Fitur

5 Atlet Muda Terbaik ONE Championship

29 Mei 2019

ONE Championship memang dipenuhi para atlet terbaik dari seluruh dunia, tetapi yang menarik adalah bahwa beberapa dari mereka masih berusia sangat muda – bahkan tidak lebih tua dari rata-rata umur para remaja.

“The Home Of Martial Arts” memiliki komitmen memberi kesempatan bagi para atlet muda terbaik agar dapat membuktikan dirinya dengan melawan para atlet papan atas.

Nyatanya, banyak petarung muda ini telah menanjak ke dalam jajaran atlet kelas atas, dimana dua diantaranya berhasil menjadi pemegang gelar Juara Dunia.

Berikut adalah lima petarung muda terbaik berusia 22 tahun ke bawah, yang berada dibawah naungan organisasi bela diri terbesar di dunia ini.

#1 Christian “The Warrior” Lee

Christian Lee STOPS Shinya Aoki in the second round to win the ONE Lightweight World Title! ????

Christian Lee STOPS Shinya Aoki in the second round to win the ONE Lightweight World Title! ????TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, May 17, 2019

Pejuang berkebangsaan Singapura ini telah berhasil menjadi Juara Dunia bela diri campuran pria termuda sepanjang sejarah, saat ia sukses mengalahkan Shinya “Tobikan Judan” Aoki bulan Mei lalu untuk merebut sabuk Juara Dunia ONE Lightweight.

Para penggemar yang mengikuti karir Christian akan sulit mempercayai hal tersebut, karena ia pertama kali bertarung dibawah naungan ONE pada tahun 2015 dan telah berhasil memenangkan sabuk Juara Dunia saat berusia 20 tahun.

Perwakilan The United MMA dan Evolve ini berhasil tampil impresif dalam debut perdananya, dimana ia mencetak KO atas lawannya hanya dalam waktu 29 detik saat ia berusia 17 tahun, 5 bulan dan 6 hari. Semenjak itu, ia berhasil mendominasi dan menghadapi atlet yang memiliki nama besar.

Saat ini, setelah kejutan yang diberikannya dengan naik ke divisi lightweight, “The Warrior” harus siap mempertahankan sabuk yang dipegangnya, dimana ia juga mengincar sabuk emas divisi featherweight.

#2 “Unstoppable” Angela Lee

Relive ONE atomweight queen Angela Lee's journey to the ????, including her two epic encounters with top-ranked Japanese star Mei Yamaguchi!

???? PATH TO GREATNESS ????Relive ONE atomweight queen Angela Lee's journey to the ????, including her two epic encounters with top-ranked Japanese star Mei Yamaguchi!Download the ONE Super App now ???? http://bit.ly/ONESuperApp

Posted by ONE Championship on Thursday, May 23, 2019

Sebelum Christian Lee mencapai puncak seni bela diri dunia, kakak kandungnya Angela berhasil mencetak sejarah baru dengan menjadi Juara Dunia termuda.

“The Unstoppable” mendapatkan gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight saat berusia 19 tahun melalui kemenangannya dari mantan Juara Dunia Deep Jewels Mei “V.V” Yamaguchi, yang memiliki pengalaman bertanding lima kali lebih banyak di banding dirinya.

Diusianya yang ke-22 tahun, ia berhasil mempertahankan sabuk Juara Dunia sebanyak tiga kali, serta mencatatkan rekor pertandingan 9-1 yang membanggakan.

Ia pun menjadi salah satu wajah dari ONE dan menjadi panutan penggemar diseluruh dunia. Berkat kemampuan Angela dalam menghadapi kesulitan dan bangkit dari keterpurukan, ia berhasil menjadi pribadi yang lebih kuat.

#3 Pongsiri “The Smiling Assassin” Mitsatit

Pongsiri Mitsatit sends Bangkok into a frenzy with an ELECTRIFYING knockout at 3:05 of Round 1!

