Berita

Reinier De Ridder: Saya Akan Dominasi Abbasov Dari Awal Sampai Akhir

Juara Dunia dua divisi ONE Reinier “The Dutch Knight” de Ridder menghormati ambisi besar dari Kiamrian “Brazen” Abbasov.

Namun, ia mengira bahwa Juara Dunia ONE Welterweight itu akan menyesal untuk naik satu divisi dan menghadapinya.

Abbasov akan menantang pria asal Belanda itu demi sabuk emas middleweight dalam laga utama ajang ONE: FULL CIRCLE pada Jumat, 25 Februari nanti, dimana sang penguasa meyakini bahwa “Brazen” akan mengalami kesulitan setelah keputusan itu.

“Saya angkat topi untuk ini. Itu adalah langkah besar bagi dirinya. Ia jauh lebih pendek dari saya, maka angkat topi karena mencobanya,” kata De Ridder.

“Ia adalah petarung kuat. Ia petarung yang bagus dalam berbagai lini. Saya hanya mengira diri saya ada di tingkatan yang berbeda, dan saya akan menampilkan itu.” 

“Saya tak meremehkannya. Saya melihat ketajaman tekniknya. Saya melihat ia memiliki hati [memasuki] kejuaraan. Namun saat saya meraih leher itu, saya akan menghentikan siapa pun di dunia.”

Pictures from the fight between Aung La N Sang and Reinier De Ridder at "ONE on TNT IV"

Bagaimana pun, keduanya telah mencetak rekor luar biasa di “The Home of Martial Arts.”

Abbasov memiliki catatan 4-0 bersama ONE, termasuk tiga penyelesaian dan dua kemenangan dalam laga Kejuaraan Dunia. Sementara itu, “The Dutch Knight” memenangkan kelima laganya, mencetak tiga penyelesaian dan merebut sepasang sabuk emas dari Aung La “The Burmese Python” N Sang

Bagi “Brazen,” kesuksesan itu tiba dari kombinasi serangan tajam dan teknik gulat sempurna. De Ridder mengetahui kemampuan itu, walau berkata mereka bukanlah tanpa cela.

“[Abbasov] cukup mudah mengalir dari striking ke gulat, namun ia terkadang terlalu bersemangat dan terkena takedown oleh pria yang jauh lebih kecil,” kata perwakilan Combat Brothers ini. 

“Ia memiliki tangan yang bagus, tangan yang cepat. Ia hampir terlalu satu dimensi dalam tinjunya, cukup lepas dalam hal kecepatan, namun melakukan beberapa kesalahan dalam footwork.”

“Ia memiliki teknik gulat yang baik namun seringkali terkena takedown. Maka, saya kira saya akan mendominasi dari awal sampai akhir.”



“The Dutch Knight” menyadari bahwa Abbasov melontarkan serangan lutut kanan yang “licik” dan berbahaya, namun senjata itu takkan menggetarkan keyakinannya.

Seblaiknya, warga Breda ini tak meragukan bahwa permainan MMA lengkapnya, kemampuan atletis dan keunggulan postur tubuhnya akan menjadi terlalu sulit diatasi oleh penantang asal Kirgistan itu.

Pria Belanda dengan tinggi badan 193 sentimeter ini akan mengungguli lawannya yang berukuran tubuh 183 sentimeter di atas kaki, sementara sabuk hitamnya dalam judo dan BJJ akan memberinya berbagai persenjataan dalam clinch dan di ground.

“Saya lebih baik secara keseluruhan. Saya berjangkauan lebih panjang dalam striking,” kata De Ridder.

“Saya akan mampu menyentuhnya jika saya ingin. Saya grappler yang lebih baik, saya akan menyeret siapa pun di dunia ke bawah, dan saya akan juga menghentikan siapa pun di dunia.”

Pictures from the fight between Aung La N Sang and Reinier De Ridder at "ONE on TNT IV"

Terkait bagaimana laga ini akan berjalan, “The Dutch Knight” berkata itu tergantung pada cara Abbasov mendekati ronde pembuka.

Namun, baik saat “Brazen” waspada atau sedang agresif, penguasa middleweight ini mengharapkan penyelesaian cepat.

“Saya melihat ini akan berjalan dua arah, tergantung bagaimana ia akan maju,” tegas De Ridder.

“Saya kira ia akan bimbang untuk masuk. Saya akan mengenainya dengan beberapa jab, menendangnya, mendesaknya di pagar, mendorongnya dan menyeretnya ke bawah. Saya melihat diri saya melakukan pass guard dengan mudah, dan meraih side choke pada akhir ronde pertama atau awal ronde kedua.”

“Namun ia mungkin juga akan menyerang keras, dan saya mungkin dapat menjatuhkannya di atas kaki juga. Saya ingin menghentikannya secepat mungkin.”

Pictures from the fight between Aung La N Sang and Reinier De Ridder at "ONE on TNT IV"

Sebuah kemenangan cepat akan menjadi sempurna bagi “The Dutch Knight,” yang akan ingin kembali ke dalam Circle melawan penantang baru lainnya dalam waktu dekat ini. 

“Satu-satunya yang saya inginkan adalah berbagai laga, sebanyak mungkin. Jajarkan mereka dan saya akan memukul mereka mundur,” sang pemegang gelar itu menambahkan.

“Beri saya sebuah laga tiap kuartal [tahun]. Saya tak peduli siapa. Jajarkan saja mereka.”

Baca juga: Malykhin, Haggerty, Woo Raih Bonus Penampilan ONE: BAD BLOOD

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.