Narantungalag
Jadambaa

"Tungaa"

Tinggi
170 CM
Batas Berat Badan
70.3 KG
Tim
Team Tungaa
Dari
Mongolia
Tinggi
170 CM
Batas Berat Badan
70.3 KG
Tim
Team Tungaa
Dari
Mongolia

Tentang

Mantan Juara Dunia ONE Featherweight Narantungalag Jadambaa tumbuh besar sebagai anak tertua dari lima bersaudara dan selalu memiliki keinginan untuk melindungi orang-orang terdekatnya. Setelah jatuhnya Uni Soviet, kehidupan di Mongolia menjadi sangat berat dan berbagai pelaku kriminal mengincar keluarganya, yang menyebabkan dirinya masuk ke berbagai perkelahian.

Untuk menjaga dirinya dari keributan, seorang guru menyarangkan dirinya untuk mempelajari disiplin judo dan latihan tersebut mengubah Narantungalag. Ia jatuh cinta pada seni bela diri tersebut dan juga mempelajari Karate Kyokushin, dimana ia mendapatkan nama dari kekuatan dan ketahanan dirinya selagi ia memenangkan beberapa turnamen nasional di Mongolia. Ini membawanya pindah ke Jepang demi karir bela dirinya, dimana ia menghadapi beberapa nama terkuat dalam dunia kickboxing.

Narantungalag kembali ke Mongolia sebagai atlet bela diri yang lebih baik setelah ia menambahkan Brazilian Jiu-Jitsu dan grappling ke dalam latihannya. Ia lalu memasuki karir dunia bela diri campuran yang sukses, memenangkan laga di Asia untuk merebut gelar Kejuaraan Legend Lightweight. Itulah pertama kalinya sebuah tragedi melandanya, karena ibunya meninggal setelah menderita kanker. Kehilangan tersebut mempengaruhi Narantungalag, dan ia pun ingin menghormati kenangan atas ibunya dengan menjadi seorang Juara Dunia. Ia meraih pencapaian tersebut pada tahun 2014, dengan merebut gelar Juara Dunia ONE Featherweight untuk memastikan posisinya sebagai salah satu praktisi bela diri terbaik dalam eranya.