Muay Thai

Rodtang Mengejar Kemenangan Meyakinkan Untuk Akhiri Rivalitas Dengan Haggerty

Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon tak sedikitpun meragukan kapasitasnya sebagai Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai saat ia kembali menghadapi rival terkuatnya pada Jumat, 10 Februari.

Pada ajang ONE: A NEW TOMORROW, atlet fenomenal berusia 22 tahun ini akan menyambut Jonathan “The General” Haggerty di tanah kelahirannya untuk bertanding ulang dan kembali menciptakan laga explosif.

Laga pada Mei tahun lalu berjalan keras sepanjang lima ronde dan menghasilkan kemenangan tipis bagi Rodtang. Ia pun bertekad untuk mempertahankan sabuknya agar tak ada lagi keraguan tentang siapa yang terbaik diantara mereka.

Pada laga pertama mereka, keduanya menunjukkan perjuangan keras yang memaksa dua atlet muda ini untuk menembus batas yang mereka miliki.

Rodtang seperti mesin diesel yang lambat di awal, namun semakin memanas seiring waktu berjalan dan berhasil menjatuhkan Haggerty yang membuatnya yakin ia layak mendapat poin dari juri.

“Saya kira Haggerty unggul di ronde pertama dan kedua. Saya memenangi ronde ketiga, dan mendapatkan skor 10-8 di ronde keempat saat saya menjatuhkannya,” jelas Rodtang.

“Tak banyak yang terjadi, di ronde kelima bisa dibilang berakhir imbang.”

Haggerty menerima kekalahannya, namun percaya bahwa ia telah memenangi tiga dari lima ronde yang ada. Ia pun mengaku telah menyiapkan amunisi yang bisa membantunya membalikkan keadaan.



“The Iron Man” mengakui bahwa rival asal Inggris itu bisa merepotkan dirinya jika rencananya tak berjalan mulus. Namun ia tetap yakin bahwa diakhir laga, sabuk Juara Dunia akan tetap berada dalam genggamannya.

Terlebih, dia berencana untuk tampil lebih agresif demi mengincar KO dan memberikan kebanggaan kepada para penggemarnya sebagai penutup perhelatan.

“Di ronde pertama, saya akan bergerak tentatif tergantung dari apa yang dia bawa,” jelasnya.

“Dia nampakanya akan sama seperti saat terakhir kita berlaga. Saya tak bisa bergerak lambat karena dia bisa menghajar saya dari luar. Saya harus keras dan cepat. Dia tak tahan menerima body shot, itulah kelemahanya.

“Pukulan saya bisa membuatnya KO, namun saya harus tunggu momentum. Saya percaya diri, tapi tidak bisa sembarangan.  Saya akan memukul KO dia, tapi mari kita tunggu sampai tanggal 10 nanti.”

Rodtang juga sudah tak sabar untuk menajalani tugas ini karena laga nanti merupakan yang pertama baginya untuk mempertahankan gelar di tanah kelahirannya.

Ia meraih gelarnya di Manila, sebelum mempertahankan sabuk tersebut di Tokyo, Jepang. Ia mengaku senang bisa kembali berlaga di depan para kompatriotnya.

“Saya senang pertarungan ini akan terjadi di Thailand. Karena ini adalah perebutan gelar juara Muay Thai maka harus diselenggarakan di Thailand,” tuturnya.

Kebanyakan para penonton yang hadir di Impact Arena tentu akan mendukungnya, namun ada sosok spesial lain yang akan memberikan dukungan dari bangku penonton.

“Saya akan mengajak orang tua saya untuk menyaksikan laga ini. Saya senang mereka akan hadir,” tambah Rodtang.

“Kemungkinan akan ada lebih dari dua mobil vans yang berisi seluruh keluarga saya, termasuk juga semua orang yang ada di sasana. Ini akan menjadi yang pertama bagi orang tua saya untuk menyaksikan saya berlaga.”

Meskipun telah memiliki banyak modal jelang laga keduanya menghadapi Haggerty, namun ia belum merasa puas.

Sebagai atlet terbaik di divisinya, ia tahu bahwa ada target yang harus dicapai. Setiap kontestan yang akan ia hadapi di tahun 2020 tentu akan memiliki semangat berlipat untuk menurunkannya dari tahta, dan ia pun harus terus berada pada level terbaik untuk menjaga status tersebut.

“Semua orang menginginkan gelar ini, dan mereka akan berjuang keras untuk mendapatkannya,” tutur Rodtang.

“Lawan [selanjutnya] akan lebih keras dan lebih baik, jadi saya harus menjadi labih baik dan lebih kuat.”

Baca juga: Seni Bela Diri Membawa Jonathan Haggerty Ke Jalur Yang Tepat

Bangkok | 10 Januari | ONE: A NEW TOMORROW | Informasi Tiket | Cara Menyaksikan Secara Langsung