Berita

Petchmorakot Berencana Untuk Lebih ‘Agresif’ Saat Hadapi Andersson

Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai Petchmorakot Petchyindee Academy bersiap untuk laga pertahanan gelarnya yang kedua, dimana ia sangat bersemangat.

Pria berusia 26 tahun ini, yang telah berlaga tanpa cela dalam arena kompetisi tahun ini, akan sekali lagi mempertaruhkan sabuknya saat menghadapi Juara Dunia Lion Fight Magnus “Crazy Viking” Andersson dalam laga utama ajang ONE: A NEW BREED III Jumat ini, 18 September. Gelaran ini sebelumnya direkam di Bangkok, Thailand.

“Saya senang karena saya dapat mempertahankan gelar saya,” kata Petchmorakot. “Kondisi tubuh saya sangat baik dan saya merasa siap. Saya siap berlaga.”

Walau perwakilan Petchyindee Academy ini merasa bugar, ini adalah sebuah laga yang termasuk cepat.

Setelah mengalahkan Pongsiri PK.Saenchai Muaythaigym melalui keputusan mutlak untuk merebut gelar Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai perdana bulan Februari lalu, warga Ubon Ratchathani ini pun mempertahankan sabuk emas melawan penantang peringkat kelima dalam divisinya, “The Boxing Computer” Yodsanklai IWE Fairtex, pada bulan Juli.

Laga pendukung utama dalam ajang ONE: NO SURRENDER itu – yang berlangsung setelah masa istirahat yang cukup lama bagi ONE Championship karena pandemi global COVID-19 – mampu menghibur sejak awal sampai akhir.



Terlepas dari awal yang menjanjikan dan agresif bagi Yodsanklai, sang penguasa divisi ini akhirnya menemukan jarak serangnya, melepaskan rangkaian tendangan, serta membalas serangan ikon asal Thailand itu menuju sebuah kemenangan melalui keputusan mayoritas.

“Saya merasa sangat senang setelah saya menang,” kata Petchmorakot. “Ia seperti seorang idola. Ia luar biasa. Ia adalah petinju southpaw yang hebat. Ia itu legendaris, maka saya sangat bangga.”

“Awalnya, saya menunggunya untuk melakukan sesuatu. Saya menunggu karena pada awalnya, pukulannya sangat kuat dan menakutkan. Namun setelah saya dapat mengantisipasi gerakannya, saya mampu membalasnya dengan pukulan dan tendangan seperti yang saya latih. Saya memainkan permainan menunggu.”

“Namun pada ronde keempat dan kelima, saya mampu mengantisipasi gerakannya, dan dapat menggunakan rangkaian pukulan saya, tulang kering kiri saya, serta tendangan saya.”

Petchmorakot Petchyindee Academy teeps Yodsanklai IWE Fairtex

Hanya beberapa minggu setelah laga itu, Petchmorakot akan menjalani laga pertahanan gelar Juara Dunia ONE yang kedua melawan seorang pendatang baru yang sangat berbahaya.

Andersson telah merebut beberapa sabuk emas, termasuk sebuah gelar nasional Swedia dan Gelar MX Muay Xtreme. Lalu, pada bulan Agustus 2019, ia mencetak KO atas rival lamanya, Petchsanguan Sor. Thanasit, dengan sebuah serangan lutut ke arah tubuh untuk merebut gelar Kejuaraan Dunia Lion Fight Super-Welterweight.

Pria yang dikenal sebagai “Crazy Viking” ini akan membawa kekuatan KO yang luar biasa, teknik tinju yang bersih, serta keunggulan tinggi badan 4 sentimeter ke dalam ring. Dan terlebih lagi, semua itu telah menarik perhatian perwakilan Petchyindee Academy ini.

“Pukulannya menakutkan, dan karena ia adalah petarung yang besar, akan cukup sulit untuk menyerangnya,” kata atlet berkuda-kuda southpaw ini.

Sementara mengerti seberapa besar bahaya yang dihadapinya, Petchmorakot juga mengetahui apa yang harus ia lakukan untuk merebut kemenangan.

“Saya akan menggunakan teknik feint untuk mengintimidasinya, dimana itu akan ditambah dengan pukulan dan serangan siku saya,” tegasnya.

“Saya harus menjadi agresif dengan footwork [gerakan kaki] saya. Saya tidak dapat mundur karena ia akan menjadi yakin, maka [saya harus bergerak agresif] dengan pukulan dan lutut.”

Ini menjadi momen penting bagi Petchmorakot.

Ia sebelumnya mengungkapkan keinginan untuk menjadi seorang ikon dalam “seni delapan tungkai,” dan dengan dua kemenangan luar biasa pada tahun ini, ia telah membangun dasar yang kuat untuk mendukung usahanya meraih tujuan tersebut.

Jika ia dapat mengalahkan sesama Juara Dunia Muay Thai – di tanah kelahirannya di Thailand – Jumat malam ini, ia akan mengambil sebuah langkah hebat lainnya menuju mimpi terbesarnya itu.

“Mempertahankan gelar Juara Dunia ONE ini sangat, sangat penting bagi saya karena saya ingin sabuk ini tetap berada di Thailand untuk waktu yang lama,” kata Petchmorakot. “Saya ingin menjaga gelar ini selama mungkin, semampu saya.”

Baca juga: Kartu Pertandingan Resmi Untuk Ajang ONE: A NEW BREED III