Sumpah Ozcan: Saya Tak Bisa Berhenti Sampai Kalahkan Yang Terbaik

Sitthichai Tayfun Ozcan 1920X1280 ONE First Strike 46.jpg 768x512

Setelah mengalami kekalahan berat, Tayfun “Turbine” Ozcan ingin memastikan diri sebagai salah satu ancaman terbesar dalam divisi featherweight kickboxing ONE.

Ozcan tetap menjadi penantang peringkat kelima, namun untuk memasuki gambaran perebutan gelar Juara Dunia, ia harus melewati bintang Jerman Enriko “The Hurricane” Kehl di ONE: FULL CIRCLE pada Jumat, 25 Februari nanti.

Laga mereka di Singapore Indoor Stadium akan menjadi penampilan perdana “Turbine” sejak ia harus mengakui keunggulan legenda Thailand Sitthichai “Killer Kid” Sitsongpeenong via keputusan terbelah di perempat final ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix.

Striker Turki ini memasuki laga tersebut dengan 13 kemenangan beruntun, namun ia juga baru saja pulih setelah tangannya patah – sesuatu yang diakuinya memainkan peranan dalam pemikirannya.

“Itu sedikit mempengaruhi saya secara mental karena itu adalah pemberitahuan singkat setelah saya memulihkan diri dari cedera saya,” kata Ozcan.

“Walau saya tahu tangan saya telah pulih, saya masih khawatir akan mematahkannya lagi. Itu cukup memenuhi pikiran saya.”

Sitthichai exchanges shots with Tayfun Ozcan

Terlepas dari kekhawatiran itu, laga “Turbine” melawan Sitthichai berakhir sangat tipis. Ia menggunakan teknik tinjunya untuk menutup jarak dan memiliki kesempatan besar meraih kemenangan saat memasuki ronde ketiga.

Namun pada akhirnya, pria berusia 30 tahun ini meyakini bahwa waktu yang dihabiskannya di luar arena kompetisi dan berbagai serangan singkat membatasi kemampuannya untuk memukau para juri saat dibutuhkan.

“Setelah satu setengah tahun beristirahat, saya merasa seperti kehilangan ritme saya,” kata Ozcan.

“Ada banyak hal yang baru bagi saya, seperti berada di negara yang baru, dan saya tidak bertarung seagresif yang saya inginkan.”



“Karena itu adalah pertarungan yang tipis, saya kira jika saya menunjukkan lebih banyak agresi dan tak menunggu terlalu lama, mungkin laga itu akan menjadi milik saya.”

Dengan hampir 100 laga di bawah sabuknya, kekalahan pertama “Turbine” sejak bulan Februari 2017 ini hanya membuatnya sangat reflektif dan ingin memperbaiki kesalahannya – terutama saat Sitthichai kini memasuki babak Final Kejuaraan World Grand Prix.

Juara Enfusion berkali-kali ini berlatih keras di Belanda, dan ia tak sabar untuk melawan Kehl, yang tunduk di tangan finalis Grand Prix lainnya, Chingiz “Chinga” Allazov.

Ozcan sebelumnya menyatakan bahwa ia mengincar laga melawan para lawan berbahaya, dan kini ia akan menghadapi Juara Dunia berkali-kali itu pada 25 Februari.

Namun, sementara Kehl adalah petarung southpaw berkemampuan tinggi seperti Sitthichai, pria Turki ini merasa jauh lebih siap dari sebelumnya.

“Saya bersemangat karena Enriko adalah nama besar dalam kickboxing,” kata Ozcan.

“Ia mengalahkan beberapa nama besar, dan ia maju untuk bertarung tiap kalinya. Itu akan menjadi laga yang sangat bagus, dan saya sangat termotivasi. Tak masalah jika ia [petarung] southpaw. Saya sudah berlatih untuk ini, dan setelah menghadapi Sitthichai, itu bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan.”

Tayfun Ozcan was all business at ONE: FIRST STRIKE.

Jelas bahwa “Turbine” ingin mencetak pernyataan besar di ONE: FULL CIRCLE, saat ia mengincar puncak dari organisasi global ini.

Dirinya siap menampilkan kemampuan elite dan memulai satu rangkaian kemenangan beruntun panjang lainnya – sesuatu yang akan membawanya menuju sabuk emas divisi featherweight kickboxing.

“Saya harus memenangkan laga ini. Saya tak memiliki pilihan, saya hanya harus menang,” kata Ozcan.

“Saya belum pernah kalah dalam dua laga beruntun sepanjang karier saya. Saya ingin menunjukkan apa yang saya miliki bagi organisasi terbesar di dunia ini. Saya ingin menjadi yang terbaik, dan saya tak dapat berhenti sampai saya tiba di sana.”

“Jika saya belum mengalahkan mereka yang terbaik, saya harus melakukan itu untuk membangun warisan saya – agar saya dapat melihat kembali setelah lima tahun dan berkata, “Wow, saya mengalahkan nama-nama itu. Saya adalah petarung terbaik.”

Baca juga: Reinier De Ridder: Saya Akan Dominasi Abbasov Dari Awal Sampai Akhir

Selengkapnya di Berita

Kiamran Nabati fires a shot at Nontachai's midsection during their main event clash at The Inner Circle 31.
Kiamran Nabati faces off with Nontachai Jitmuangnon ahead of The Inner Circle 31
Jonathan Haggerty celebrates his World Title win over Yuki Yoza at ONE SAMURAI 1.
Nadaka throws a solid right hand on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Yod-IQ Or Pimolsri celebrates his World Title win at The Inner Circle 30.
Nadaka connects with a left kick on Har Ling Om at ONE SAMURAI 3
Rambolek vs Yod IQ at The Inner Circle 30
Seksan vs Muangthai at The Inner Circle 30 16
Nadaka Yoshinari faces off with Har Ling Om ahead of ONE SAMURAI 3
Muay Thai fighters Rambolek Chor Ajalaboon faces off with Yod-IQ Or Pimolsri ahead of The Inner Circle 30
ramboIQ
Ubaid Hussain makes his way to the ring against Isannuea Sor Sasiwat at The Inner Circle 28.