Perjalanan Inspirasional Dari Martin ‘The Situ-Asian’ Nguyen

Martin Nguyen 006_SB_ONE_180817_KL_DSC_5895 Kopie

Juara Dunia ONE Featherweight Martin “The Situ-Asian” Nguyen akan menjalani laga pertahanan gelar Juara Dunia di ajang ONE: ROOTS OF HONOR, Minggu, 12 April, di Manila, Filipina.

Superstar Vietnam-Australia ini ingin memulai tahun 2019 yang luar biasa dengan memastikan posisinya di puncak divisi featherweight. Demi melakukan itu, ia akan harus mengalahkan mantan pemegang gelar Narantungalag “Tungaa” Jadambaa dalam laga utama.

Sebelum pria berusia 30 tahun ini mencetak penampilan kembali di Mall Of Asia Arena, simak perjalanannya menuju puncak dunia bela diri.

Komunitas Yang Erat

A World Champion dad!

A World Champion dad!Manila | 27 July | LIVE and FREE on the ONE Super App: http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast | Tickets: http://bit.ly/onekings18

Posted by ONE Championship on Saturday, July 21, 2018

Bertumbuh dewasa di Liverpool, New South Wales, Nguyen dibesarkan dalam komunitas warga Vietnam yang erat, dimana mereka pergi dari negaranya, melalui Malaysia dan akhirnya berdiam di Australia.

Orang tuanya, serta banyak lagi dari lingkungan mereka, meninggalkan negara Asia Tenggara tersebut setelah Perang Vietnam berakhir pada era 1970an, serta membangun kehidupan baru bersama-sama.

“Orang-orang di pemukiman lokal dan para tentangga yang telah masuk sangatlah erat. Mereka bertahan sebagai sebuah kelompok besar dan menciptakan sebuah komunitas di sini,” kenangnya.

“Maka, pada dasarnya, semua orang di dalam komunitas ini bukanlah paman, bibi dan sepupu berdasarkan keturunan. Mereka adalah teman-teman dari keluarga, namun saya masih menganggap mereka sebagai paman, bibi dan sepupu, karena mereka bertahan bersama-sama.”

Dengan jaringan pendukung yang kuat di sekelilingnya, Nguyen memiliki dasar yang stabil untuk bertumbuh dewasa dan menemukan jalurnya sendiri di dunia. 

Namun, “The Situ-Asian” memang cukup nakal saat ia kecil. Ia mengaku suka mencari keributan di rumah dan sekolah, namun ia menemukan disiplin melalui rugby dan bahkan bergabung dengan tim junior yang terkenal.

Seluruh jejak dari kenakalannya itu hilang sepenuhnya saat ia bertemu calon istrinya, Brooke, dan akhirnya mereka memiliki dua anak.

Dari Rugby Ke Seni Bela Diri

Tag a friend who needs to watch "The Situ-Asian" in action

Tag a friend who needs to watch Martin "The Situ-Asian" Nguyen in action!Download the ONE Super App now 👉 http://bit.ly/ONESuperApp

Posted by ONE Championship on Monday, December 10, 2018

Setelah menderita beberapa cedera, Nguyen berhenti bermain rugby dan akhirnya menumpuk berat badan yang tak diinginkan.

Untuk kembali ke bentuk badan semula, ia mengunjungi KMA Top Team pada tahun 2010 dan memulai perjalanannya dalam seni bela diri.

“Saya mulai mengikuti kelas BJJ setelah kelebihan berat badan,” katanya. “Disiplin yang diterapkan seni bela diri berada di tingkatan yang berbeda, dibandingkan olahraga kontak penuh seperti liga rugby.”

Nguyen segera terpincut oleh Brazilian Jiu-Jitsu, dan jiwa kompetitif yang ia miliki membawanya memasuki sebuah turnamen grappling.

Setelah meraih peringkat ketiga dalam turnamen perdananya ini, ia berkomitmen melanjutkan latihannya, bahkan bertransisi ke disiplin bela diri campuran.

Atlet Vietnam-Australia ini mengalami kesuksesan luar biasa dalam disiplin yang memadukan beberapa seni bela diri tersebut.

Ia merebut empat kemenangan beruntun sebelum mendominasi turnamen amatir perdananya. Satu tahun kemudian, dengan kemampuan yang berkembang dan meluas pesat, ia mengulangi pencapaiannya.

Walau ia awalnya berlatih dalam seni bela diri untuk mengembangkan kebugaran tubuhnya, “The Situ-Asian” menyadari bahwa ia menemukan sebuah sarana kompetitif lain sebagai seorang atlet.

“Itulah waktunya bagi saya untuk membawa kemampuan saya ke dalam arena, dan melihat apa yang dapat saya lakukan,” katanya.

