Hasil The Inner Circle 37: Tye Ruotolo Rebut Takhta MMA Christian Lee, Jadi Raja Dua Olahraga
Dinasti baru telah lahir, dan Juara Dunia ONE Welterweight Submission Grappling Tye Ruotolo meletakkan fondasinya lewat kemenangan submission pada ronde pertama atas Christian “The Warrior” Lee untuk merebut Gelar Juara Dunia ONE Lightweight MMA dalam laga utama The Inner Circle 37 di Lumpinee Stadium di Bangkok.
Kemenangan ini mengantarkan jagoan grappling asal Amerika Serikat tersebut ke dalam kelompok elite Juara Dunia ONE dalam dua cabang olahraga. Ia meraihnya dalam ajang yang berlangsung secara eksklusif bagi para anggota di live.onefc.com pada Jumat, 6 November.
Ruotolo telah lebih dulu menaklukkan dunia grappling, dan ia datang untuk mengejar kejayaan serupa dalam MMA hanya dalam laga ketiganya di olahraga campuran ini. Sementara bagi Lee, pertarungan malam itu memiliki makna pribadi.

Megabintang keturunan Singapura-Amerika Serikat yang juga menyandang gelar Juara Dunia ONE Welterweight MMA itu memasuki laga untuk membalaskan kekalahan adiknya, Adrian “The Phenom” Lee, yang menelan kekalahan profesional pertamanya di tangan Ruotolo.
Sejak detik-detik pembuka, “The Warrior” langsung beraksi dengan jab tajam berkelas dunia. Lee, yang biasanya bertarung dengan kuda-kuda orthodox, bahkan menyesuaikan posisinya dengan kuda-kuda southpaw sang lawan dan melancarkan perang psikologis untuk mengganggu konsentrasi Ruotolo.
Namun, penantang berusia 23 tahun itu tetap tenang, menjaga kedua tangannya tetap tinggi dan pergerakan kakinya tetap disiplin, hingga sebuah tendangan berputar yang cerdik berhasil menarik perhatian penuh lawannya yang berusia 28 tahun.
Sementara itu, Lee terus melancarkan serangan verbal sembari menghujamkan tendangan rendah yang menyakitkan. Namun, ia mengambil risiko besar saat menurunkan kedua tangannya. Celah pun terbuka, dan pemegang sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu itu tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Ia menghantam “The Warrior” dengan hook kanan, lalu menyusulkannya dengan pukulan kiri dahsyat ke dagu yang menjatuhkan perwakilan Prodigy Training Center tersebut. Dari sana, Ruotolo langsung menerjang untuk mengamankan posisi side control sebelum beralih ke posisi mount.
Lee berusaha keras melepaskan diri, tetapi dalam prosesnya ia justru menyerahkan punggungnya dan membiarkan lehernya terbuka.
Atlet Roots of Jiu Jitsu itu tak membutuhkan kesempatan kedua dalam pertarungan bawah. Dalam sekejap, ia mengunci posisinya dan mempererat cekikan rear-naked choke hingga wajah sang juara memerah. Lee melakukan satu upaya terakhir untuk melepaskan tangan lawannya, tetapi cekikan itu sudah terlalu dalam, dan ia akhirnya menyerah lewat tap out pada menit 2:08 ronde pertama.
Kemenangan ini membawa rekor MMA Ruotolo menjadi 3-0, menyempurnakan kebangkitannya yang luar biasa pesat sekaligus menjadikannya atlet pertama dalam sejarah ONE yang merebut Gelar Juara Dunia dalam submission grappling dan MMA. Ia juga menerima bonus penampilan sebesar US$100.000 (Rp1,8 miliar) dari Chairman dan CEO ONE Chatri Sityodtong.