Fitur

Apa Langkah Selanjutnya Dari Para Pemenang Di ONE: MASTERS OF FATE?

ONE Championship hadir di Manila, Filipina untuk terakhir kalinya pada tahun 2019, hari Jumat, 8 November kemarin, dimana the Mall Of Asia Arena menjadi tuan rumah gelaran ONE: MASTERS OF FATE yang dipenuhi para bintang dunia.

Separuh dari mereka meraih kemenangan penting yang mampu membawa mereka selangkah lebih dekat menuju puncak dalam tiap divisi “The Home Of Martial Arts” dan meraih gelar Juara Dunia.

Dengan lawan-lawan yang tepat, mereka dapat saja mendekati tujuan mereka di tahun berikutnya – dimana berikut adalah kemungkinan laga yang akan mereka jalani demi mendorong mereka untuk naik peringkat pada tahun 2020 nanti.

Eduard Folayang

Eduard Folayang attacks Amarsanaa Tsogookhuu at ONE MASTERS OF FATE

Eduard “Landslide” Folayang mungkin belum dapat memenangkan laga sesuai keinginannya, namun ia masih mampu memberikan pertunjukkan impresif sebelum keputusan teknis yang memberinya kemenangan atas Amarsanaa “Spear” Tsogookhuu.

Namun hasil tersebut memberi pahlawan Filipina ini cara untuk kembali pada jalur kemenangan dan mungkin menaruhnya di laga perebutan gelar Juara Dunia lainnya di tahun depan. Tetapi ia harus dapat meraih sebuah kemenangan lain melawan atlet kelas dunia untuk tetap maju menuju perebutan sabuk emas itu.

Sebagai semifinalis turnamen ONE Lightweight World Grand Prix, Ariel “Tarzan” Sexton sedang menikmati prestasi yang baik, tetapi sebuah cedera memaksanya keluar dari turnamen tersebut. Saat kedua pria ini sepenuhnya sembuh dari cedera mereka, ia mungkin akan menjadi lawan yang tepat bagi Eduard.

Pemegang sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu ini adalah seorang pencetak penyelesaian elit di atas kanvas, namun ia juga seorang striker. Ini akan membuatnya senang untuk menguji kemampuannya melawan sebuah nama besar dan mencetak kemenangan demi kembali ke perebutan gelar.

Baca juga: Cedera Tak Halangi Eduard Folayang Untuk Tunjukkan Kelasnya

Sangmanee Sathian MuayThai

Sangmanee Sathian MuayThai makes his entrance at ONE: MASTERS OF FATE

Debut yang dinanti dari bintang Muay Thai “The Million Dollar Baby” Sangmanee Sathian MuayThai memang tidak mengecewakan dengan sebuah kemenangan dalam laga tiga ronde penuh atas Azize “The Magician” Hlali.

Juara Dunia Rajadamnern dan Lumpinee Stadium Muay Thai ini akan mengincar lebih banyak emas lagi di panggung dunia, dimana ia memulainya dengan baik. Namun, sebagai pendatang baru dalam organisasi ini, ia harus mencetak beberapa kemenangan berikutnya untuk memisahkan dirinya dari para atlet berbakat lainnya dalam divisi tersebut.

Atlet bernama Rodlek PK.Saenchaimuaythaigym mungkin dapat menjadi ujian yang tepat. Ia meraih kemenangan beruntun bersama ONE dan membuktikan bahwa pukulan kuatnya dapat membuat lawannya khawatir.

Strategi brilian untuk melawan agresi Rodlek mungkin akan menjadi pertunjukkan menegangkan dalam “seni delapan tungkai,” dan itu akan membawa sang pemenang ke perebutan gelar Juara Dunia.

Baca Juga: Sangmanee Cetak Debut Impresif Saat Taklukkan Azize Hlali

Geje Eustaquio

Geje Eustaquio celebrates his defeat of Toni Tauru at ONE MASTERS OF FATE

Mantan Juara Dunia ONE Flyweight Geje “Gravity” Eustaquio mencetak sebuah kemenangan KO luar biasa dengan tendangan memutar, atau spinning back kick, atas Toni “Dynamite” Tauru, namun divisinya masih dipenuhi oleh atlet berbakat – yang membuatnya harus mencetak kemenangan beruntun melawan beberapa nama terbaik untuk maju.

