Martin Nguyen Vs. Garry Tonon: 4 Kunci Kemenangan Dalam Aksi Featherweight MMA Krusial Di ONE 165

Tonon and Martin Nguyen for Keys to Victory

Memang wajar untuk mengadu dua gaya bertarung yang berbeda dalam seni bela diri campuran, namun saat Garry “The Lion Killer” Tonon bertemu dengan Martin “The Situ-Asian” Nguyen di ONE 165: Superlek vs. Takeru, garis pembeda itu akan menjadi sangat jelas.

Laga featherweight MMA dengan pertaruhan yang sangat besar ini menjadi saksi saat grappler yang paling ditakuti menghadapi pencetak KO terbaik dalam divisi ini di Ariake Arena, Tokyo, Jepang, hari Minggu, 28 Januari.

Walau tujuan utama Tonon dan Nguyen untuk laga ini memang sangat jelas, usaha mencapai hal itu takkan mudah saat masing-masing petarung kelas dunia ini berusaha menerapkan permainan mereka atas lawannya.

Berikut adalah empat kunci kemenangan terbesar yang dapat menjadi pembeda saat kedua penantang teratas featherweight ini beradu demi sebuah kesempatan lain merebut sabuk emas itu.

#1 Tonon Menutup Jarak Dengan Segala Cara

Tonon adalah pegulat yang sangat kompeten, tetapi ia tak membatasi diri dengan hanya meraih posisi atas melalui takedown-nya. Ia mempersiapkan double-leg di belakang pukulannya, tetapi kemampuan sprawl Nguyen memang kuat dan cukup sulit untuk dilewati.

“The Lion Killer” harus menjaga semangatnya jika percobaan awal itu dimentahkan, karena kemampuan scrambling-nya itu memang tak tertandingi, dan ia sama berbahayanya saat beraksi dari atas punggung.

Tonon dapat memadukan serangannya jika ia terkena sprawl, dimana ia mencari celah untuk meraih punggung Nguyen atau cara alternatif demi menyelesaikan laga dari posisi atas.

Namun, master kuncian kaki ini juga dapat melakukan pull guard dari percobaannya yang gagal – atau bahkan saat ia mencoba menggunakan percobaan itu sebagai pancingan – agar ia dapat menerapkan kaitan kakinya.

Jika Tonon melakukan kontak dan membiarkan itu lewat begitu saja, ia akan harus menggunakan banyak energi untuk menutup jarak sekali lagi. Maka, saat ia sudah mendekati “The Situ-Asian,” ia harus mencoba untuk menghalangi lawannya mundur.

#2 Tendangan Keras Nguyen Ke Paha Lawan

Kegemaran Nguyen adalah sesedikit mungkin melayani permainan grappling Tonon – dan untuk melakukan itu, ia harus menjaga jarak dengan lawannya.

Salah satu cara terbaik untuk mencapai hal ini adalah dengan tendangan paha yang menyakitkan itu.

Mantan penguasa dua divisi MMA ini memiliki akurasi luar biasa dengan serangannya, dan itu akan menguntungkan saat melawan “The Lion Killer” untuk berbagai alasan.

Pertama, seperti yang ditunjukkan Nguyen saat melawan Narantungalag Jadambaa, itu dapat membatasi kemampuan lawan untuk menempatkan berat badan di kaki depan mereka, atau bahkan menghilangkan sepenuhnya. Jika Tonon tak dapat mempersiapkan takedown, itu akan membuat serangan semakin sulit.

Ini juga menjadi tendangan dengan risiko terkecil yang dapat digunakan petarung Vietnam-Australia itu. Arah serangan rendahnya membuat itu sangat sulit ditangkap, dan jika Tonon memang mencoba mencengkeram itu, ia akan membuka kepalanya untuk serangan besar lawan.

Akhirnya, jika pria Amerika ini jera menempatkan berat badannya di kaki depan karena terkena tendangan Nguyen, ia akan harus lebih lama berada dalam jarak serang favorit rivalnya.

#3 Pengendalian Ground Milik Tonon

Karena memasuki jarak serang Nguyen memang sangat berbahaya, Tonon akan harus menyeret rivalnya ke pertarungan ground.

Beruntung, legenda BJJ ini memiliki kemampuan dominan di atas kanvas untuk mengendalikan dan menyerang lawan.

Permainan atasnya sangat kuat, dengan ground-and-pound keras untuk membuka kesempatan melakukan pass guard ke posisi yang lebih menguntungkan. Ia sulit digoyahkan dari posisi side control atau full mount, dan sangat lihai saat meraih punggung lawan.

Tonon memang dikenal sebagai “The Lion Killer” berkat kemampuan teknisnya untuk mengunci leher lawan dari belakang, dan ia akan sangat yakin untuk meraih penyelesaian bahkan jika mendapatkan setengah dari kesempatan biasanya.

Sebagai perlindungan tambahan, ia memang selalu unggul di atas lawan-lawannya dalam scramble jika striker rivalnya itu dapat menciptakan jarak untuk melepaskan diri.

#4 Pukulan Dahsyat Nguyen

Nguyen hanya membutuhkan sepersekian detik untuk mengubah arah laga secara drastis dengan berbagai pukulan dahsyat miliknya.

“The Situ-Asian” berada di puncak dengan tujuh kemenangan KO dalam divisi featherweight MMA ONE, dan ia memiliki 10 KO secara keseluruhan dalam kariernya.

Ia memiliki kekuatan alami untuk membungkam lawan saat pukulan kerasnya mendarat, terutama jika itu berasal dari overhand kanan andalannya.  

Nguyen membawa itu sebagai serangan balasan dengan sangat baik, tetapi ia juga dapat menekan maju di belakang jab-nya.

Hook kirinya juga menjadi senjata yang sangat kuat jika diarahkan ke kepala atau tubuh, maka Tonon akan harus mewaspadai banyak hal jika ia mencoba menutup jarak.

Akhirnya, Nguyen dapat menjadi sangat sabar dan tak beraksi liar sampai ia melukai lawannya, yang sangat berguna saat serangan yang terlalu jauh dapat menyebabkan dirinya terkena takedown.  

Selengkapnya di Fitur

Nico Carrillo Saemapetch Fairtex ONE Fight Night 23 40
Muangthai PK Saenchai Nico Carrillo ONE Friday Fights 22 38
Ok Rae Yoon Lowen Tynanes ONE Fight Night 10 68
Alibeg Rasulov
Luke Lessei Eddie Abasolo ONE Fight Night 19 49
Jonathan Di Bella Danial Williams ONE Fight Night 15 16 scaled
Liam Superlek
Superlek and Kongthoranee Smiling ONE Championship
Jonathan Di Bella Danial Williams ONE Fight Night 15 38 scaled
Luke Lessei Eddie Abasolo ONE Fight Night 19 6 scaled
Reinier de Ridder Anatoly Malykhin ONE 166 14 scaled
Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137