Sunoto Ingin Tinggalkan Warisan Besar Bagi Para Anak Didiknya

Sunoto Tial Thang BAD BLOOD 1920X1280 8 768x512

Sebagai salah satu atlet veteran Indonesia yang berlaga di panggung dunia, “The Terminator” Sunoto menggunakan seluruh kariernya untuk menampilkan seluruh kemampuan dan memberi laga terbaik di dalam Circle ONE Championship.

Sedikit demi sedikit, “The Terminator” pun bertransisi menjadi peran pelatih demi membina calon atlet berbakat di Indonesia.

Dengan ambisi membawa serangkaian atlet muda Indonesia ke tingkat internasional, serta mendirikan beberapa organisasi khusus demi menumpuk bakat luar biasa mereka, Sunoto berpikir para atlet Indonesia sudah layak berlaga di ranah internasional.

Sunoto berpendapat:

“Saya kira, tahun ini sampai tahun depan, MMA telah menjadi lebih populer di Indonesia, serta sudah ada wadah bagi para atlet untuk mengasah kemampuan mereka.”

“Waktu itu ada wacana untuk membuat acara ONE Warrior Series bagi Indonesia, tetapi sayangnya terkendala oleh pandemi.”

Menurut Sunoto, ONE Championship akan mendapatkan atlet-atlet Indonesia yang lebih tangguh jika mereka memutuskan untuk kembali mencari bakat di Indonesia.

Dengan kepopuleran seni bela diri campuran, banyak sasana yang melatih bakat lokal demi mengasah kemampuan mereka untuk bertarung di ranah nasional mau pun internasional.

Atlet asal Blora ini pun menyebut bahwa banyak dari murid didikannya yang kini mempersiapkan diri untuk berlaga di turnamen tingkat provinsi, dengan bakat yang cukup menjanjikan untuk tampil di kancah nasional.

Sebagai tambahan, para atlet menjanjikan itu terus dibimbing dan ditempa agar dapat meraih posisi yang baik di panggung internasional. Ia menegaskan:

“Saya selalu menanamkan ke murid-murid saya, bahwa apa pun masa depan kita, yang menentukan adalah kita sendiri.”

“Meskipun nasib ada di tangan Tuhan, tapi kalau kita tidak bergerak, Tuhan juga tidak akan bergerak. Jadi, kalau [kita] ingin [meraih] sukses, kita harus berusaha keras mengejarnya.”

Sunoto defeats Nurul Fikri ONE WARRIORS CODE YKZ_8715

“The Terminator” juga ingin meninggalkan sebuah warisan saat dirinya bertransisi penuh menjadi seorang pelatih, dimana menurutnya satu peninggalan terbaik bagi seorang petarung adalah catatan rekor yang telah dicapainya.

Saat ini, petarung veteran itu memiliki rekor sebagai atlet Indonesia dengan kemenangan terbanyak di ONE, dimana hal ini menjadi sebuah tantangan bagi generasi berikutnya untuk menorehkan berbagai catatan rekor yang baru.

Ia menambahkan:

“Saya ingin meninggalkan catatan rekor bertanding yang mengesankan. Saat ini [kemenangan saya] memang paling banyak, jadi saya ingin mempertahankan itu [sampai karier saya selesai].”

Selengkapnya di Berita

Superlek celebrates his win against Takeru Segawa at ONE 165.
(From left) Nong-O Hama, Rodtang Jitmuangnon, Shimon Yoshinari, and Asadula Imangazaliev will be part of the 2026 ONE Flyweight Muay Thai World Grand Prix.
Panpayak Jitmuangnon connects with a head kick on Anuar Cisneros at The Inner Circle 23 on July 24
Panpayak Jitmuangnon connects with a head kick on Anuar Cisneros at The Inner Circle 23 on July 24
Superbon celebrates after defeating Masaaki Noiri at ONE 173.
Olivia Bahsous (L) vs Malia Weaver (R) is confirmed for The Inner Circle 35
Kiamran Nabati fires a shot at Nontachai's midsection during their main event clash at The Inner Circle 31.
Kiamran Nabati faces off with Nontachai Jitmuangnon ahead of The Inner Circle 31
Jonathan Haggerty celebrates his World Title win over Yuki Yoza at ONE SAMURAI 1.
Nadaka throws a solid right hand on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Yod-IQ Or Pimolsri celebrates his World Title win at The Inner Circle 30.
Nadaka connects with a left kick on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3