Fitur

5 Momen Tak Terlupakan Dari ONE 163

Roman Kryklia Iraj Azizpour ONE163 1920X1280 97 1200x798

Singapore Indoor Stadium kembali menjadi tuan rumah bagi para bintang terbesar ONE Championship dalam ajang ONE 163: Akimoto vs. Petchtanong pada Sabtu, 19 November lalu.

Aksi mulai memanas sejak kartu awal, dan tak pernah berkurang karena lima dari enam laga di kartu utama malam itu berakhir via TKO.

Para penggemar di “Kota Singa” menyaksikan penampilan luar biasa sepanjang malam, yang dipuncaki oleh Petchtanong Petchfergus yang melengserkan Hiroki Akimoto demi merebut gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing.

Berikut adalah kilas balik dari ajang ONE 163 dan lima sorotan terbaik dari malam penuh aksi keras di atas panggung dunia ini.

Kryklia Menangi Grand Prix Dengan Aksi Luar Biasa

Final Kejuaraan ONE Heavyweight Kickboxing World Grand Prix ini berlangsung seperti film olahraga ala Hollywood.

Laga itu menampilkan sebuah trilogi antara sepasang striker kuat yang masing-masing mencetak sebuah kemenangan dalam sepasang laga sebelumnya. Dan, di ONE 163, Juara Dunia ONE Light Heavyweight Kickboxing Roman Kryklia meraih keunggulan dalam rangkaian itu – serta sabuk perak turnamen ini.

Kemenangan itu tidak tiba tanpa sebuah drama tersendiri. Pemukul keras asal Iran Iraj Azizpour hampir saja menghentikan Kryklia pada akhir ronde pertama setelah sebuah knockdown keras atas kickboxer raksasa setinggi dua meter itu.

Namun, ini tak nampak menggemparkan Kryklia, yang maju dengan sangat agresif pada ronde berikutnya. Kombinasi serangan tanpa henti miliknya mampu mematahkan rivalnya, dan saat petarung unggulan Iran itu mulai memudar, atlet Ukraina ini memanaskan aksinya.

Saat Azizpour terdesak di Dinding Circle, Kryklia masuk ke posisi clinch dan menggoncangkannya dengan serangan lutut ke kepala sebelum memasukkan dengan kombinasi hook kiri-kanan yang menjatuhkannya ke atas kanvas.

Walau pria Iran itu menjawab delapan hitungan wasit, Kryklia segera merangkaikan sebuah penyelesaian yang menghentikan laga melalui kemenangan TKO pada menit 1:28 ronde kedua.

Kemenangan manis ini juga menjadi lebih indah lagi dengan sebuah pembalasan dendam. Kryklia mampu mengalahkan rival lamanya, meraih bonus penampilan senilai US$50.000, serta memasangkan sabuk perak itu dengan sabuk emas heavyweight kickboxing miliknya.

Izagakhmaev Hancurkan Aoki, Lanjutkan Misi Kejar Sabuk Emas

Saygid Izagakhmaev memang sangat ingin menantang Christian Lee demi sabuk emas MMA-nya sejak ia tiba di ONE Championship. Sabtu lalu, ia mungkin memastikan tiketnya menuju Kejuaraan Dunia dengan penyelesaian ronde pertama yang luar biasa atas mantan penguasa divisi Shinya Aoki.

Walau legenda MMA Jepang ini mengenai Izagakhmaev dengan berbagai tendangan kerasnya pada bel pembuka laga, pria Rusia ini menerjang maju dan berdiri tepat di hadapannya. Dengan membuat Aoki selalu bertahan, ia memposisikan dirinya di Dinding Circle dan tak membiarkan lawannya lepas.

Saat Aoki berdiri di hadapannya, Izagakhmaev meluncurkan pukulan overhand kanan keras yang menghancurkan “Tobikan Judan.” Serangan ground-and-pound itu berlanjut sampai aksi dihentikan.

Anak didik Khabib Nurmagomedov ini membawa catatan rekor profesionalnya menjadi 22-2 dengan TKO 86 detik ini. Dan, sementara ia juga meraih bonus penampilan senilai US$50.000, hadiah terbesar bagi Izagakhmaev mungkin adalah kesempatan meraih sabuk emas itu.

