Fitur

11 Gambaran Luar Biasa Tentang Keindahan Seni Bela Diri

Dengan jajaran atlet yang terdiri dari seniman bela diri terbaik di Asia dan dunia, tidak mengejutkan bahwa penghormatan dan sportivitas tinggi selalu terjadi di dalam gelaran utama ONE Championship.

Lagipula, seluruh atlet yang luar biasa ini memang jelas membawa nilai-nilai bela diri terbaik yang memang menjadi dasar dari keberadaan organisasi ini.

Berikut adalah 11 contoh luar biasa dari nilai-nilai yang terlihat di dalam arena ONE Championship.

Garry Tonon Dan Shinya Aoki Di ONE: DYNASTY OF HEROES

Garry Tonon dan Shinya Aoki mencetak sejarah di Singapura, dengan berlaga di Laga Super Grappling perdana dari ONE di Singapore Indoor Stadium. Laga mereka tidak mengecewakan, dimana keduanya menampilkan permainan grappling kelas dunia yang membuat masing-masing individu ini terkenal di seluruh dunia.

Pada akhirnya, Tonon mampu menang dengan cara yang sangat empatik, dimana ia mencetak submission atas legenda Jepang itu dengan kuncian heel hook andalannya pada pertengahan ronde tunggal berdurasi 15 menit itu. Di balik kekalahannya, Aoki menunjukkan kelas dan kerendahan hati yang luar biasa saat ia mengangat tangan Tonon saat keduanya kembali berdiri.

Angela Lee Dan Mei Yamaguchi Di ONE: ASCENT TO POWER

Pada tahun 2016, Angela Lee mencetak sejarah dengan mengalahkan Mei Yamaguchi untuk merebut gelar Kejuaraan Dunia ONE Women’s Atomweight perdana dan menjadi Juara Dunia termuda dalam bela diri campuran. Itu benar-benar menjadi laga epik selama lima ronde yang segera menjadi salah satu kandidat untuk penghargaan ‘Laga Terbaik Tahun Ini’, walau laga ini berlangsung di bulan Mei.

Beberapa saat setelah sabuk itu diserahkan pada Lee, kedua pejuang ini berbagi momen emosional penuh air mata, mengetahui bahwa mereka telah menampilkan laga luar biasa dan mendorong batasan masing-masing.

Vitaly Bigdash Dan Aung La N Sang Di ONE: QUEST FOR POWER

Setelah lima ronde pertarungan keras demi gelar Kejuaraan Dunia ONE Middleweight, sang penantang Aung La N Sang dan sang penguasa divisi Vitaly Bigdash saling mengucapkan selamat di tengah arena untuk sebuah laga yang sangat luar biasa, serta untuk mengucapkan terima kasih pada pahlawan nasional Myanmar itu untuk mengambil laga ini dalam pemberitahuan singkat.

Setelah membalikkan sebuah penampilan dominan, Bigdash meraih kemenangan mutlak untuk mempertahankan sabuknya. Kini, keduanya akan sekali lagi bertemu dalam sebuah laga ulang epik di ONE: LIGHT OF A NATION tanggal 30 Juni.

Edward Kelly Dan Jordan Lucas Di ONE: UNION OF WARRIORS

Juara BRACE Bantamweight Jordan Lucas asal Australia berlaga setelah delapan kemenangan beruntun dalam debutnya bersama ONE Championship di Yangon, namun ia menghadapi tugas besar melawan atlet Filipina Edward Kelly dari Team Lakay yang terkenal.

Terlepas dominasinya pada pembukaan laga, Lucas memberi Kelly sebuah celah yang dimanfaatkan oleh atlet veteran Filipina itu dengan sebuah submission melalui kuncian rear-naked choke di ronde pertama. Kelly tidak segera merayakan kemenangannya itu, tetapi ia mengambil waktu untuk menghibur Lucas yang nampak kecewa.

Luis Santos Dan Igor Svirid Di ONE: TITLES & TITANS

Mantan Juara Dunia ONE Middleweight Igor Svirid turun ke divisi welterweight untuk menghadapi penantang teratas asal Brasil Luis Santos di Jakarta, dimana kedua atlet pencetak KO itu berlaga selama tiga ronde penuh menuju sebuah keputusan mutlak bagi Santos.

Setelah dinyatakan sebagai pemenang, Santos memastikan ia berterima kasih pada Svirid untuk sebuah laga yang luar biasa dan bahkan sempat tersenyum – sesuatu yang sangat langka terlihat dari Santos.