Bertahan Dari Tragedi

Martin Nguyen honors his late father through his feats in and out of the cage. On 12 April, he looks to cement his place as the best featherweight in the 🌏

Martin "The Situ-Asian" Nguyen honors his late father through his feats in and out of the cage. On 12 April, he looks to cement his place as the best featherweight in the 🌏 Manila | 12 April | 7:00M | Watch on the ONE Super App: http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast | Tickets: http://bit.ly/onehonor19

Posted by ONE Championship on Wednesday, March 13, 2019

Setelah merebut gelar Juara BRACE Featherweight di November 2013, Nguyen berbagi momen luar biasa bersama ayahnya.

“The Situ-Asian” menunjukkan kepada sang kepala keluarga itu gelar kejuaraan yang dimenangkannya, dan wajah ayahnya itu pun bersinar dengan kegembiraan.

“Ayah saya melihat [ke sabuk itu]. Ia sangat senang dan berfoto dengan itu. Itu sangat luar biasa,” kenang Nguyen

“Dan ia pun berkata, ‘Baik, kamu sudah meraih sabuknya. Cukup. Berhentilah.’ Tak ada orang tua yang ingin melihat anak mereka cedera di dalam pertandingan atau apa pun itu, maka ia berkata, ‘Sudah cukup. Jangan lagi.’”

Itu menjadi pembicaraan terakhir antara Nguyen dan ayahnya.

Beberapa minggu setelah momen tersebut, ayahnya meninggal dunia. Setelah operasi transplantasi sum-sum tulang belakang, ia menderita radang paru-paru saat masa penyembuhan dan tak dapat pulih.

“Saya belum pernah mengalami kesulitan atau patah hati sampai saat itu, dan saya tak akan melupakan hari itu,” kata Nguyen. 

“Ia berada di Melbourne pada saat itu, maka saya terbang ke Melbourne untuk menengoknya. Segala sesuatu terjadi sangat cepat, dan ia pun tiada.”

“Saya bahkan tak sempat berbicara padanya, dan ada banyak hal yang saya harap dapat katakan padanya. Itu sangat menyedihkan.”

Sosok ayah yang hilang itu berdampak besar bagi “The Situ-Asian,” namun determinasinya untuk membanggakan ayahnya telah menjadi dorongan besar dalam karier bela diri campurannya sejak itu.

Gelar Juara Dunia Bersejarah

ONE Featherweight World Champion Martin Nguyen is BACK in action on 12 April! 🙌

ONE Featherweight World Champion Martin "The Situ-Asian" Nguyen is BACK in action on 12 April! 🙌Manila | 12 April | 7:00PM | LIVE and FREE on the ONE Super App: http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast | Tickets: http://bit.ly/onehonor19

Posted by ONE Championship on Friday, March 1, 2019

Nguyen mendapatkan kontrak bersama ONE Championship, dan merebut kemenangan submission dalam debut promosionanya pada November 2014.

Walau ia kalah saat menghadapi Marat “Cobra” Gafurov untuk sebuah kesempatan menjadi juara interim divisinya di bulan September 2015, ia kembali menerjang ke posisi teratas.

Setelah empat kemenangan beruntun pada ronde pertama, ia mencetak KO atas atlet Dagestani itu dalam sebuah laga ulang untuk merebut gelar Kejuaraan Dunia ONE Featherweight di ajang ONE: QUEST FOR GREATNESS, Agustus 2017.

Tiga bulan kemudian, ia mencetak sejarah dengan sebuah kemenangan KO atas bintang Filipina Eduard “Landslide” Folayang dengan pukulan overhand kanannya — teknik yang sama saat ia mengalahkan “Cobra” — di ajang ONE: LEGENDS OF THE WORLD untuk merebut sabuk emas divisi lightweight dan menjadi Juara Dunia dua divisi ONE yang pertama.

Walau sebuah cedera memaksanya mengosongkan gelar Kejuaraan Dunia ONE Lightweight bulan September lalu, “The Situ-Asian” kini telah pulih dan siap melanjutkan masa jayanya di divisi featherweight.

Nguyen akan mempertahankan gelarnya melawan Jadambaa pada tanggal 12 April, dan ia akan ingin membangun warisannya sebagai salah satu atlet paling menarik di “The Home Of Martial Arts.”

“Saat banyak orang berbicara tentang saya, saya ingin mereka mengatakan: ‘Pria itu telah menjalani laga-laga terberat selama kariernya, ia telah mengalahkan banyak orang dalam kondisi terbaik mereka, serta ia memiliki semangat juang yang tinggi,’” jelas atlet Vietnam-Australia ini.

“Itulah mengapa, saat sebuah laga tiba, saya membawa hati dan jiwa saya ke dalam itu.”

Selengkapnya di Fitur

Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE 167 78
DUX 1183
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 36
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 28
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Tawanchai PK Saenchai Superbon Singha Mawynn ONE Friday Fights 46 123 scaled
Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 34
MasaakiNoiri 1200X800 1
Katsuki Kitano Halil Kutukcu ONE Friday Fights 38 25
Jo Nattawut Luke Lessei ONE Fight Night 17 84 scaled