Muay Thai

Sam-A Gaiyanghadao Vs. Rocky Ogden – 4 Kunci Kemenangan

Sam-A Gaiyanghadao ingin mencetak sejarah lainnya dengan meraih gelar Juara Dunia ONE Super Series ketiganya di ajang ONE: KING OF THE JUNGLE, namun bintang baru Rocky Ogden yakin bahwa gayanya dapat mencetak kemenangan mengejutkan.

Dengan gelar Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai perdana dipertaruhkan di dalam Singapore Indoor Stadium pada hari Jumat, 28 Februari, atlet legendaris asal Thailand dan fenomena muda ini akan berusaha mencetak penampilan terbaik mereka demi meraih emas.

Hanya salah satu yang dapat meninggalkan arena dengan sabuk emas di pinggangnya, namun keduanya memiliki kemampuan untuk berjaya. Beberapa hal ini mungkin menjadi kunci kemenangan mereka.

#1 Tendangan Kiri Khas Sam-A

Tendangan kiri Sam-A dari kuda-kuda southpaw adalah teknik andalannya, dan ia telah menggunakannya untuk menghancurkan pertahanan ratusan lawan selama dua setengah dekade terakhir.

Ia akan menyerap energi atlet berusia 20 tahun yang menjadi lawannya itu, serta mengimbangi perbedaan umur sebesar 16 tahun dengan menyerang tubuh Ogden menggunakan tendangan andalannya ini. Jika ia dapat melemahkan Ogden, perwakilan Evolve ini memiliki keunggulan pengalaman yang mungkin membuatnya memimpin di atas kertas.

Juara Dunia ONE Strawweight Kickboxing ini juga memiliki serangan ke arah tubuh yang dapat menjadi faktor mengejutkan bagi atlet Australia itu, saat bagian tengah tubuhnya akan terkena serangan saat dirinya mencoba maju dengan pukulan kanan andalannya.

Jika Ogden mencoba menangkap dan menyerang balik, Sam-A dapat menempatkan tendangan tinggi seketika – sama seperti yang ia lakukan saat dirinya menjatuhkan Joseph Lasiri dalam kontes Muay Thai perdana yang diselenggarakan ONE – dan memiliki potensial menghentikan laga ini lebih awal.

#2 Kekuatan Tangan Ogden

Ogden meyakini bahwa ia dapat meningkatkan tekanan atas atlet berusia 36 tahun itu dan mendesaknya dengan serangan tinju yang berbahaya.

Perwakilan Boonchu Gym ini sangat berbahaya saat ia maju dengan pukulannya, dan ia melepaskan pukulan kanan yang sangat dahsyat setelah jab atau hook kirinya.

Ia mengakhiri perlawanan atlet kuat asal Thailand lainnya sebelum pukulan andalannya menyentuh kepala atau tubuh lawan, dan pelatihnya, John Wayne Parr, yakin dirinya dapat mencetak poin atau mengakhiri laga – terutama saat serangan itu diperkuat oleh sarung tinju 4 ons.

#3 Serangan Balik Sam-A

Resiko yang dihadapi lawan Sam-A saat mereka menyerang adalah bahwa mereka maju ke dalam serangan balik yang akurat.

Dengan lebih dari 400 laga yang dijalaninya, Juara Dunia dua divisi Lumpinee Stadium Muay Thai ini pernah menghadapi tiap jenis serangan, dan ketenangannya di bawah tekanan memang tak tertandingi.

Teknik footwork dan pergerakan kepala yang halus membuatnya mampu menghindari bahaya saat lawannya menyerang, sebelum ia membalas dengan pukulan straight kanan atau siku kiri untuk meraih keuntungan dari momentum mereka dengan usaha minimal – seperti yang dialami oleh Daren Rolland dan Sergio Wielzen sebelum mereka kalah.

#4 Teknik Tak Lazim Milik Ogden

Ogden dilatih di Bangkok – tanah kelahiran dari “seni delapan tungkai” – dan belajar bagaimana ia dapat menandingi para atlet asal negara tersebut dengan gaya mereka, namun dengan sepersepuluh dari pengalaman yang dimiliki Sam-A, sangat tidak mungkin bagi atlet Australia ini untuk dapat menaklukkan lawannya dengan serangan Muay Thai konvensional.

Namun, ia memiliki persenjataan lainnya yang dapat dilontarkan untuk menambah sedikit variasi serangannya dan mengejutkan nak muay veteran yang menjadi lawannya.

Serangan sudut dari Juara Dunia WPMF Muay Thai ini termasuk tendangan memutar ke arah tubuh dan kepala, dimana ini sangat jarang dihadapi oleh Sam-A. Jika serangan ini mendarat, Ogden mungkin dapat menggoyahkan ritme lawannya yang sangat keras itu, atau bahkan menjatuhkannya.

Baca Juga: Rocky Ogden Ingin Menjadi Bintang Dengan Mengalahkan Legenda