Mantan Juara Belingon Lihat Jhanlo Sangiao Mampu Raih Puncak

Filipino MMA fighter Jhanlo Sangiao poses at Team Lakay

Remaja 19 tahun bernama Jhanlo Mark “The Machine” Sangiao memikul beban dari ekspektasi luar biasa di pundaknya bahkan sebelum ia memasuki Circle ONE Championship.

Sebagai anak lelaki dari pelatih kepala dan pendiri Team Lakay, Mark Sangiao, pria muda Filipina ini harus memberi bukti nyata dalam banyak hal.

Ia pun akan mendapatkan kesempatan untuk memberi kesan luar biasa pada para penggemar di seluruh dunia saat ia menghadapi Paul “The Great King” Lumihi dalam laga bantamweight bela diri campuran di ONE: WINTER WARRIORS II pada Jumat, 17 Desember ini.

Sementara karier Sangiao masih berada di tahapan awal kariernya, mantan penguasa divisi bantamweight dan veteran Team Lakay Kevin “The Silencer” Belingon – yang akan melawan “Pretty Boy” Kwon Won Il dalam laga pendukung utama Jumat ini – meyakini bahwa pemuda fenonenal itu akan dapat mengikuti jejaknya.

“Ia sangat bagus. Ia kuat dan saya tahu ia memiliki kesempatan besar menjadi Juara Dunia ONE Bantamweight di masa depan karena saya melihat kemampuan dan etos kerja dalam dirinya,” tegas Belingon.

Sangiao menghabiskan seluruh hidupnya dengan dikelilingi seni bela diri, dimana ia berlatih dengan para kompetitor elite di bawah bimbingan ayahnya, maka langkahnya memasuki liga besar ini hampir tak terhindarkan.

Namun, bagi Belingon, ia masih melihat “The Machine” sebagai anak kecil yang menonton latihan mereka di sasana asal Baguio City itu.

“Beberapa waktu yang lalu, Jhanlo hanyalah seorang anak, yang cukup ramai, berlarian dan bermain,” kenang pria berusia 37 tahun itu.

“Saat kami mempelajari dan menilai laga-laga kami, ia akan selalu ada di sisi ayahnya, atau di sisi kami. Ia benar-benar bertumbuh dewasa di depan mata kami. Dan kini, ia ada di sini, berlatih bersama kami saat sparing. Sangat luar biasa melihat waktu berlalu.”

Latar belakang Sangiao ini hanya berarti dirinya selalu memiliki dasar yang kuat dalam MMA, dan kesempatan unutk berlatih dengan para Juara Dunia telah membantu perkembangan luar biasanya itu.

Nilai-nilai yang ia pelajari menjadi sangat alami bagi bintang baru itu, yang memiliki catatan rekor profesional 3-0 jelang debutnya bersama ONE. “The Silencer” meyakini bahwa inilah bagian besar yang akan memberi kesuksesan luar biasa bagi sang remaja ini bersama “The Home of Martial Arts.”

“Pelatih [Mark] benar-benar memiliki sistem yang bagus bagi dirinya, dimana ia dibesarkan dengan baik. Saya kira Jhanlo akan meneruskan warisan dari ayahnya karena ia didisiplinkan dengan sangat baik,” tegas Belingon.

“Ia benar-benar memiliki sikap yang hebat. Penampilannya, kemampuannya – Jhanlo bahkan lebih lengkap lagi sekarang karena sikapnya dalam latihan itu sangat baik.”



Sikap yang baik adalah bagian terbesar dari teka-teki dalam olahraga tarung, namun veteran Filipina ini juga mengetahui bahwa kemampuan menyeluruh akan menjadi krusial bagi “The Machine” untuk mencapai puncak.

Sejauh ini, hal itu tak nampak menjadi permasalahan bagi atlet muda ini. Sangiao memiliki dua submission dan sebuah KO dalam tiga laga profesionalnya, dan sementara terdapat banyak ruang untuk berkembang, pria berjuluk “The Silencer” ini yakin bahwa hal itu akan tiba dengan pengalamannya yang bertambah.

“Saya yakin bahwa ia adalah petarung yang lengkap. Ia memiliki berbagai persenjataan. Ia dapat menyerang di atas, dan ia dapat memukuli anda di ground. Ia yakin ke mana pun laga ini beralih. Ini menjadi hal yang besar bahwa ia bertumbuh besar dengan berlatih bersama kami. Ia selalu ingin belajar,” jelas Belingon.

“Masa depannya dalam divisi bantamweight akan menjadi hebat. Ia memiliki kesempatan besar untuk menjadi juara. Karena ia masih sangat muda dan ia memiliki berbagai kemampuan yang tajam.”

“Ia harus menambahkan lebih banyak teknik lagi, namun untuk saat ini, seluruh tekniknya itu cukup. Ia hanya harus bertarung lebih banyak dan menang lebih banyak lagi.”

Dengan Sangiao dan Stephen “The Sniper” Loman yang mengawali perjalanan mereka di ONE Jumat ini, Belingon yakin bahwa berbagai hal besar akan tersedia bagi sasananya dalam organisasi bela diri terbesar di dunia ini.

“Saya dapat membayangkan bahwa masa depan Team Lakay akan menjadi jauh lebih baik karena kita dapat melihat penampilan dari rekan-rekan satu tim kami dan penampilan kami, yang terus berkembang,” tambahnya.

“Dan juga, lebih banyak anak muda yang bergabung dengan kami. Mereka sudah berkembang. Terdapat potensi besar bagi Team Lakay untuk kembali menghasilkan para Juara Dunia dalam waktu dekat.”

Baca juga: Stephen Loman Terinspirasi Eduard Folayang Untuk Raih Puncak

Selengkapnya di Fitur

Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE 167 78
DUX 1183
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 36
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 28
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Tawanchai PK Saenchai Superbon Singha Mawynn ONE Friday Fights 46 123 scaled
Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 34
MasaakiNoiri 1200X800 1
Katsuki Kitano Halil Kutukcu ONE Friday Fights 38 25
Jo Nattawut Luke Lessei ONE Fight Night 17 84 scaled