Bela Diri Campuran

‘The Terminator’ Sunoto Bedah 4 Laga Eksplosif ONE: UNBREAKABLE

20 Jan 2021

Untuk mengawali tahun 2021, ONE: UNBREAKABLE akan hadir pada Jumat, 22 Januari, dari Singapore Indoor Stadium.

Ajang perdana ONE Championship di tahun yang baru ini dipuncaki oleh laga perebutan gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing antara juara bertahan Alaverdi “Babyface Killer” Ramazanov melawan Capitan Petchyindee Academy.

Selain laga utama, ada lima laga eksplosif lain yang melibatkan para superstar seni bela diri dari berbagai disiplin.

Dari deretan laga yang ada, seniman bela diri veteran tanah air “The Terminator” Sunoto memberikan pandangannya tentang empat laga keras yang akan menghiasi akhir pekan para penikmat aksi seni bela diri elite.

Alaverdi Ramazanov Vs. Capitan Petchyindee Academy

Laga perebutan sabuk emas antara Ramazanov melawan Capitan menjadi yang paling ditunggu oleh Sunoto, dan mungkin sebagian besar para fan. Keduanya memiliki ciri khas masing-masing dan bisa memberi kejutan sesaat setelah laga dimulai.

“Alaverdi ini saya suka, karena fight IQ-nya bagus. Terus dia punya jangkauan yang bagus menurut saya. Dia tinggi panjang posturnya,” ujar Sunoto, yang merupakan Juara WKF Indonesia.

“Alaverdi kecepatannya juga bagus. Saya rasa yang paling dominan dia jangkauannya bagus dan pintar memanfaatkan.”

Di sisi lain, Capitan memiliki karakter khas atlet Muay Thai yang cenderung keras dan agresif. Terbukti, ia bisa menjadi pemegang rekor sebagai pencetak KO tercepat di ONE Super Series.

Namun, Sunoto beranggapan jika sabuk emas akan tetap melekat di pinggang sang penguasa divisi.

“Kalau menurut saya masih Ramazanov. Kayaknya menang KO, mungkin di ronde 3 atau 4,” ucap pria asal Blora tersebut.

Shinya Aoki Vs. James Nakashima

Laga pendukung utama menghadirkan legenda asal Jepang Shinya “Tobikan Judan” Aoki dan James Nakashima, yang akan menjalani debut dalam divisi lightweight.

Dengan latar belakang grappling yang melekat, laga ini akan menjadi sebuah pertunjukan level tinggi dari permainan ground. Sunoto menggarisbawahi jika satu kesalahan saja bisa berakibat fatal.

“Ini sama-sama grappler,” tutur Sunoto. “Salah posisi sedikit saja bisa benar-benar fatal. Mungkin ketika salah sekian detik saja bisa langsung wassalam.”

“Sepertinya Shinya Aoki yang menang lewat submission di ronde 3.”



Zebaztian Kadestam Vs. Gadzhimurad Abdulaev

Laga penuh gengsi lain akan tersaji saat mantan penguasa divisi welterweight Zebaztian “The Bandit” Kadestam berupaya kembali ke takhta tertinggi saat bertemu Gadzhimurad Abdulaev.

Usai kehilangan sabuk dengan mengakui kehebatan Kiamrian “Brazen” Abbasov, atlet asal Swedia itu wajib tampil spartan untuk bisa kembali menuju tempat tertinggi. Jika berhasil memberi kekalahan perdana bagi Abdulaev, jalan Kadestam tentu semakin terbuka lebar.

Dengan pertimbangan determinasi yang tinggi, Sunoto memprediksi “The Bandit” yang akan keluar sebagai pemenang. Namun, hal itu akan diraih usai terlibat dalam duel sengit selama tiga ronde.

“Sepertinya Kadestam yang menang. Kadestam punya striking yang luar biasa. Dia agresif banget, terus takedown defense juga bagus,” ujarnya. “Mungkin berakhir lewat putusan.”

Namiki Kawahara Vs. Lito Adiwang

Setelah meraih hasil minor perdana di pentas global ONE Championship, Lito  “Thunder Kid” Adiwang berkesempatan untuk menebus kekalahannya saat menghadapi Namiki Kawahara.

Prospek cerah asal Filipina itu memiliki daya serang eksplosif yang bisa melumpuhkan lawan lewat cara yang dominan. Di sudut lain, Kawahara juga merupakan striker jempolan. Hampir seluruh kemenangannya diraih lewat KO/TKO.

“Kalau saya melihatnya ini partai keras juga, tapi saya masih mengunggulkan Lito menang KO/TKO. Power dia eksplosif. Dia ini ini versi mini dari Kevin Belingon,” urai pendiri Terminator Top Team itu.

“Lito ini eksplosif, begitu kena takedown akan segera berdiri lagi.”

Baca juga: Namiki Kawahara Akan Hentikan Adiwang Di Laga Pembuka Yang ‘Agresif Dan Luar Biasa