Ahmed Mujtaba Dan Benedict Ang Di ONE: DEFENDING HONOR

Dalam sebuah laga antara dua atlet berbakat, Ahmed Mujtaba dan Benedict Ang berlaga selama 15 menit penuh. Bahkan sebelum Mujtaba disebut sebagai pemenang, keduanya telah bertukar salam dan rasa terima kasih mereka atas laga itu.

Mereka bahkan mengangkat tangan mereka untuk merayakan sebuah laga yang memang sangat menghibur, karena bagi mereka tidak ada yang kalah malam itu.

Roger Huerta Dan Adrian Pang Di ONE: DEFENDING HONOR

Sebuah malam luar biasa menjadi saksi dari Roger Huerta dan Adrian Pang yang saling merangkul pundak masing-masing seperti sahabat lama setelah laga tiga ronde menegangkan di Singapura. Keduanya adalah veteran yang memiliki pengalaman lebih dari satu dekade, dimana mereka telah melihat semuanya dan mengetahui mereka berada dalam sebuah laga klasik lainnya.

Walau Huerta meraih kemenangan tipis melalui keputusan terbelah, atau split-decision, untuk mengakhir dua kekalahan beruntunnya, atlet AS ini tetap rendah hati dalam kemenangannya dan menunjukkan respek yang luar biasa bagi Pang yang juga tampil mengesankan.

Bibiano Fernandes Dan Reece McLaren Di ONE: AGE OF DOMINATION

Dalam laga pendukung utama malam itu, Reece McLaren menantang Bibiano Fernandes demi gelar Kejuaraan Dunia ONE Bantamweight, dimana ini menjadi sebuah peperangan luar biasa. Selama 25 menit dari ronde-ronde kejuaraan itu, kedua seniman bela diri elit itu memberikan seluruh kemampuan mereka untuk mencari kemenangan, tetapi tak satupun yang dapat meraih penyelesaian.

Bahkan sebelum mendengar hasil laga itu, McLaren berterima kasih pada Fernandes untuk sebuah kesempatan dan kehormatan berlaga melawannya di dalam arena. Pada akhirnya, adalah Fernandes yang memenangkan laga epik ini, mempertahankan gelarnya dengan sebuah keputusan terbelah yang sangat tipis, namun keduanya pulang dengan membawa pelajaran tersendiri malam itu.

Amir Khan Dan Vaughn Donayre Di ONE: DEFENDING HONOR

Pada ronde kedua pertemuan mereka di Singapura, atlet veteran Filipina Vaughn Donayre nampak akan mengalahkan pahlawan tuan rumah Amir Khan dengan sebuah kuncian Kimura yang dalam, dan atlet muda ini nampak seperti akan tap-out.

Namun, Khan mementahkan percobaan submission itu dan bahkan membalikkan laga dengan mencetak submission atas Donayre pada ronde berikitnya dengan kuncian rear-naked choke. Terlepas dari penampilan keberanian dan semangat yang luar biasa, Khan juga memeriksa keadaan Donayre setelah ia menang, yang juga memberikan penampilan kembali yang luar biasa.

Martin Nguyen Dan Christian Lee Di ONE: HEROES OF THE WORLD

Dengan kecepatan Christian Lee menaiki susunan peringkat dalam divisi featherweight ONE Championship, sebuah laga melawan mantan penantang gelar Martin Nguyen memang tak terelakkan. Keduanya bertemu di Makau, dimana sang veteran itu menghentikan momentum Lee dengan submission melalui kuncian guillotine pada ronde pertama.

Setelah laga itu, Nguyen dan Lee berbagi momen luar biasa di dalam arena, dengan atlet Vietnam-Australia itu memberikan penyemangat yang diterima dengan baik oleh Lee.

Marat Gafurov Dan Narantungalag Jadambaa Di ONE: DEFENDING HONOR

Setelah menyerahkan gelar Juara Dunia ONE Featherweight ke sang pemegang gelar Marat Gafurov pada tahun 2015, Narantungalag Jadambaa kembali masuk ke perebutan gelar dengan dua kemenangan melalui penyelesaian beruntun untuk sebuah laga ulang yang ditunggunya.

Namun, ia harus kembali mengakui kemampuan submission Gafurov sekali lagi, saat ia terkena kuncian rear-naked choke.

Setelah seringkali berbagi panggung bersama, jelas bahwa kedua pejuang ini memiliki respek yang besar akan satu sama lain, terbukti saat Gafurov berlutut di sisi Jadambaa yang sedang memulihkan diri untuk memeriksa kondisinya – serta berterima kasih pada pejuang Mongolia ini akan dua kesempatan luar biasa di dalam arena.

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.