaman.

Setelah sempat menjatuhkan lawan, Sam-A justru terjatuh akibat serangan balasan. Namun ia tetap tenang hingga bisa menghabisi lawan yang berusia jauh lebih muda.

Ia menjelaskan:

“Satu-satunya yang saya pikirkan adalah bertahan sampai ronde berakhir.

“Saya senang bisa membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Saya masih bisa bertarung lama, bahkan melawan generasi yang lebih muda.”

Kemenangan ini bukan sekadar hasil belaka. Ia berhasil menepis segala keraguan dan membuktikan bahwa dirinya masih bisa bersaing di level tertinggi.

Reaksi emosional Sam-A saat meraih bonus senilai US$50.000 (Rp850 juta) dari Chairman dan CEO ONE Chatri Sityodtong semakin memberi kesan dramatis.

Kini, fokusnya kembali pada sabuk yang pernah ia genggam. Dengan posisi Aliff Sor Dechapan sebagai kandidat terdepan untuk menantang Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai Prajanchai PongSuphan PK, sang legenda hidup siap untuk menghadapi siapapun pemenangnya.

Sam-A mengatakan:

“Perebutan gelar adalah impian saya. Siapa pun pemenangnya nanti, saya siap menghadapinya.”

Leon Siap Hadapi Jalan Terjal Menuju Puncak

Dante Leon kembali ke jalur kemenangan. Tak hanya itu, ia menyelesaikan tugasnya dengan cara yang meyakinkan.

Ia kembali ke panggung global dan mengalahkan Kenta Iwamoto dalam rematch submission grappling divisi welterweight.

Sang jagoan dari Kanada mengatakan:

“Saya senang bisa kembali dan kembali ke jalur kemenangan.”

Kemenangan ini semakin bermakna jika melihat konteksnya.

Di laga sebelumnya, Leon hampir mengalahkan Juara Dunia saat ini, Tye Ruotolo dalam ajang ONE Fight Night 31. Ia menunjukkan bahwa dirinya sudah sangat dekat dengan puncak.

Melawan Iwamoto, kualitas itu kembali terlihat dalam laga sengit selama 10 menit. Ia terlihat mengincar kuncian sepanjang laga.

Ia mengatakan:

“Saya merasa sempat sangat dekat dengan submission di awal. Lalu saya mendapat triangle yang sangat dalam. Dia terus bergerak keluar, membuat saya sulit mempertahankan posisi. Tapi kami sangat dekat dengan penyelesaian di akhir.

“Dari posisi bawah, saya terus mencari peluang submission dan posisi dominan.”

Dante Leon Kenta Iwamoto ONE Fight Night 42 8

Meski tidak selalu mengontrol posisi, dan sempat terancam oleh sang lawan, Leon tetap mengontrol jalannya laga dan membuat lawannya kewalahan.

Kemenangan ini membuat jalannya menuju puncak kembali terbuka. Demi menuju ke sana, ia siap melewati jalan terjal dan penuh tantangan.

Ia berkelakar:

“Saya ingin lawan paling sulit yang bisa mereka berikan.”

Dante Leon Kenta Iwamoto ONE Fight Night 42 10

Selengkapnya di Fitur

Sam A Gaiyanghadao Zhang Peimian ONE 169 36 scaled
Ali Saldoev Black Panther ONE Fight Night 23 20 scaled
Alexis Nicolas Regian Eersel ONE Fight Night 25 38 scaled
nongoasa
nabilrambo
Yonis Anane Riamu Matsumoto ONE Friday Fights 142 2 scaled
Nabil Anane Open Workout 7
Supergirl
Tye Ruotolo Shozo Isojima ONE 173 10 scaled
Enkh Orgil Baatarkhuu Fabricio Andrade ONE Fight Night 38 19 scaled
Japan's Ayaka Miura makes her way to the ring inside the Mall Of Asia Arena
Jackie Buntan vs Stella Hemetsberger 6 scaled