‘Seperti Muay Thai’ – Kisah Yonis Anane Mendapat Inspirasi Dari Arena Of Valor, Hunter X Hunter
Di usia yang baru 18 tahun, Yonis Anane sudah menjadi salah satu talenta muda paling menarik di dunia Muay Thai.
Juara Dunia WBC Muay Thai termuda sepanjang sejarah itu telah mengoleksi hampir 50 kemenangan profesional dan dengan cepat muncul sebagai salah satu wajah generasi baru olahraga tersebut.
Jagoan asal Team Mehdi Zatout itu akan menghadapi Freddie Haggerty dalam duel strawweight Muay Thai yang sangat dinantikan di The Inner Circle pada Jumat, 22 Mei. Ajang blockbuster tersebut disiarkan langsung secara eksklusif untuk member melalui live.onefc.com dari Lumpinee Stadium yang legendaris di Bangkok.
Namun di luar ring, Anane tetaplah remaja Gen Z pada umumnya.
Tumbuh besar di era digital, adik dari mantan Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai Nabil Anane itu menghabiskan banyak waktu luangnya dengan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan remaja di seluruh dunia – bermain game mobile, scrolling media sosial, dan menonton anime.
Sang striker Prancis-Thailand yang baru lulus sekolah tersebut juga dikenal dekat dengan rekan satu gym-nya di Team Mehdi Zatout, PTT Apichart Farm. Menurut Anane, bermain game menjadi salah satu cara terbaik baginya untuk melepas penat dari kerasnya latihan level elite yang nyaris tanpa henti.
Ia berkata:
“Saya sering bermain game dengan PTT dan itu menyenangkan. Saya bermain setiap hari sebelum tidur.
“Gaming membantu menenangkan pikiran saya. Kalau marah, Anda akan membuat kesalahan. Tetap tenang itu lebih baik, seperti Muay Thai.”
Pola pikir tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi Anane, hal itu langsung berkaitan dengan pendekatannya di dalam ring.
Striker remaja itu baru saja mengalami kekalahan pertama dalam kariernya di ONE Championship saat terlibat perang sengit melawan Zhao Zhengdong di ONE Friday Fights 147 pada Maret lalu. Sejak saat itu, bintang muda tersebut secara terbuka mengakui pentingnya tetap tenang dan menghindari bertarung secara emosional di bawah tekanan besar.
Menariknya, ia percaya bermain game mengajarkan pelajaran yang sangat relevan. Ketika tidak sedang berlatih, Anane sering bermain Arena of Valor, yang juga dikenal sebagai Realm of Valor di Thailand, bersama rekan-rekan setimnya.
Sama seperti gaya bertarungnya, pendekatan Anane dalam game juga jauh dari pasif. Ia lebih suka memainkan karakter penyerang dibanding menjadi support.
“Saya bermain sebagai attacker. Saya tidak suka karakter healer karena terlalu lemah.
“Saya suka Raz karena dia seperti petarung Muay Thai. Saya suka serangannya.”
Gon Freecss Dan Karakter Anime Yang Paling Mewakili Yonis Anane
Selain game mobile, anime juga menjadi bagian besar dalam kehidupan Yonis Anane di luar latihan.
Jika sang kakak, Nabil, dikenal sebagai penggemar berat One Piece, Yonis justru lebih menyukai anime klasik seperti Hunter x Hunter dan Bleach.
Namun bagi striker remaja tersebut, ada satu karakter yang berada jauh di atas yang lain: Gon Freecss.
Diciptakan oleh mangaka legendaris Yoshihiro Togashi, Hunter x Hunter mengikuti perjalanan Gon, seorang anak muda yang mencari ayahnya sambil terus berkembang lewat persahabatan, tantangan berat, dan pertarungan melawan lawan yang semakin berbahaya.
Serial ini menjadi salah satu franchise anime paling dicintai di dunia, khususnya di kalangan Gen Z, berkat cerita emosional, karakter ikonik, serta tema loyalitas, ketekunan, dan pengembangan diri.
Anane merasa banyak kualitas Gon yang mencerminkan dirinya sendiri.
Petarung 18 tahun itu menjelaskan:
“Hunter x Hunter adalah anime favorit saya karena itu anime pertama yang saya tonton.
“Saya suka Gon karena dia berani, tidak pernah menyerah, dan baik hati. Saya rasa dia mirip saya. Saya suka motivasinya.”
Alih-alih mengandalkan agresivitas membabi buta, Anane membangun reputasinya lewat ketenangan luar biasa, timing presisi, teknik tajam, dan kedewasaan bertarung yang jauh melampaui usianya. Kualitas itulah yang membuatnya terus dianggap sebagai salah satu talenta remaja paling bersinar di Muay Thai saat ini.
Anane juga senang membandingkan orang-orang di sekitarnya dengan karakter Hunter x Hunter, dan menurutnya sang kakak paling mirip dengan Leorio Paradinight.
Anane juga senang membandingkan orang-orang di sekitarnya dengan karakter Hunter x Hunter, dan menurutnya sang kakak paling mirip dengan Leorio Paradinight.
Seperti Leorio yang vokal dan sangat protektif dalam anime tersebut, Nabil selalu berperan sebagai kakak sekaligus mentor sepanjang perjalanan karier Yonis — membimbingnya melewati latihan keras, kehidupan di Thailand, dan tekanan besar bertarung di panggung global sejak usia muda.
Layaknya banyak penggemar anime lainnya, Yonis juga masih setia menunggu episode baru Hunter x Hunter meski serial tersebut terkenal sering hiatus panjang.
Ia menutup:
“Saya sudah menonton semua episodenya. Saya menunggu episode baru, tapi saya rasa itu tidak akan datang dalam waktu dekat.”