Prediksi Liam Harrison Untuk Laga Muay Thai Dengan Pertaruhan Besar Di ONE Friday Fights 22

Nong O Gaiyanghadao Liam Harrison ONE on Prime Video 1 1920X1280 1

Selain menjadi salah satu bintang Muay Thai paling terkenal dalam waktu lama, Liam Harrison juga menjadi penggemar berat dan tetap sangat bergairah tentang olahraga ini.

Dari sirkuit lokal di Inggris sampai panggung dunia ONE Championship, “Hitman” tetap bersemangat tentang itu semua – dan ia melihat bahwa ONE Friday Fights 22 dijamin memberi berbagai aksi keras pada akhir minggu ini.

Kartu dengan 11 laga ini akan menampilkan beberapa nama terbesar dalam Muay Thai, dan striker Inggris ini yakin para penggemar akan mendapatkan sajian menarik saat aksi itu berlangsung.

Di atas segalanya, terdapat empat laga yang menarik perhatian Harrison, dan seperti para peminat dunia olahraga tarung lainnya, ia pun tak sabar untuk melihat bagaimana segala sesuatunya terungkap dari arena ikonik Lumpinee Boxing Stadium di Bangkok, Thailand.

Prajanchai Vs. Sam-A

Laga terakhir dari kartu pertandingan ini akan menyajikan sepasang mantan Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai yang beraksi dengan sabuk emas interim divisinya.

Prajanchai PK Saenchai dan Sam-A Gaiyanghadao pertama kali bertarung demi memperebutkan sabuk emas pada Juli 2021. Saat itu, Prajanchai melengserkan legenda berusia 39 tahun ini melalui keputusan mayoritas, walau ia akhirnya kehilangan sabuk emas itu di tangan Joseph Lasiri.

Karena Lasiri saat ini tak dapat beraksi, gelar interim akan dipertaruhkan, dan Harrison mengunggulkan Prajanchai yang berusia 28 tahun – terutama dari hasil pertemuan pertama mereka.

Ia berkata:

“Ini adalah laga ulang besar antara keduanya, tapi saya kira Prajanchai menang dengan cukup meyakinkan dalam pertarungan pertama mereka.”

“Ia menjatuhkan Sam-A, maka ia jelas memiliki keunggulan. Saya kira ini tergantung bagaimana Prajanchai bangkit setelah kekalahan di tangan Joseph Lasiri.”

“Saya melihat Prajanchai melawan Kompetch Sitsarawatsuer baru-baru ini, dan ia nampak sangat bagus. Tapi, Sam-A akan maju untuk membalas dendam. Tapi, ia tak bertambah muda. Ia nampak hebat di ONE Friday Fights 9 melawan Ryan Sheehan, tapi saya akan memilih Prajanchai di sini.”

“Ia lebih muda, lebih segar, dan saya kira ia akan ingin membuktikan sesuatu, karena ia akan ingin melewati kekalahan via penyelesaian di tangan Lasiri itu. Saya kira ia akan menang poin. Akan luar biasa jika Sam-A membawa kisah ‘Rocky’ miliknya sendiri, tapi saya tak melihat itu, sayangnya.”

Sitthichai Vs. Eddie Abasolo

Juara Dunia Kickboxing dan Muay Thai delapan kali Sitthichai Sitsongpeenong siap kembali ke “seni delapan tungkai” melawan petarung favorit penggemar Amerika, Eddie Abasolo.

Penampilan pria Thailand satu-satunya di bawah peraturan ini terjadi saat ia melawan sosok yang kini menjadi Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai Tawanchai PK Saenchai, saat Sitthichai meraih keputusan terbelah dari para juri.

Setelah berkompetisi dalam empat laga kickboxing sejak itu, ia akan kembali ke Muay Thai dalam laga featherweight melawan Abasolo. Pria berjuluk “Silky Smooth” ini jelas tak dapat menandingi pengalaman Sitthichai dengan selisih 150 laga, tapi ia membawa gaya berbahaya dan non-ortodoks ke dalam ring.

Tetap saja, Harrison tak melihat kemampuan unik Abasolo akan cukup untuk menandingi ikon striking seperti “Killer Kid”:

“Sitthichai belum bertarung di dalam Muay Thai secara rutin selama beberapa tahun terakhir. Tapi, saat ia beralih disiplin, ia mengalahkan sang penguasa, Tawanchai PK Saenchai, maka ia jelas memiliki sesuatu untuk menuntaskan tugasnya itu.”

“Tapi bagi saya, itu tergantung pada apakah Abasolo dapat melewati penimbangan badan itu. Ia sangat elusif dan menjadi laga sulit bagi siapa pun, tapi saya tak melihat siapa pun mengalahkan Sitthichai di divisi itu.”