Salah satu nama yang dapat ditandingkan dengan Geje adalah Tatsumitsu “The Sweeper” Wada – seorang Juara Dunia Deep Flyweight yang menampilkan kemampuan bela diri campuran menyeluruh dalam lima laga terakhirnya bersama organisasi bela diri terbesar di dunia ini.

Atlet Jepang itu memiliki kemampuan mengukur jarak yang mampu menyulitkan Geje dalam pertukaran stand-up, serta memiliki teknik grappling yang sempat membuat Demetrious “Mighty Mouse” Johnson menjalani salah satu laga terberat di dalam karirnya pada awal tahun ini.

Jika “Gravity” mampu melewati ujian ini, ia akan memiliki kesempatan untuk merebut kembali sabuk yang sempat digenggamnya sampai bulan Januari lalu.

Baca Juga: Geje Eustaquio Berputar Dan Cetak KO Pada Ronde Ketiga

Stamp Fairtex

Stamp Fairtex kicks Bi Nguyen

Stamp Fairtex menambahkan sebuah kemenangan pada rekor sempurnanya di Manila dengan mengatasi ujian terberatnya dalam dunia bela diri campuran sampai saat ini, Bi “Killer Bee” Nguyen.

Mimpinya untuk menjadi Juara Dunia ONE dalam tiga disiplin bela diri nampak realistis, dan langkah selanjutnya bagi atlet ini tidak lain adalah atlet unggulan Indonesia, Priscilla Hertati Lumban Gaol.

“Thathie” adalah atlet divisi atomweight wanita yang paling berkharisma, berprestasi dengan raihan kemenangan terbanyak, serta akan menawarkan sebuah ancaman baik dalam stand-up atau ground game jika dirinya menghadapi striker wanita terbaik Thailand itu.

Stamp harus membuktikan bahwa ia mampu bertahan melawan seorang atlet yang memiliki gerakan berbahaya di ground, sebelum ia dapat menantang sabuk emas milik “Unstoppable” Angela Lee, dan sebuah kemenangan melawan bintang Indonesia ini akan menjadi jawabannya.

Apapun hasilnya, ini akan menjadi kemenangan besar bagi kedua atlet wanita unggulan ini.

Baca Juga: Stamp Lanjutkan Tren Positif Lewat Kemenangan Dominan Atas Bi Nguyen

Li Kai Wen

Li Kai Wen at ONE: MASTES OF FATE

“The Underdog” Li Kai Wen kembali naik ke atas ring untuk debutnya dalam divisi bantamweight Paul “The Great King” Lumihi, dan mampu menaklukkan atlet Indonesia tersebut dengan KO pada ronde pertama.

Atlet Tiongkok ini memiliki pencapaian luar biasa dalam divisi featherweight, yang jika digabungkan dengan awalan baik dalam divisi barunya ini hanya berarti ia akan menjadi ancaman untuk meraih sabuk emas.

Ia layak menghadapi penantang lainnya, dan jika para fans dapat memilih seorang lawan, tentunya pria tersebut adalah John “Hands Of Stone” Lineker. Atlet asal Brasil itu akan menjadi batu loncatan yang besar dalam kompetisi ini, namun “The Underdog” tidak akan mundur dan akan membuat laga ini menjadi sebuah peperangan besar.

Keduanya adalah pemukul yang paling ditakuti di atas panggung dunia, dan mereka gemar melemparkan pukulan dengan liar. Siapapun yang mampu tetap berdiri akan naik peringkat untuk akhirnya menghadapi Bibiano “The Flash” Fernandes demi sabuk emasnya.

Baca Juga: Tampil Gemilang, ‘The Underdog’ Hentikan ‘The Great King’ Di Ronde Pertama