Berita

Paul ‘The Great King’ Lumihi Siap Bertukar Serangan Di Manila

7 Nov 2019

Paul “The Great King” Lumihi telah mempersiapkan diri untuk bangkit dan meraih kemenangan pada laga berikutnya dalam ajang ONE: MASTERS OF FATE.

Juara Featherweight OPMMA Indonesia sebanyak lima kali ini telah merombak kembali caranya melatih diri untuk menunjukkan kemampuannya dalam striking.

Paul "The Great King" Lumihi

Atlet yang lahir di Manado, Sulawesi Utara, ini akan kembali menunjukkan kemampuannya dalam pertandingan seni bela diri campuran divisi bantamweight yang akan terselenggara di Mall of Asia Arena di Manila, Filipina.

Pria yang mewakili Gorilla Fight Club ini akan bertemu dengan atlet tangguh asal Tiongkok “The Underdog” Li Kai Wen, yang mahir dalam striking maupun gulat.

“Saya sudah melihat [kemampuan] lawan saya, ia juga seorang spesialis striking,” jelas Paul.

“Saya harus berani menghadapi lawan dan bertukar pukulan dengannya.”



Walaupun begitu, “The Great King” tidak gentar menghadapi lawan yang memiliki pengalaman bertanding lebih banyak dari dirinya. Meski berusia tujuh tahun lebih muda, Li telah menorehkan catatan luar biasa dalam dunia bela diri.

Atlet berusia 24 tahun asal Tianjin ini memang hanya unggul dua laga dibandingkan dengan Paul jika dilihat dari torehan laga profesional dalam dunia seni bela diri campuran. Ia telah menorehkan rekor 9-4, sedikit diatas Paul yang memiliki rekor 8-3. Namun, pria yang juga merupakan Juara Turnamen ONE Featherweight Beijing pada tahun 2014 ini memiliki rekor impresif dalam dunia gulat.

Ia telah memenangi 50 laga gulat dan hanya menderita 8 kekalahan.

Meski demikian, “The Great King” mengaku telah mempersiapkan sebuah strategi untuk menghadapi “The Underdog”

“Saya lihat lawan saya bermain dengan cepat dalam pertandingan. Tapi yang saya lihat, dia tidak dapat bermain dengan lama dan cepat kelelahan,” ungkap Paul.

Keunggulan dari segi daya tahan tubuh serta stamina akan menjadi faktor penentu dari hasil akhir pertandingan. Bagi Paul, dua hal tersebut akan menjadi kunci baginya untuk mengalahkan sang rival.

Ia telah memberikan perhatian khusus untuk memperkuat fisiknya agar mampu bertahan ketika mengalami serangan. Tak hanya itu, ia pun berlatih keras meningkatkan kardio agar tidak mudah lelah dan bisa tampil all-out selama tiga ronde penuh.

Paul menyadari betul kemampuan komplet sang lawan dan ia harus cepat bertransisi dari atas ke bawah jika laga berlangsung di atas kanvas. Untuk itu, kemampuan yang ia miliki dalam ranah ground juga menjadi hal yang telah ia asah.

“Saya akan melihat situasi [dalam pertandingan] dulu. Jika saya kewalahan dalam bertukar striking, saya akan mencoba membawanya ke kanvas. Semua itu tergantung situasi,” ungkapnya.

“The Great King” mengaku akan meluncurkan berbagai macam serangan seperti pada masa kejayaannya yang sempat tak terkalahkan dalam ranah domestik selama tiga tahun.

Sebagai salah satu hero Indonesia di panggung dunia, ia bertekad untuk memberikan sebuah laga sulit bagi lawan. Begitu ada kesempatan untuk melakukan sebuah penyelesaian, Paul bisa sangat berbahaya.

Baca juga: 5 Alasan Wajib Menyaksikan ONE: MASTERS OF FATE

Manila | 8 November | MASTERS OF FATE | TV:  SCTV pada hari Sabtu, 9 November, pukul 23:30 WIB | Tiket: http://bit.ly/onefate19 | Media Sosial: ONE Championship Indonesia