Aung La N Sang Kembali Dengan Penuh Gaya

Para penonton memberi dukungan luar biasa bagi Aung La N Sang sejak dia bergerak memasuki Circle. Dan, mantan Juara Dunia dua divisi ONE itu meninggalkan para penggemar dengan senyuman setelah mencetak kemenangan TKO ronde pertama yang empatik atas Yushin Okami.

“The Burmese Python” memamerkan teknik grappling yang jauh berkembang setelah sukses bertahan dari sebuah takedown di awal dan meraih kendali atas (top control). Namun, ia kembali berdiri dengan cepat sebelum melepaskan teknik terbaiknya – melontarkan serangan keras.

Saat Okami merasakan serangan panas itu keluar dari sarung tangan MMA milik Aung La N Sang, ia berusaha meraih sebuah percobaan takedown lainnya. Kali ini, ia dihadapkan dengan sebuah serangan lutut dari superstar Myanmar itu.

Mengetahui sang legenda Jepang ini terluka, Aung La N Sang melepaskan serangan ground-and-pound keras sampai wasit Herb Dean terpaksa menghentikan laga itu.

Kemenangan krusial tersebut menempatkan superstar ONE Championship ini kembali ke jalur kemenangan dan memberinya kenangan tak terlupakan setelah mengalahkan salah satu inspirasinya dalam MMA itu.

Woo Kejutkan Wakamatsu, Dapat Masuki Peringkat Flyweight

Jika Woo Sung Hoon semestinya menjadi laga loncatan bagi sang penantang #3 flyweight MMA Yuya Wakamatsu, seseorang memang lupa memberi tahu atlet Korea Selatan berbakat itu.

Wakamatsu sangat tenang saat ia melontarkan pukulan keras dari awal, namun ia segera mengetahui bahwa beradu serangan atas melawan “Dynamic” itu sama dengan bermain api. Saat “Little Piranha” maju, Woo mendaratkan pukulan straight kanan tajam yang memberinya keyakinan untuk maju.

Sejak saat itu, pria Korea Selatan ini memanas dan merangsek maju untuk melepaskan pukulan demi pukulan. Akhirnya, sebuah pukulan kiri keras membuat Wakamatsu kehilangan keseimbangan dan sesaat terjatuh ke atas kanvas.

“Dynamic” lalu melepaskan rangkaian serangan yang memaksa pejuang Jepang itu meraih takedown.

Namun, Woo tak hanya bertahan dari usaha lawannya – ia meraih punggung Wakamatu. Dan, ketika sang mantan penantang gelar Juara Dunia ONE Flyweight itu mencoba mementahkannya, pengendalian atas atau top control milik “Dynamic” membuatnya mampu mengamankan posisi mount.

Kemampuan untuk menjaga posisi melawan penantang di peringkat atas ini menjadi apa yang dibutuhkan Woo demi menyelesaikan laga. Setelah ground-and-pound keras, wasit Olivier Coste menghentikan aksi dan memberi pria Korea Selatan itu kemenangan tegas dalam divisi penuh bintang ini.

Bianca Basilio Beri Kesan Dalam Debut Dominan Di ONE

Legenda BJJ Bianca Basilio mencetak dampak besar dalam debutnya bersama ONE setelah ia meraih submission via rear-naked choke atas Milena Sakumoto dalam waktu 42 detik di laga strawweight submission grappling mereka.

Kemenangan cepat ini memperkenalkan sang Juara Dunia ADCC itu pada para penonton global ONE dengan cara luar biasa.

Sakumoto mengincar kaki lawannya pada awal laga, dan itu terbukti menjadi kesalahan besar. Wanita asal Brasil ini bertahan dari percobaan tersebut dan meraih punggung lawannya dalam scramble pertama mereka.

Saat Basilio berada dalam posisinya, submission itu pun segera mengikuti. Melalui kemenangan dominan ini, wanita berusia 26 tahun itu meraih bonus penampilan senilai US$50.000 dan segera mengumumkan dirinya sebagai unggulan divisi strawweight submission grappling wanita.

Terlebih lagi, perwakilan Almeida Jiu-Jitsu ini memang mengincar awalan yang signifikan. Basilio kini memiliki 96 kemenangan profesional, dan dengan beberapa penampilan impresif lainnya, angka 100 sangat mungkin tiba di dalam Circle ONE Championship.

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.