Fitur

Pantauan Mendalam Tentang Divisi Bantamweight Di ONE Super Series Muay Thai

Divisi bantamweight dalam rangkaian ONE Super Series Muay Thai jelas mencetak pencapaian tersendiri pada tahun 2020.

Dengan Juara Dunia yang mendominasi, empat orang yang mengincar kejayaan pribadi bagi mereka, serta berbagai atlet berbakat yang menunggu di dalam bayangan, tiap laga dalam divisi dan disiplin bela diri ini akan menjadi sajian yang sangat menghibur.

Kini, setelah babak pertama ONE: A NEW BREED telah terlaksana, mari kita mempelajari lebih dalam berbagai atlet berbakat yang bernaung di bawah divisi ini.

Sang Juara Dunia

Penguasa divisi bantamweight saat ini adalah Nong-O Gaiyanghadao, yang tak terkalahkan sejak ia mencetak debut promosional pada bulan April 2018. Di ajang ONE: HEROES OF HONOR, pria asal Thailand ini mengalahkan Fabio Pinca melalui keputusan mutlak dan memulai rangkaian kemenangan beruntun yang belum dapat dipatahkan oleh penantang mana pun.

Rangkaian penantang itu termasuk Mehdi “Diamond Heart” Zatout, Han Zi Hao – yang harus mengakui keunggulan Nong-O dalam perebutan gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai perdana – Hiroaki “Kaibutsukun” Suzuki, Brice “The Truck” Delval dan kompatriotnya Saemapetch Fairtex.

Yang menjadikan sang Juara Dunia ONE ini hampir tak terkalahkan adalah IQ tanding-nya. Nong-O mampu membedah apa yang lawan-lawannya coba lakukan, dan dalam beberapa detik, ia memiliki serangan balik untuk mematahkan semua serangan itu.

Mari kita lihat kembali laganya bersama Pinca, sebagai contoh. Tiap kali Nong-O menyarangkan tendangan kanannya, Pinca bereaksi dengan mengangkat kakinya untuk bertahan. Setelah melakukan gerakan yang sama beberapa kali, atlet Thailand ini melancarkan tendangan kanan tipuan, menunggu Pinca melakukan blok, serta menyarangkan kaki kanannya ke tubuh atlet Perancis itu saat ia menurunkannya.

Dalam laga pertahanan gelar terbaru Nong-O melawan Saemapetch di ajang ONE: EDGE OF GREATNESS November silam, ia sekali lagi bergerak terlalu cepat dan licin. Sang Juara Dunia dengan luar biasa memprediksi saat Saemapetch akan meluncurkan tendangan kirinya. Saat kaki perwakilan Fairtex itu melayang, Nong-O sudah menyerang balik dengan tendangan rendah kanan yang menjatuhkan Saemapetch.

Namun, pria di bawah ini mungkin akan menjadi ancaman terbesar bagi sang penguasa.

Penantang Berikutnya

Rodlek PK.Saenchaimuaythaigym celebrates his victory in the ring at ONE: DAWN OF HEROES.

Rodlek PK.Saenchai Muaythaigym memastikan laga perebutan gelar melawan Nong-O dengan mengalahkan “Left Meteorite” Kulabdam Sor. Jor. Piek Uthai dalam Final Turnamen ONE Bantamweight Muay Thai pada hari Jumat, 28 Agustus.

Perjalanan “The Steel Locomotive” bersama ONE dimulai pada bulan Juni 2019 saat ia meraih kemenangan mutlak atas atlet Inggris Liam “Hitman” Harrison di ajang ONE: LEGENDARY QUEST.

Perwakilan PK.Saenchai Muaythaigym ini kemudian mengalahkan Andrew Miller dan Chris Shaw, dimana Miller kalah melalui KO pada ronde ketiga dan Shaw melalui keputusan mutlak.

Sepanjang jalan, Rodlek telah membuktikan dirinya sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan dalam divisi bantamweight. Rahang pria ini sangat kuat dan tendangan kakinya dapat membengkokkan tiang..

Dalam laganya melawan Miller, sebagai contoh, ia menerima serangan terbaik “Maddog,” bergerak maju dan akhirnya mengakhiri kontes dengan sebuah pukulan overhand kanan keras.

Di luar kekuatan KO itu, Rodlek selalu mengasah dan mengembangkan kemampuannya.

