Bela Diri Campuran

Submission Terbaik Dalam Sejarah Perebutan Gelar ONE Championship

Beberapa spesialis submission terbaik dunia telah berkompetisi di dalam perebutan gelar Juara Dunia ONE Championship dan menampilkan kemampuan grappling mereka di saat terpenting.

Di depan para penonton yang memadati berbagai arena di Asia, mereka meraih sabuk emas Kejuaraan Dunia dengan kemampuan mereka mengendalikan dan mengunci rival mereka di atas kanvas.

Hal itu tidak mudah dilakukan – terutama saat melawan atlet elit di atas panggung dunia. Itu membutuhkan kemampuan, kesabaran dan ketenangan luar biasa, disamping berbagai elemen lain yang menjadikan mereka Juara Dunia sejati.

Kini, mari kita memasuki berbagai divisi yang ada dan melihat lebih dekat kemenangan submission terbaik dalam sejarah perebutan gelar Juara Dunia ONE Championship.

Submission Terbaik Dalam Perebutan Gelar ONE Light Heavyweight

Roger Gracie adalah salah satu praktisi Brazilian Jiu-Jitsu terbaik sepanjang masa, dan ia membawa kemampuannya yang luar biasa ke dalam Circle untuk perebutan gelar Juara Dunia ONE Light Heavyweight yang pertama di ajang ONE: ASCENT TO POWER pada bulan Mei 2016.

Hampir satu menit memasuki stanza pembuka, Gracie menjegal lawannya yang saat itu tak terkalahkan, Michal Pasternak, ke atas kanvas dan segera masuk ke posisi full mount — posisi andalannya. Pasternak mencoba mekepaskan diri dan memunggunginya, namun grappler yang berdiam di London ini melihat sebuah kesempatan.

Ia menyelipkan lengan kirinya memutari kepala lawannya asal Polandia itu dan memasukkan genggaman head-and-arm. Dari posisi tersebut, Gracie bergeser ke side control, menyarangkan kuncian arm-triangle choke, melakukan tekanan, dan membuat lawannya tak sadarkan diri hanya dalam beberapa detik.

Gracie meraih penyelesaian yang menjadi sorotan pada ronde pertama itu dan meninggalkan Singapore Indoor Stadium sebagai Juara Dunia ONE Light Heavyweight yang pertama.

Submission Terbaik Dalam Perebutan Gelar ONE Welterweight

Mantan pegulat Olimpiade Amerika Serikat Ben “Funky” Askren menggunakan kemampuan grappling-nya yang fenomenal hanya dalam beberapa detik memasuki laga pertahanan gelar Juara Dunia ONE Welterweight di ajang ONE: DYNASTY OF HEROES di Singapura, bulan Mei 2017.

Pada awal ronde pertama, juara bertahan ini melawan atlet sensasional asal Malaysia yang saat itu tak terkalahkan, Agilan “Alligator” Thani, ke atas kanvas dan memulai permainan gulatnya.

Thani nampak mendapatkan sedikit nafas saat ia melakukan scramble untuk kembali berdiri, tetapi atlet AS tersebut menyeretnya kembali ke atas kanvas dan mendaratkan kepalanya di bawah ketiak kanan pria asal Kuala Lumpur itu.

Askren membawa lengan kanannya ke bawah kepala “Alligator” dan melakukan cengkeraman palm-to-palm yang kuat. Lalu, ia dengan cepat memotong posisi half guard yang dilakukan Thani dan bergeser ke side control untuk melakukan sebuah submission dengan kuncian arm-triangle.

Submission Terbaik Dalam Perebutan Gelar ONE Lightweight 

Dalam sebuah laga antara dua ikon bela diri, Shinya “Tobikan Judan” Aoki berhadapan dengan Juara Dunia ONE Lightweight saat itu, Eduard “Landslide” Folayang, untuk kedua kalinya dalam ajang ONE: A NEW ERA di Tokyo, Jepang pada bulan Maret 2019.

Laga utama ini adalah sebuah pertandingan ulang yang akhirnya terjadi setelah dua setengah tahun, dimana legenda Jepang ini berdeterminasi tinggi meraih penebusan di depan penonton tuan rumah.

Hanya beberapa saat memasuki stanza pembuka, Aoki menghujani lawannya dengan serangan ke atas kanvas. Folayang membuat kesalahan taktis dengan mencoba menyerang kepala “Tobikan Judan,” yang membuat pahlawan lokal ini mampu menyelipkan diri melewati sikunya dan langsung menyerang dengan kuncian arm-triangle.

Aoki membebaskan kakinya, merendahkan pusat gravitasi tubuhnya untuk menambah tekanan pada cekikannya, kemudian membuat “Landslide” tertidur dan meraih kembali emas divisi lightweight.

Submission Terbaik Dalam Perebutan Gelar ONE Featherweight

We’re in for a masterpiece grappling showcase in Jakarta!

We’re in for a masterpiece grappling showcase in Jakarta!Jakarta | 20 January | TV: Check local listings for global broadcast | Facebook: Prelims LIVE | Twitter: Prelims + 2 main-card bouts LIVE | PPV: Official Livestream at oneppv.com | Tickets: bit.ly/onecourage18

Posted by ONE Championship on Friday, January 19, 2018

Satu tahun setelah kontes pertama mereka, Narantungalag “Tungaa” Jadambaa mengamankan beberapa kemenangan beruntun untuk meraih sebuah laga ulang dengan juara bertahan Marat “Cobra” Gafurov demi gelar Juara Dunia ONE Featherweight di ajang ONE: DEFENDING HONOR di Singapura, pada bulan November 2016.

