Tips Dan Trik

Fajar ‘Macho’ Bongkar Rahasia Teknik Single Leg Takedown Andalannya

Bagi para superstar yang tampil bersama ONE Championship, sebuah teknik atau jurus andalan menjadi hal yang sangat mendasar demi meraih kemenangan dalam sebuah laga.

Hal ini terbukti dengan beberapa kemenangan luar biasa dari Juara Dunia ONE Featherweight Martin “The Situ-Asian” Nguyen, misalnya, melalui pukulan overhand kanan dan serangan lutut di udara ciri khasnya, atau kuncian armbar andalan mantan Juara Dunia ONE Lightweight Shinya “Tobikan Judan” Aoki.

Terdapat pula teknik individu yang dipopulerkan oleh para superstar ONE lainnya, seperti kuncian bernama “Passion Lock” dari Joshua “The Passion” Pacio, yang dimodifikasi dari sebuah teknik kuncian dasar, atau Jenny Huang yang mendapatkan julukan “Lady GoGo” lewat kuncian gogoplata yang sangat jarang ditemui.

Hal ini juga berlaku bagi Fajar “Macho,” atlet divisi flyweight Indonesia yang berasal dari Tangerang, Banten.

Ia kerap menggunakan teknik andalannya demi meraih berbagai kemenangan yang membawanya menjadi juara OPMMA Bantamweight dan debut promosionalnya bersama “The Home of Martial Arts” pada ajang ONE: WARRIOR’S CODE di Istora Senayan, Jakarta, tanggal 7 Februari lalu.

Teknik andalan peraih medali emas sambo di gelaran SEA Games 2019 ini bukanlah sebuah pukulan keras ataupun kuncian impresif, melainkan sebuah teknik single-leg takedown. Dalam debutnya bersama organisasi bela diri terbesar di dunia ini, “Macho” menggunakan gerakan takedown ini guna menetralisir teknik striking yang diusung oleh Egi Rozten.



Dalam laga malam itu, mantan pegulat nasional ini menggunakan teknik andalannya ini demi menyeret Egi ke atas kanvas, dimana ia mampu meraih posisi atas dan melancarkan rangkaian ground and pound keras yang menyulitkan lawannya – sebelum ia meraih kemenangan TKO impresif pada ronde pertama.

Kini artikel ini, pemegang catatan rekor profesional 4-1 ini membongkar resep dari teknik andalannya ini. Tidak lupa, ia juga memberi saran untuk bertahan dari jurus favoritnya ini.

ONE Championship: Dalam semua laga yang anda lakoni, anda sering melancarkan teknik single-leg takedown. Kenapa anda kerap menggunakan teknik bantingan ini?

Fajar: Saya sudah terbiasa melancarkan teknik single leg takedown [sejak masih menjadi atlet gulat]. Biasanya, saya akan memancing dengan teknik double leg, dan kalau memang tidak sukses, saya langsung beralih ke single-leg. Menurut saya, teknik double-leg takedown itu lebih berat, karena lawan lebih mudah untuk bertahan. Namun, terkait dengan single-leg, menurut saya akan lebih sulit untuk ditahan.

ONE:  Apa rahasia anda dalam mengeksekusi teknik single-leg takedown dengan efektif dan efisien?

F: Saya [telah lama] bermain gulat gaya bebas. Jika ditanya bagaimana rahasianya, saya hanya terbiasa menggunakan teknik single-leg takedown sejak masih aktif di kompetisi gulat nasional.

Biasanya, saat saya mengeksekusi single-leg takedown dalam laga bela diri campuran, saya akan merapatkan lawan saya ke ujung Circle – karena akan lebih sulit menggunakan teknik ini di tengah Circle. Pada dasarnya, hal ini akan sama seperti saat kita mengeksekusi kombinasi pukulan dalam disiplin tinju.

Kita harus memfokuskan perhatian lawan pada satu teknik, lalu memperdaya mereka dan menggunakan [teknik] pukulan lain. Begitu pula di dalam gulat, dimana saya mengalihkan fokus lawan dengan mengambil teknik double-leg takedown sebelum beralih ke single leg.

ONE: Bagaimana cara melatih teknik single-leg takedown seperti yang anda miliki?

F: Intinya adalah berlatih terus menerus. [Lakukan banyak] repetisi. Biasanya, saya akan melatih [drill] teknik tersebut selama 100 kali dalam sehari, atau kalau bisa jumlahnya lebih dari itu. Sebagai tambahan, kita juga harus mencari ‘feel’-nya saat melatih teknik tersebut, supaya kita menemukan penempatan waktu yang tepat ketika mengeksekusi single-leg takedown.

ONE: Anda mendeskripsikan dengan detail bagaimana cara mengeksekusi single-leg takedown. Pertanyaan terakhir, adakah tips dari anda untuk menghentikan teknik tersebut?

F: Menurut saya, cara mempertahankan diri dari teknik single-leg takedown itu berbeda dengan saudaranya, double-leg. Kita dapat tetap menggunakan sprawl, namun gerakannya lebih menyerupai teknik split, dimana kita juga melemparkan kaki ke samping, bukan ke belakang.

Serta, jangan lupa untuk mengendalikan lengan lawan saat melakukan sprawl, atau yang dinamakan dengan teknik ‘double under hook’ dalam istilah gulat.

Baca juga: Mengapa Hari-Hari Terberat Christian Lee Masih Ada Di Depan Mata