Berita

Geje Eustaquio Melihat Kembali KO Dramatis Di Manila

Geje “Gravity” Eustaquio memastikan dirinya sebagai “Raja Rematch” di ONE Championship dengan membalas kekalahan untuk keempat kali dalam kariernya di ajang ONE: MASTERS OF FATE.

Pada hari Jumat, 8 November, mantan Juara Dunia ONE Flyweight ini meraih penebusan atas kekalahannya dari Toni “Dynamite” Tauru dengan sebuah KO melalui tendangan memutar spektakuler di Manila, Filipina.

Walau Kevin “The Silencer” Belingon, rekan latihannya yang juga mewakili Team Lakay, yang dikenal hampir selalu meraih kesuksesan dengan teknik ini, Eustaquio menghabiskan berjam-jam di dalam sasana untuk menyempurnakan tendangan tersebut supaya ia dapat mengeksekusinya dengan sempurna.

“Saya melatih tendangan memutar itu ribuan kali dan saya senang dapat menampilkannya [pada Jumat malam],” sebutnya.

“Itu adalah senjata yang sangat efektif dan saya berencana melatihnya 10.000 kali lagi. Semoga, kami dapat mengulanginya.”

Namun, sebelum ia mencetak serangan akhir itu, perwakilan Team Lakay ini nampak seperti akan mengalami nasib yang sama seperti pada bulan Desember 2016, saat spesialis submission Finlandia itu meraih punggungnya dan mengancam dengan kuncian rear-naked choke.

Saat ia ditempatkan pada posisi itu di ajang ONE: AGE OF DOMINATION, “Gravity” terpaksa harus tap-out, namun kali ini ia siap untuk bertahan.

Sama seperti kemampuannya untuk menyerang, ia menghabiskan waktu di sasana untuk memastikan bahwa ia memiliki kemampuan untuk bertahan dari serangan submission rivalnya itu.



Jika Tauru menyarangkan lengannya di bawah dagu dan mengunci genggamannya, ia akan dapat mengulangi hasil pertemuan pertama mereka.

Untungnya, bagi Eustaquio, ia tetap tenang dan bergantung pada game plannya untuk keluar dari posisi tersebut dan meraih posisi dominan, yang memancing reaksi dari para penonton.

“Saya yakin bahwa ia tidak akan mendapatkan kuncian leher itu,” kata atlet berusia 30 tahun itu.

“Saya mengetahui bahwa itu masih kering, itu kurang licin, maka itu saya yakin saya dapat keluar dari [kuncian] itu. Saya juga telah melatih posisi tersebut seribu kali setelah kekalahan saya dari Tauru pada tahun 2016.”

“Saya kembali ke pegunungan dan mengulang posisi tersebut sebanyak mungkin. Latihan membuat semuanya sempurna.”

Eustaquio juga memberi penghargaan bagi para penggemar Filipina di Mall Of Asia Arena, yang berteriak dengan sangat keras sepanjang laganya untuk memberikan dukungan.

Geje Eustaquio vs. Toni Tauru II at ONE: MASTERS OF FATE in Manila, Philippines

“Masyarakat Filipina adalah suporter yang sangat berbeda. Saat mereka bersorak, mereka benar-benar bersorak,” tambahnya.

“Saya sangat diberkati dan berbahagia bahwa ONE Championship selalu membawa kartu terbaiknya ke Filipina. Saya senang mewakili Filipina.”

Eustaquio mungkin akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan hal itu sekali lagi saat “The Home Of Martial Arts” kembali ke ibukota negara tersebut pada tanggal 31 Januari.

Saat dirinya kembali berlaga, kompetitor veteran ini berharap para eksekutif ONE akan memasangkannya dengan lawan di jajaran atas yang dapat membawanya merebut sabuk emas – yang akan dipegang oleh salah satu dari kedua orang ini: Juara Dunia ONE Flyweight Adriano “Mikinho” Moraes atau Juara ONE Flyweight World Grand Prix Demetrious “Mighty Mouse” Johnson.

Namun, “Gravity” mengatakan bahwa ia kini akan lebih terfokus pada waktu bersantai yang dibutuhkannya.

“Saya harap Mr. Victor Cui atau Mr. Chatri [Sityodtong] akan membawa sabuk bagi ‘Rematch King’,” katanya.

“Kini, inilah waktunya untuk kembali ke pegunungan, istirahat, serta menikmati masa liburan.”

Baca juga: Apa Langkah Selanjutnya Dari Para Pemenang Di ONE: MASTERS OF FATE