Pahlawan Mongolia ini nampak tenang dalam pertukaran stand-up pada ronde pembuka, tetapi Gafurov memanfaatkan sebuah slip untuk mengambil kendali di posisi bawah.

“Tungaa” berusaha bertahan dan mementahkan beberapa serangan, namun saat “Cobra” memaksanya untuk memberikan punggungnya setelah serangkaian ground and pound keras dari posisi mount, itu adalah awal dari akhir laga ini.

Gafurov menyelipkan lengan kanannya di bawah leher, memastikan genggamannya, serta menekan untuk merebut kemenangan melalui kuncian rear-naked choke yang keenam berturut-turut.

Submission Terbaik Dalam Perebutan Gelar ONE Bantamweight

"The Flash" lights up Macao with a stunning finish.

Posted by ONE Championship on Wednesday, December 13, 2017

Juara Dunia ONE Bantamweight Bibiano “The Flash” Fernandes tetap mempertahankan posisinya dalam divisi ini saat ia mematahkan serangan Andrew Leone hanya dalam waktu dua menit di ajang ONE: KINGS & CONQUERORS di Makau, pada bulan Agustus 2017.

Atlet Brasil ini menekan Leone ke dinding Circle dan menjatuhkannya dengan sebuah serangan lutut keras ke arah tubuh. Ia segera menyusul dengan serangkaian pukulan, namun entah bagaimana, sang atlet Amerika Serikat ini bertahan.

Fernandes lalu memilih jalur yang lain. Ia dengan cepat mengamankan kuncian rear-naked choke dan memaksa lawannya melakukan tap-out – hanya dalam waktu 107 detik, tidak lebih – untuk mempertahankan emas bantamweight itu.

Submission Terbaik Dalam Perebutan Gelar ONE Flyweight

Adriano “Mikinho” Moraes telah menjadi kekuatan dominan dalam divisi flyweight sejak didirikan. Faktanya, ia meraih kemenangan dalam enam laga perebutan gelar Juara Dunia ONE Flyweight.

Atlet Brasil ini meraih salah satu kemenangan tersebut saat ia mencetak submission atas atlet muda berbakat asal Filipina, Danny “The King” Kingad, di tanah kelahiran lawannya itu dalam ajang ONE: LEGENDS OF THE WORLD pada bulan November 2017. 

Setelah saling menjajal kekuatan lawan, Juara Dunia ONE Flyweight ini membalas tendangan rendah atlet Filipina itu dan menyeretnya ke atas kanvas. Pemegang sabuk hitam BJJ itu mengincar posisi dominan untuk mendikte jalannya laga, dan saat Kingad berada di atas lututnya untuk berusaha melepaskan diri, “Mikinho” siap membendungnya.

Moraes dengan cepat bergerak ke arah punggung bintang Team Lakay itu, masuk ke posisi body-triangle, serta menerapkan sebuah kuncian rear-naked choke untuk menghancurkan rekor tak terkalahkan “The King” dan mempertahankan sabuknya.

Submission Terbaik Dalam Perebutan Gelar ONE Strawweight

Pada bulan November 2019, Juara Dunia ONE Strawweight Joshua “The Passion” Pacio dan kompatriotnya Rene “The Challenger” Catalan berlaga dalam pertandingan antar atlet Filipina di ajang ONE: MASTERS OF FATE, di hadapan para pendukung tuan rumah di Manila.

Penguasa divisi ini mementahkan percobaan takedown dari Catalan pada awal ronde kedua, serta membalikkan rekan senegaranya itu untuk mendarat di posisi atas. Ia sanggup melepaskan kakinya dari posisi half guard yang disarangkan “The Challenger” dan bergerak ke side control.

Pacio menanamkan kepalanya di ketiak rivalnya, serta beralih ke posisi mount dan mengamankan posisi head-and-arm. Dengan genggamannya berada di posisi yang diinginkannya, “The Passion” lalu turun ke posisi side control dan menekan penantang gelarnya ini sampai ia menyerah dari kuncian arm-triangle choke.

Submission Terbaik Dalam Perebutan Gelar ONE Women’s Atomweight

Juara Dunia ONE Women’s Atomweight “Unstoppable” Angela Lee menambah rekor submission yang dimilikinya saat ia memaksa penantang asal Brasil Istela Nunes menyerah dalam ajang ONE: DYNASTY OF HEROES di Singapura pada bulan Mei 2017.

Nunes mencoba menggunakan teknik Muay Thai untuk menjauhkan pahlawan lokal ini pada ronde kedua, namun “Unstoppable” menangkap sebuah tendangan dan membawanya ke atas kanvas. 

Saat atlet Brasil itu mencoba berdiri, Lee bergantung pada posisi front headlock dan mempersiapkan posisi untuk kuncian anaconda choke. Nunes mementahkan beberapa usaha Lee untuk menjatuhkannya, tetapi “Unstoppable” merubah taktik untuk menjegal lawannya ke atas kanvas.

Lee segera berada dalam posisi kuat untuk menyerang dengan choke. Nunes melakukan yang terbaik untuk mencegahnya, tetapi ratu divisi atomweight ini meningkatkan tekanan dan akhirnya memaksa lawannya untuk mengibarkan bendera putih.

Yang membuat kemenangan ini sangat impresif adalah fakta dimana atlet Singapura itu didiagnosa menderita pneumonia satu minggu sebelum laga. Terlepas dari itu, Lee masih dapat menang dan membuktikan bahwa dirinya benar-benar tak terhentikan, atau “Unstoppable.”

Baca juga: KO Terbaik Dalam Sejarah Perebutan Gelar ONE Championship