Berita

Eduard Folayang Cetak TKO Atas Shinya Aoki, Rebut Gelar Juara Dunia ONE

12 Nov 2016

Eduard “Landslide” Folayang mencetak sejarah hariJumat malam, 11 November, dalam ajang ONE: DEFENDING HONOR.

Ia meraih sebuah pencapaian setelah diragukan banyak orang lainnya, dimana hal itu juga menjadi sebuah akhir bahagia dari perjuangan Eduard – yang dimulai dari kesulitan masa kecilnya di tengah kemiskinan, menjadi penampil utama dalam ajang perdana ONE Championship dan merebut gelar Juara Dunia lima tahun kemudian.

Kuda hitam asal Filipina ini memasuki Singapore Indoor Stadium dan mencetak kemenangan TKO atas legenda Jepang Shinya “Tobikan Judan” Aoki untuk merebut gelar Juara Dunia ONE Lightweight.

Eduard, yang masih bergembira atas kemenangannya, berbagi tentang perasaannya di belakang panggung setelah momen luar biasa tersebut.

“Ini terasa hebat setelah perjalanan panjang,” jelasnya dengan bangga. “Ini seperti yang saya katakan. Ini adalah waktu bagi saya dan saya membuktikannya.”

Shinya merangsek menembus pukulan Eduard, berpegangan kepadanya dan mencetak sebuah takedown hanya beberapa detik dalam stanza pembuka. Bintang Filipina ini menghindari transisi Shinya, namun saat ia mencoba kembali berdiri, “Tobikan Judan” melompat ke punggung lawannya, mencetak sebuah kuncian body triangle, serta memulai susunan kuncian rear-naked choke. Dengan dua menit tersisa dalam ronde ini, “The Landslide” menyelipkan diri keluar dan kembali berdiri.

Namun, atlet divisi lightweight asal Jepang itu mempertahankan permainan cepatnya, menerima serangan lutut sebelum ia kembali mencetak kuncian body lock, dan mengamankan sebuah takedown lainnya. Eduard mendorongnya keluar dengan kakinya yang kuat, namun saat ia kembali berdiri, Shinya menahannya di pagar Circle dan menyapu kakinya untuk mengakhiri ronde ini.

Lima menit kemudian, alur cerita ini berubah 180 derajat.

Ronde berikutnya menjadi laga stand-up, dengan Eduard hampir mengenai lawannya dengan sebuah tendangan roundhouse keras dan sebuah pukulan memutar dengan punggung tangan. Aksi ini berlanjut dengan cepat, dan setelah istirahat sejenak karena sebuah pukulan ke mata yang tidak disengaja, “Landslide” menyerang lawannya dengan sebuah tendangan lutut di udara.

“Tobikan Judan” melihatnya, karena ia akhirnya mampu menangkap dan menjatuhkannya ke atas kanvas. Walau Shinya menghabiskan waktunya di posisi guard, Eduard mampu lolos. Dalam menit terakhir ronde kedua, Eduard melihat sebuah kesempatan dan menyerang dengan rangkaian tendangan, pukulan dan serangan lutut ke tubuh atlet Jepang itu.

Semuanya berakhir pada ronde ketiga.

Shinya segera mengincar kaki Eduard, namun sebuah serangan lutut dengan penempatan waktu sempurna menghentikannya. Sang legenda jatuh ke atas lututnya dan “Landslide” berdiri di depannya dengan meluncurkan serangkaian pukulan nonstop.

Dengan “Tobikan Judan” tidak mampu mempertahankan dirinya sendiri dengan baik, dimana sang wasit pun mengakhiri laga dan memberikan penantang Filipina ini kemenangan dalam laga ini serta gelar Juara Dunia ONE Lightweight yang prestisius.

Eduard mungkin menjadi Juara Dunia, namun ia harus mempertahankannya dengan daftar penantang yang juga ingin merasakan sabuk emas itu di pundak mereka, tidak termasuk Shinya yang pastinya akan meminta sebuah laga ulang.

Namun, itu masih nanti. Malam ini, “Landslide” akan merayakan dan bernafas dengan laga.

“Untuk kali ini, saya hanya akan kembali ke rumah dan beristirahat,” sang Juara Dunia baru ini berkata sambil tersenyum. “Setelah itu, saya akan melihat apapun yang akan terjadi nanti.”

Atlet Filipina tersebut kini memiliki catatan rekor 17-5 dengan tiga kemenangan beruntun. Bagi Shinya, catatan rekornya berubah ke 39-7 dengan sebuah keputusan ‘no contest’.