“Ialah satu-satunya yang saya kira dapat menguasai divisi tersebut di luar Tawanchai. Ia terlalu berpengalaman dan telah melihat semuanya, maka saya kira Sitthichai akan menang.”

Superlek Vs. Nabil Anane

Harrison memang tak sabar menunggu laga flyweight Muay Thai antara Superlek Kiatmoo9 dan pendatang baru Nabil Anane.

Superlek adalah Juara Dunia ONE Flyweight Kickboxing dan penantang #1 flyweight Muay Thai, tapi ia akan menghadapi ujian besar saat menghadapi Anane yang masih berusia 19 tahun.

Digambarkan sebagai petarung berbakat luar biasa, remaja dengan tinggi badan 188 sentimeter ini sudah menjadi Juara Dunia dua divisi WMC Muay Thai bersejarah dan menjadi salah satu nama yang paling cepat melejit dalam disiplin ini.

Namun, “Hitman” telah lama mengagumi Superlek dan melihat bahwa pengalaman luar biasa itu akhirnya akan mengatasi kemampuan fisik lawannya:

“Bagaimana Nabil Anane masuk ke 135 pound [dengan ukuran tubuhnya], saya takkan pernah tahu.”

“Saya kira ia akan membuatnya cukup menyakitkan bagi Superlek pada ronde pertama sampai Superlek menemukan jaraknya dan dapat menggunakan siku dan lututnya. Itulah saat Superlek akan mengambil alih dan menang.”

“Siapa pun yang dihadapkan dengan Anane akan mengalami malam yang sulit. Biasanya, mereka yang setinggi dan sekurus Anane itu cukup rentan, tetapi itu bukanlah dirinya.”

“Tetapi, Superlek juga telah melawan berbagai petarung yang serupa dengan Anane, yang gemar masuk ke dalam clinch dengan serangan mereka. Maka, walau itu akan menjadi sangat menarik bagi kita untuk ditonton, saya tak mengira ini akan menjadi sesuatu yang baru bagi dirinya.”

“Anane itu sangat, sangat kuat dan canggung, tapi saya tak melihat siapa pun mengalahkan Superlek di divisi tersebut, dan itu termasuk [Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai] Rodtang [Jitmuangnon].”

Seksan Vs. Nathan Bendon

Akhirnya, Harrison dapat memberi komentar tentang laga yang menampilkan kompatriotnya, Nathan Bendon, melawan pahlawan Thailand Seksan Or Kwanmuang.

Seksan memenangi tiga laga sensasional di ONE Friday Fights sejak ia bergabung dalam organisasi ini tahun lalu, dan “Hitman” meyakini debut promosional Bendon itu menjadi tambahan sempurna untuk menjadikan laga ini sangat panas.

Berlatih dengan sesama petarung Inggris itu, Harrison mengenalnya dengan sangat baik, dan ia memprediksi sebuah laga yang mungkin menjadi sangat menarik pada ajang Jumat malam ini:

“Saya kira Nathan dapat memberi banyak permasalahan bagi Seksan. Ia menyerang sangat keras, dan ia sangat kuat. Ia sangat ingin membuktikan diri, dan saya kira pertarungan ini akan menjadi ‘Fight of the Night‘.”

“Nathan itu tak dianggap, dan saya ingin melihatnya beraksi dengan baik di ONE. Ini adalah salah satu laga dimana keduanya dapat meraih bonus besar, karena ini akan 100 persen memanas saat Seksan mulai mencoba bertempur dengan Bendon.”

“Ia takkan mundur. Nathan akan menyerang balik, dan saya kira ia punya potensi membuat kejutan besar. Saya sangat ingin melihat seorang petarung Inggris lain ditampilkan di ONE, dan saya berharap ini adalah malam dimana bintang Inggris lainnya dapat bersinar. Ini pertarungan hebat!”

Selengkapnya di Fitur

Rodtang Jitmuangnon Denis Puric ONE 167 137
Tawanchai PK Saenchai Jo Nattawut ONE 167 78
DUX 1183
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 36
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Rodtang Jitmuangnon Edgar Tabares ONE Fight Night 10 28
Johan Ghazali Edgar Tabares ONE Fight Night 17 21 scaled
Tawanchai PK Saenchai Superbon Singha Mawynn ONE Friday Fights 46 123 scaled
Victoria Souza Noelle Grandjean ONE Fight Night 20 34
MasaakiNoiri 1200X800 1
Katsuki Kitano Halil Kutukcu ONE Friday Fights 38 25
Jo Nattawut Luke Lessei ONE Fight Night 17 84 scaled