Sebagai contoh dari hal itu adalah strategi bertahan yang baru dalam kemenangannya atas Kulabdam. Sementara Rodlek jarang sekali mundur dan selalu menyarangkan rangkaian pukulan untuk mencetak dua knockdown, ia juga bertahan dari tangan kiri yang berbahaya milik Kulabdam dengan baik dan sangat jarang terkena serangan yang bersih.



Atlet Berbakat Thailand

Muay Thai fighter Saemapetch Fairtex prays

Setelah sang Juara Dunia dan penantang berikutnya itu, divisi bantamweight dalam rangkaian ONE Super Series Muay Thai juga sarat dengan striker hebat lain dalam “seni delapan tungkai.”

“The Million Dollar Baby” Sangmanee Klong SuanPluResort adalah salah satunya. Sebelum memasuki turnamen bantamweight ini, Sangmanee meraih rekor 2-0 bersama ONE, setelah kemenangan atas Azize Hlali dan Kenta Yamada.

Dalam kedua laga tersebut, Sangmanee menampilan teknik yang menjadikannya “The Million Dollar Baby.” Namun ia bersinar dengan luar biasa dalam laganya bersama Yamada di ajang ONE: A NEW TOMORROW pada bulan Januari lalu, dengan berkali-kali mengirimkan tendangan kiri dengan presisi luar biasa ke sisi kanan lawannya dari Jepang itu sampai ia hampir tak dapat mengangkat tangannya.

Sementara itu, adalah Kulabdam yang memberi kekalahan pertama Sangmanee bersama ONE. Itu juga menjadi laga yang menunjukkan pada dunia seberapa berbahayanya striker berjulukan “Left Meteorite” itu dan membawanya menuju babak final Turnamen ONE Bantamweight Muay Thai.

Terlebih lagi, sampai ia bertemu Rodlek di babak final, Kulabdam telah menerjang maju dengan mengalahkan Bobo Sacko pada ajang ONE: IMMORTAL TRIUMPH di bulan September 2019 dan menghentikan Sangmanee dengan pukulan kirinya yang sangat terkenal dalam babak semifinal di ajang ONE: NO SURRENDER III.

Satu lagi atlet berbakat asal Thailand adalah Saemapetch, yang tentunya dapat berada di posisi penantang teratas jika ia tidak menderita cedera dan terpaksa mundur dari turnamen ini.

Perwakilan Fairtex ini terbukti menjadi salah satu striker berkemampuan tertinggi dalam divisi ini, dengan mengalahkan Deividas “The Lithuanian Savage” Danyla, Ognjen Topic, Rodlek dan – pada saat itu – pria yang nantinya menjadi Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing Alaverdi “Babyface Killer” Ramazanov.

Kekalahan satu-satunya bagi Saemaptech di dalam “The Home Of Martial Arts” ada di tangan Nong-O, yang menghentikan perwakilan Fairtex itu pada ronde keempat laga perebutan gelar Juara Dunia mereka di ajang ONE: EDGE OF GREATNESS.

Penantang Masa Depan

Bobo Sacko attacks Kulabdam with an elbow

Para penggemar bela diri di seluruh dunia juga tidak boleh melewatkan Bobo Sacko dan “Elbow Zombie” Muangthai PK.Saenchai Muaythaigym.

Sacko, yang memiliki lebih dari 30 kemenangan atas namanya, dapat menjadi ancaman berat bagi siapa pun dalam daftar ini, dimana ia menampilkan sedikit dari potensi itu dalam laganya melawan Kulabdam. Atlet Perancis itu mampu memaksa “Left Meteorite” untuk bertahan dan membuktikan bahwa tangan kirinya juga menyimpan kekuatan yang sama berbahayanya.

Walau ia kalah dari Kulabdam, Sacko juga membawa namanya ke dalam jajaran teratas di ONE.

Sementara itu, Muangthai dikenal sebagai “Elbow Zombie” untuk sebuah alasan. Sejak bergabung bersama ONE di bulan November 2018, ia telah meraih rekor 3-0, mengalahkan atlet seperti Panicos Yusuf, Yamada dan Delval.

Yang menjadikan Muangthai seorang kompetitor kuat adalah serangan siku yang dilancarkan saat ia bergerak maju. Pria ini nampak tak kenal takut di dalam ring – namun nampaknya semua orang tak ingin terkena serangan sikunya.

Baca juga: Kartu Pertandingan Resmi Untuk Gelaran ONE: A NEW BREED II