Muay Thai

Petchmorakot Ungguli Yodsanklai, Pertahankan Gelar Juara Dunia

Petchmorakot Petchyindee Academy berjanji untuk keluar dari gelaran ONE: NO SURRENDER dengan sebuah kemenangan atas seorang legenda dan gelar Kejuaraan Dunia ONE Featherweight Muay Thai masih terikat erat di pinggangnya.

Pada akhirnya, ia mampu membuktikan kedua janji tersebut – dalam sebuah laga antara semangat muda melawan pengalaman luar biasa. 

Sang juara bertahan dapat unggul atas “The Boxing Computer” Yodsanklai IWE Fairtex untuk meraih sebuah keputusan mayoritas, hari Jumat, 31 Juli, di Bangkok, Thailand.

Bagai kejatuhan ☄️

Bagai kejatuhan ☄️

Posted by ONE Championship Indonesia on Friday, July 31, 2020

Ini adalah sebuah kemenangan yang menentukan bagi Petchmorakot, tetapi itu tidak berjalan dengan mudah melawan “The Boxing Computer,” yang membawa permainan terbaiknya sejak awal laga.

In the first round, Yodsanklai cut the distance with ease and pressured his countryman with his hands. Petchmorakot responded with kicks to keep his legendary opponent at bay, but the Fairtex star would not be denied. He kept pressing the action and scored with uppercuts before the round came to a close. 

Pada ronde pertama, Yodsanklai dengan mudah memotong jarak dan menekan dengan kombinasi tinju yang keras dan cepat. Petchmorakot menjawab dengan tendangan untuk menjaga jarak, tetapi bintang Fairtex itu tak dapat ditahan – bahkan memasukkan dua uppercut keras sebelum ronde berakhir.

Stanza berikutnya dipenuhi aksi keras, saat keduanya memulai pertukaran pukulan di tengah ring, dimana Petchmorakot menggunakan pukulan straight kanan dan Yodsanklai mengandalkan uppercut-nya.

Keduanya bertukar serangan jarak dekat, melayangkan sikutan dan serangan lutut dalam clinch, namun sang juara mampu melepaskan diri dan menjaga jarak. Melihat ini, “The Boxing Computer” meningkatkan tekanan atas sang lawan dan mendaratkan serangan siku yang mengenai area mata kiri sang Juara Dunia.

Petchmorakot Petchyindee Academy teeps Yodsanklai IWE Fairtex

Sikutan itu membakar semangat Petchmorakot, dan ia pun meningkatkan serangan pada ronde ketiga saat ia menemukan jarak serang atas kompatriotnya. Yodsanklai mencoba menyerang dalam jarak dekat dan clinch, tetapi atlet berusia 26 tahun lawannya itu mampu mementahkan dan secara konsisten membalas serangan sang legenda dengan indah.

Ronde keempat berjalan sama kerasnya, dengan serangan dalam posisi clinch dan pertukaran pukulan keras. Tetapi, dalam ronde ini Petchmorakot lebih mampu bergerak dengan bebas dalam clinch dan menghindari tinju lawannya. Sang legenda hidup pun harus menjaga jarak dari perwakilan Petchcyindee Academy itu dengan tendangannya.

Sebuah peperangan besar dalam posisi clinch membuka stanza terakhir, saat Yodsanklai terlihat ingin memojokkan Petchmorakot di tepi ring. Namun, saat ia mengincar kepala lawan dengan tendangannya, perwakilan Fairtex ini harus menerima serangan balik dari arah kiri.

Sang atlet veteran itu pun harus mengakui keunggulan stamina lawannya, saat ia melunakkan ritmenya. Hal ini disambut Petchmorakot dengan menyarangkan jab ke arah wajah lawan sembari sesekali mendaratkan pukulan straight kirinya.

Setelah 15 menit aksi luar biasa tersebut berakhir, para juri memberi sebuah keputusan mayoritas kepada sang Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai.

ONE Featherweight Muay Thai World Champion Petchmorakot Petchyindee Academy beats Yodsanklai IWE Fairtex

Kemenangan besar ini membawa catatan rekor Petchmorakot menjadi 161-31-2 dalam kariernya di disiplin Muay Thai dan kickboxing, serta memastikan bahwa dirinya adalah penguasa divisi tak terbantahkan.

Baca juga: Superbon Buktikan Kehebatan Sebagai Debutan Luar Biasa ONE