Bela Diri Campuran

Nurul Fikri Siapkan Kejutan Dalam Laga Debut Hadapi Sunoto

Terkadang seseorang tidak pernah tahu kapan kesempatan emas akan datang dalam hidupnya. Seperti halnya yang saat ini terjadi dalam hidup atlet seni bela diri campuran asal Indonesia, Nurul Fikri.

Pada Jumat, 7 Februari, pria asal Bekasi yang memiliki dasar bela diri taekwondo ini akan menjalani tantangan terbesar dan juga sebuah kesempatan emas dalam hidupnya.

Ia akan tampil dalam ajang ONE: WARRIOR’S CODE di Istora Senayan Jakarta dengan menghadapi atlet veteran Indonesia, ”The Terminator” Sunoto, dalam kontes Catch Weight 68 kg.

“Saya senang sekali mendapatkan kesempatan untuk melawan bang Sunoto,” tutur atlet berusia 22 tahun ini.

“Saya baru dihubungi untuk laga ini seminggu lalu. Kebetulan saya juga sedang melakukan persiapan untuk menghadapi pertandingan lainnya, jadi saya dalam kondisi yang sangat baik.

“Saya senang sekali dengan kesempatan berlaga di ONE Championship.”

Baginya, Sunoto bukanlah nama asing. Ia dan “The Terminator” kerap berlatih bersama.

Walaupun terkadang menjadi mitra tanding, ia memastikan laga nanti tidak akan berlangsung santai seperti persahabatan keduanya di luar Circle.

“Ini merupakan kebanggaan bagi saya bisa bertanding melawan atlet senior seperti Sunoto, dimana sebelumnya kita pernah berlatih bersama. Dalam laga ini, kita berdua harus profesional. Saya akan mengerahkan segalanya dalam pertandingan ini,” ungkap atlet asal Gracie Barra Indonesia / Bhagasasi Gym ini.



Sunoto bukanlah sosok asing dalam dunia seni bela diri tanah air. Pria berusia 35 tahun ini merupakan juara WKF Indonesia dan telah mengantongi rekor profesional 11-7 dalam sepanjang kariernya di dunia bela diri campuran. Angka ini merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.

“The Terminator” juga dikenal memiliki kemampuan yang lengkap baik saat duel striking maupun ground. Ia telah mengoleksi dua kemenangan KO/TKO serta empat kemenangan lewat kuncian.

Fikri tentu mengerti akan potensi ancaman yang Sunoto miliki, dan ia mengaku telah menyiapkan strategi jitu untuk mengatasi perlawanan atlet asal Terminator Top Team/IndoGym tersebut.

Dengan kemampuan striking serta grappling yang ia miliki, juara Copa de Malaysia No-Gi ini mengaku siap saat laga berlangsung dalam posisi stand up maupun saat duel ground.

“Saya akan melihat kesempatan yang ada dalam laga tersebut. Saya tahu Sunoto mempunyai takedown bagus, shoot takedown tajam, dan penempatan posisi saat ground pun sangat baik,” ungkapnya.

Pria kelahiran Jakarta, 22 tahun silam ini mengawali karier bela dirinya lewat disiplin bela diri taekwondo. Selepas menamatkan Sekolah Menengah Atas (SMA), Fikri menambahkan Muay Thai serta Brazilian Jiu-Jitsu ke dalam resumenya.

Selain aktif sebagai praktisi olahraga bela diri campuran, ia juga aktif bertanding sebagai atlet Brazilian Jiu-Jitsu dibawah asuhan Professor Alisson Braga dari sasana Gracie Barra. Ia juga merupakan pemegang sabuk hitam taekwondo dan sabuk biru Brazilian Jiu-Jitsu.

Ia percaya dengan pengalaman yang dimilikinya, dan bukan tidak mungkin dirinya bisa tampil mengejutkan dan menorehkan kemenangan dalam laga debut di panggung dunia ONE Championship.

“Jadi awalnya mungkin saya akan bermain striking. Tetapi ketika kena takedown, saya tak gentar,” pungkasnya.

Baca juga: Demi Yulianto Tinggalkan Zona Nyaman Untuk Wujudkan Mimpi