Berita

Eduard Folayang Ingin Gunakan Aoki Sebagai Batu Loncatan

Mantan Juara Dunia ONE Lightweight Eduard “Landslide” Folayang tak berharap dapat merangkum sebuah trilogi bersama Shinya “Tobikan Judan” Aoki secepat ini.

Namun, jika ada satu hal yang ia pelajari selama dua dekade dalam dunia bela diri campuran, itu adalah bahwa ia selalu harus siap menghadapi keadaan tak terduga.

Pada Kamis pagi, 29 April, Folayang akan ingin kembali ke jalur kemenangan dan memuncaki rivalitasnya dengan penantang peringkat keempat divisi lightweight Aoki saat mereka berlaga di kartu awal “ONE on TNT IV.”

Kedua pesaing ini awalnya dijadwalkan menghadapi lawan yang berbeda, namun absennya Yoshihiro “Sexyama” Akiyama dan “Super” Sage Northcutt menjadikan sebuah laga trilogi masuk akal.

Sementara ikon Filipina ini terkejut bahwa ia akan menghadapi Aoki setelah berjuang keras dalam dua laga sebelumnya, ia menyambut peralihan itu dengan tangan terbuka.

“Saya memang mengharapkan sebuah trilogi, namun saya tak menyangka akan terjadi secepat ini. Aoki tampil luar biasa baru-baru ini, sementara saya mengakui saya masih berada dalam penurunan. Maka itu, saat saya mengharapkan ini akan terjadi, saya tak menyangka akan berlangsung secepat ini,” kata Folayang.

“Saat mereka mengatakan Akiyama keluar dan Aoki yang masuk, tentu saya merasa bersemangat. Ini laga yang sangat penting bagi karier saya, dengan mengetahui di mana posisi Aoki dalam divisi ini sekarang. Jika saya dapat mengalahkannya, tak hanya saya memenangkan sebuah trilogi, namun itu dapat membawa saya memasuki sebuah perebutan gelar Juara Dunia lagi.”

FIlipino ONE Lightweight World Champion Eduard Folayang

Sementara ia menyambut perkembangan ini, “Landslide” juga harus menggandakan latihannya untuk menghadapi Aoki.

Lagipula, ia dan seluruh anggota Team Lakay telah menghabiskan banyak waktu untuk merancang sebuah game plan untuk “Sexyama,” dan gaya dari kedua atlet legendaris Jepang itu jelas sangat jauh berbeda.

“Sejujurnya, penyesuaian itu sangat sulit. Selama ini, kami terfokus pada Akiyama, dan mendadak kita harus terfokus pada keahlian Aoki, yang sangat berbeda dengan apa yang dibawa oleh Akiyama ke dalam laga,” jelas Folayang.

“Di Akiyama, kami mengharapkan seseorang dengan dasar judo yang akan berdiri dan bertukar serangan dengan anda. Semua itu berubah dengan Aoki, yang adalah grappler murni dalam tiap arti kata itu. Ini adalah peralihan yang sangat besar bagi saya, namun sejauh ini kami baik-baik saja.”

Untungnya, Folayang sangat familiar dengan Aoki. Kedua pilar divisi lightweight ini awalnya bertemu pada bulan November 2016 dalam laga yang melejitkan nama atlet Filipina itu.

Eduard Folayang knocks out Shinya Aoki at ONE: DEFENDING HONOR

Walau ia menghadapi sang legenda Jepang yang menjadi favorit di Singapore Indoor Stadium, “Landslide” mengerahkan segalanya dan meraih kemenangan TKO ronde ketiga untuk merebut gelar Juara Dunia ONE Lightweight untuk pertama kalinya.

Mereka kemudian kembali berlaga pada bulan Maret 2019, dengan Aoki sebagai sang penantang, namun saat itu perwakilan Evolve MMA ini hanya membutuhkan kurang dari satu ronde untuk mengimbangi kedudukan dengan sebuah submission khasnya.

Bagi Folayang yang kini berusia, 37 tahun, laga trilogi ini membutuhkan seluruh pengalaman dari kekalahan itu dan belajar dari sana.

“Sebelum laga itu, saya melihat bahwa ia menang melalui arm triangle saat melawan Ev Ting, tetapi saya merasa terlalu yakin dapat bertahan dari itu,” kenang atlet Filipina ini.

“Saya meremehkan seberapa bagus Shinya itu saat dirinya mendapatkan kesempatan. Saat ia mengunci tangannya, anda selesai. Itulah satu hal yang saya lewatkan.”

“Saya juga terlalu santai dengan tendangan saya, dan itulah saat Shinya meraih kesempatan untuk menyeret saya ke ground. Melawan dirinya, anda tak ingin berada di atas kanvas, tetapi itulah yang terjadi dan itulah yang ingin kami hindari.”

Filipino MMA fighter Eduard Folayang punches Shinya Aoki in their rematch

Setelah dua kali saling berhadapan, tak ada banyak rahasia bagi strategi mereka masing-masing di dalam Circle.

Untuk dirinya, Folayang akan berusaha menghindari permainan ground melawan grappler berpengalaman itu, serta mendominasi di posisi stand-up.

“Kami bersiap untuk apa yang akan dilakukan Shinya, dan karena mengetahui dirinya, ia berencana membawa laga ke ground secepat mungkin,” kata atlet Filipina ini.

“Kami akan mencegah sebuah laga di ground, dan juga berusaha untuk melihat apa yang harus dilakukan jika kami berakhir di sana. Kami juga mencari cara untuk menyerang Shinya saat laga ini berada di atas.”

“Sesering mungkin, jika ada celah untuk sebuah penyelesaian, kami jelas akan mengincar itu. Itulah hasil yang kami harapkan, tetapi tentunya, kami selalu ingin siap menghadapi berbagai situasi, karena ini adalah olahraga yang tak dapat ditebak.”

Filipino MMA fighter Eduard Folayang practices his spinning back fist

Kamis pagi nanti, Folayang akan memasuki Circle dengan pemikiran bahwa ini adalah kesempatan sekali seumur hidup.

Atlet Filipina itu mengetahui bahwa sebuah kemenangan atas Aoki akan menjadi akhir gemilang bagi rivalitas mereka, serta akan membawanya mendekati Kejuaraan Dunia ONE Lightweight.

Ini adalah kesempatan yang tak ingin disia-siakannya.

“Ini sangat berarti. Memenangkan trilogi melawan seorang legenda dalam olahraga ini, seseorang yang dikagumi oleh banyak orang, akan menjadi hal besar bagi warisan saya,” kata Folayang.

“Selain itu, karena Shinya masih berada di peringkat lima besar divisi ini, itu juga akan membungkam para kritikus dan semoga membawa saya memasuki perebutan gelar Juara Dunia lainnya.”

Baca juga: Cara Menonton Ajang ‘ONE On TNT IV’

Muat Lebih Banyak

Ikuti perkembangannya

Bawa ONE Championship kemana pun anda pergi! Daftarkan diri untuk mendapatkan akses ke berita terbaru, berbagai tawaran spesial dan kursi terbaik dalam gelaran langsung kami.
Dengan mengirimkan formulir ini, anda menyetujui pengumpulan, penggunaan dan pembukaan informasi anda berdasarkan Privacy Policy kami. Anda dapat membatalkan (unsubscribe) dari jenis komunikasi ini kapan saja.