???????? "The Smiling Assassin" is BACK ????????Pongsiri Mitsatit sends Bangkok into a frenzy with an ELECTRIFYING knockout at 3:05 of Round 1!Watch the full event on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, May 10, 2019

Atlet kelahiran 22 tahun silam ini mungkin menjadi atlet bela diri campuran yang paling menjanjikan dari Thailand.

Pongsiri memulai latihan dalam disiplin ini pada tahun 2014 lalu, dan maju dari latar belakang Muay Thai dengan rekor 72-17 – dimana ia juga merajai Kejuaraan Northern Muay Thai di tanah kelahirannya.

Walau “The Smiling Assasin” masih mempertajam teknik grappling yang dimilikinya untuk melengkapi kemampuannya, ia berhasil menjadi salah satu petarung papan atas divisi strawweight berkat teknik serangan atas yang sensasional.

Pongsiri kembali membuktikan kemampuannya melalui kemenangan KO fantastis saat melawan Robin Catalan pada awal bulan Mei silam. Saat ini, pemegang rekor 10-2 yang memperoleh sembilan kemenangannya melalui penyelesaian ini berharap mendapatkan kesempatan untuk merebut gelar Juara Dunia.

#4 Jihin “Shadowcat” Radzuan

Jihin Radzuan's got BIG things in her future!

Jihin Radzuan's got BIG things in her future!Download the ONE Super App now ???? http://bit.ly/ONESuperApp

Posted by ONE Championship on Saturday, August 18, 2018

Seniman bela diri campuran wanita berbakat asal Malaysia mampu menunjukkan kematangan diatas usianya.

Walaupun hanya memiliki satu kali pengalaman bertanding profesional sebelum menjalani laga perdana bersama ONE satu tahun silam, Jihin terlihat menikmati peran barunya dengan tiga kemenangan yang mengesankan di tahun 2018.

Kemenangan yang paling mengesankan adalah saat “Shadowcat” berhasil mengalahkan Jenny Huang, dimana ia membuktikan kemampuannya walau belum banyak memiliki pengalaman di kancah bela diri campuran profesional.

Jihin juga telah mengembangkan teknik Brazilian Jiu-Jitsu yang mampu mendominasi, yang dipadu dengan teknik striking ala Juara Dunia Wushu. Dengan kemampuan seperti ini, nampaknya tidak lama lagi “Shadowcat” akan menguasai persaingan di dalam divisinya.

Jika petarung berusia 20 tahun asal Johor Bahru ini konsisten mengembangkan kemampuannya, ia akan menjadi atlet papan atas ONE Championship dalam waktu singkat.

#5 “The Stalker” Xie Bin

Chinese phenom Xie Bin picks up his SIXTH straight win with a signature D’Arce choke at 2:27 of Round 2!

Chinese phenom Xie Bin picks up his SIXTH straight win with a signature D’Arce choke at 2:27 of Round 2!Watch the full event on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, April 12, 2019

Atlet bela diri berusia 21 tahun asal Tianjin Top Team ini memiliki awal karir yang berat di panggung dunia bela diri, tetapi hal tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk dapat meraih kesuksesan bersama ONE Championship.

Kekalahannya pada babak final ONE Hefei Bantamweight Tournament dan kegagalannya memenangkan satu laga berikutnya membuat “The Stalker” memegang rekor profesional 1-2 pada saat itu. Namun dalam pertarungan selanjutnya, Xie berhasil memenangkan enam laga berturut-turut.

Hebatnya lagi, ia hanya meraih satu kemenangan melalui keputusan juri, dan mengambil sisanya melalui penyelesaian. Pada pertandingan terakhirnya, Xie berhasil melakukan teknik kuncian D”Arce choke yang membuat Ahmad Qais menyerah.

Kemampuan “The Stalker” nampak terus berkembang secara eksponensial. Namun, bukan itu saja, tubuhnya nampak semakin kuat. Pada laga berikutnya, Xie akan naik ke divisi featherweight.