Muay Thai

Sam-A Gaiyanghadao Jawab Tantangan Josh Tonna

Juara Dunia dua-disiplin ONE Sam-A Gaiyanghadao sangat menyadari bahwa ia menjadi target bagi banyak atlet lainnya, termasuk dari atlet peringkat teratas ONE Super Series Muay Thai dan kickboxing dalam divisi strawweight.

Sam-A, yang merebut gelar Juara Dunia ONE Strawweight Kickboxing perdana di bulan Desember dan gelar Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai perdana di bulan Februari, telah memastikan dirinya sebagai striker terbaik dalam divisinya.

Saat ini, atlet Thailand yang berdiam di Singapura ini tidak memiliki penantang atas kedua sabuk yang dimilikinya, namun Josh “Timebomb” Tonna meyakini ia layak mendapatkan kesempatan itu.

Tonna, yang berlatih di MuayU di Canberra, Australia, baru-baru ini menggemparkan dunia bela diri saat ia mencetak KO atas pria yang berkali-kali menjadi Juara Dunia Muay Thai Andy “The Punisher” Howson dengan sebuah serangan lutut spektakuler dalam ajang ONE: WARRIOR’S CODE.

Bahkan, Sam-A sangat terkesan dengan penampilan tersebut.

“Saya menonton laganya dengan Andy,” kata atlet berusia 36 tahun yang mewakili Evolve itu. “Saya tidak berkonsentrasi [terlalu banyak pada tekniknya], namun saya tahu ia adalah atlet yang bagus.”



Kemenangan KO tersebut mengamankan posisi keempat bagi striker Australia ini dalam peringkat divisi strawweight di disiplin kickboxing – serta menjadi penantang teratas dalam disiplin Muay Thai.

Ditambah lagi, setelah kemenangan besar itu, “Timebomb” mengira dirinya telah mendapatkan hak untuk menantang Sam-A untuk sabuk Kejuaraan Dunia.

Dari yang terlihat, legenda hidup ini nampak tidak berkeberatan untuk bertemu dan mempertahankan salah satu gelarnya tersebut. Faktanya, ia menyambut tantangan tersebut di kedua disiplin.

“Saya masih yakin bahwa saya memiliki lebih banyak pengalaman dibandingkan dirinya. Dengan 400 laga, saya kira pengalaman akan menjadi keunggulan saya. Ditambah dengan teknik dan kecepatan saya. Saya berlaga melawan atlet-atlet luar biasa dalam hidup saya, maka tidak ada yang membuat saya takut. Jika ia masuk dengan cepat, saya akan berlatih untuk menjadi lebih cepat,” jelas Sam-A.

“Saya dapat menemui Tonna dalam laga Muay Thai atau kickboxing, namun saya menyarankan untuk awalnya berlaga dalam disiplin Muay Thai, karena jika ia kalah, ia masih memiliki kesempatan dalam kickboxing untuk melawan saya.”

Sam-A Gaiyanghadao connects with a knee to the body

Walau Sam-A tidak sepenuhnya berkonsentrasi pada pergerakan dan teknik striking Tonna dalam kemenangannya saat melawan Howson, dirinya mengakui sangat familiar dengan gaya bertarung warga Canberra ini dan telah membayangkan bagaimana laga antara mereka akan berlangsung.

“Saya mengetahui bagaimana cara melawan tekniknya. Saya akan menghentikannya dari pukulan pertama [sebelum ia mengkombinasikan pukulan lain],” kata ikon asal Thailand ini.

“Saya akan melakukan teep panjang untuk menjaga jarak, serta akan mencoba membuatnya kebingungan sebelum melepaskan serangan saya. Ia bahkan tak akan mengetahui apa yang mengenainya.”

Saat segala sesuatunya belum dapat dipastikan, jelas bahwa penguasa divisi strawweight itu sangat yakin dan siap mempertahankan kedua gelarnya melawan siapapun – terutama “Timebomb.”

Baca juga: Para Pembenci, Kritikus Dan Mereka Yang Ragu