‘Saya Akan Cetak Sejarah’ – Andrade Prediksi Transisi Mulus Ke Kickboxing Di Kejuaraan Dunia Kontra Haggerty

Fabricio Andrade got emotional after winning ONE Bantamweight World Title at ONE Fight Night 7

Juara Dunia ONE Bantamweight MMA Fabricio Andrade siap mendobrak tingkatan baru di jam tayang utama A.S. pada Jumat malam, 6 Oktober, atau Sabtu pagi, 7 Oktober waktu Asia.

“Wonder Boy” akan menghadapi Jonathan Haggerty demi memperebutkan gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Kickboxing yang tak bertuan di ONE Fight Night 15, dan ia dapat saja menjadi seniman bela diri campuran pertama di ONE yang beralih disiplin dan merebut sabuk emas di sana.

Namun, ini bukanlah sebuah proyek baru bagi pria Brasil ini – hanya sesuatu yang tertunda.

Andrade merangkum catatan rekor striking profesional impresif, 40-3, sebelum terfokus penuh waktu pada MMA. Maka, saat aksi Juara Dunia vs. Juara Dunia ini ditawarkan padanya di bawah peraturan kickboxing, ia sangat siap untuk maju.

Andrade berkata tentang laga mendatang di Bangkok, Thailand ini:

“Sebelum mendedikasikan diri sepenuhnya pada MMA, saya memiliki kontrak kickboxing. Saya sudah memiliki minat ini. Itu belum terjadi karena saya mengejar karier MMA saya.”

“Namun saat ini, kesempatan itu tiba. Menjadi Juara Kickboxing adalah sesuatu yang belum terjadi dalam karier saya sampai saat ini.”

“Wonder Boy” memang sangat luar biasa sejak bergabung bersama ONE, dimana ia tak terkalahkan dalam tujuh aksi MMA sebelum merebut sabuk emas bantamweight pada Februari lalu. 

Terlebih lagi, empat kemenangan terbaru Andrade seluruhnya dihasilkan melalui striking – yang membuktikan kemampuan kuatnya di atas kaki – dan keyakinannya kini memang sangat tinggi.

Dengan momentum itu dan keinginan menorehkan namanya di buku rekor dunia, pria berusia 25 tahun ini langsung menerima kesempatan melawan Haggerty.

Perwakilan unggulan Tiger Muay Thai ini juga takkan melewatkan dominasi dalam tiga disiplin, tetapi ia tahu dirinya harus terlebih dahulu terfokus pada tugas di hadapannya ini.

Andrade menjelaskan:

“Saya memiliki kesempatan melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan siapa pun – menjadi atlet pertama yang menjadi Juara Dunia MMA dan kickboxing. Dan, itulah motivasi terbesar saya untuk laga ini.”

“Dengan menjadi Juara Dunia dalam dua disiplin, saya akan mencetak sejarah. Tentu, gelar Muay Thai itu juga ada, namun saya belum memiliki rencana untuk itu. Saya menjalaninya selangkah demi selangkah.”

“Fokus saya kini ada pada sabuk kickboxing, tapi itu jelas menjadi kemungkinan di masa depan.”

Andrade Hormati Haggerty, Tapi Prediksi Kemenangan KO

Fabricio Andrade memang tak menanggap enteng Jonathan Haggerty. Ia mengetahui bahwa mantan Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai dan Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai ini adalah salah satu striker pound-for-pound terhebat di muka bumi.

Namun, semua orang memiliki kelemahan mereka, dan Andrade melihat itu dalam diri pria Inggris ini juga. Kini, tugasnya adalah mengekspos semua itu di bawah sorotan lampu Lumpinee Boxing Stadium.

Melihat lawan berikutnya ini, “Wonder Boy” berkata:

“Haggerty adalah lawan yang hebat. Ia bertarung melawan beberapa nama terbesar dalam Muay Thai. Ia sempat menjadi juara divisi flyweight dan kini ia adalah Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai, maka saya yakin ini akan menjadi laga yang hebat.”

“Ia adalah atlet yang sangat teknis. Ia bermain dengan baik dengan kesalahan lawannya. Ia membaca semua itu dengan baik. Titik kuatnya adalah serangan siku, tapi dalam laga ini, ia takkan dapat menggunakannya karena itu tak diizinkan dalam peraturan kickboxing.”

“Dan, kelemahannya adalah bahwa ia takkan dapat menerima serangan dengan baik. Maka, saya berniat mengeksploitasi itu untuk meraih keunggulan dalam laga.”

Seperti yang disebut Andrade, laga ini akan berlangsung di luar zona nyaman Haggerty: Muay Thai.

Dan, walau beberapa pihak akan mengira bahwa “Wonder Boy” mencetak transisi yang lebih besar dari disiplin menyeluruh MMA, ia sangat meyakini bahwa pengalaman sebelumnya akan membuahkan hasil yang baik.

Pria Brasil ini memang berkompetisi dalam lusinan laga kickboxing sampai tahun 2019, dan ia tetap menjaga kemampuan stand-up itu.

Terlebih lagi, ia melihat dirinya memiliki keunggulan dalam berbagai atribut fisik dan strategis lainnya, yang akan membantunya mencetak penyelesaian atas “The General” di Bangkok.

Andrade menambahkan:

“Saya kira saya memiliki keunggulan lengkap atas dirinya dalam kickboxing, karena saya lebih terbiasa dengan peraturan itu, bahkan saat saya tak bertarung di bawah peraturan itu untuk sementara waktu. Saya tak pernah berhenti melatih kemampuan striking saya.”

“Saya yakin saya akan memiliki kekuatan lebih besar daripada dirinya di striking, dan saya akan lebih agresif dalam pertarungan ini. Sepanjang laga, itu akan memberi saya keunggulan, dan saya akan dapat meng-KO dirinya.”

Selengkapnya di Berita

Johan Ghazali and Ramadan Ondash 1 scaled
Rifdean Masdor celebrates his win against Nongbia LaoLaneXang at ONE Friday Fights 107.
ramboIQ
Numsurin Chor Ketwina showed no mercy against Songchainoi Kiatsongrit at ONE Friday Fights 160.
British Muay Thai fighter George Jarvis punches Rungrawee Sitsongpeenong to the head
Rungrawee Sitsongpeenong and George Jarvis touch gloves before their clash
Asadula Imangazaliev celebrates his World Title win over Aslamjon Ortikov at The Inner Circle 20.
Nong O Hama celebrates his win over Kongthoranee Sor Sommai at The Inner Circle 20.
Asadula Imangazaliev faces off with Aslamjon Ortikov ahead of their Muay Thai World Title fight
Aslamjon Ortikov Jordan Estupinan ONE Fight Night 43 5
Asadula Imangazaliev Nong O Hama ONE Friday Fights 147 9 scaled
Ryujin L debuts against Thongpoon R at The Inner Circle 23