Anthony Engelen Apresiasi Kembalinya Ajang ONE Championship

Anthony Engelen YK4_5088 768x511

Dampak dan keresahan akibat pandemi global COVID-19 dalam beberapa bulan terakhir tentu masih dan tetap dirasakan oleh semua orang, termasuk para atlet profesional ONE Championship asal Indonesia. 

Ketiadaan pertandingan sejak bulan Maret lalu menyebabkan aktivitas dan rencana para atlet terganggu. Namun seiring dengan kembalinya ajang ONE Championship, secercah harapan pun terlihat, termasuk yang dirasakan Anthony “The Archangel” Engelen.

“Saya yakin semua orang pun senang dengan kembali bergulirnya pertandingan ONE ini termasuk para fan dan khususnya para atlet yang bisa beraksi lagi,” bukanya. 

“Saya yakin, seluruh staf yang terlibat pun merasakan kebahagiaan yang sama. ONE adalah sebuah organisasi besar. Saat kegiatan organisasi seperti itu harus ditunda, maka banyak orang yang harus berupaya lebih keras lagi,” lanjut Anthony.

Dengan masih bertambahnya angka pasien COVID-19, protokol kesehatan pun diterapkan bagi seluruh pihak yang terlibat. Para atlet, misalnya, akan melaksanakan tes kesehatan harian.

“Terkait protokol kesehatan dan tantangan terkait keselamatan, ONE selalu menunjukkan dirinya sebagai pemimpin dalam kebijakan-kebijakan terkait keselamatan; salah satu contohnya adalah pemberlakuan pengujian hydration level dalam setiap pertandingan,” papar Anthony.

“Saya yakin ONE akan memberlakukan standar-standar tinggi dalam pencegahan keamanan terkait pandemi Corona ini. ONE telah mengadakan beberapa ajang tanpa penonton di arena. Itu adalah hal yang baik dan aman bagi semua,” ujarnya lagi.



Uji hidrasi merupakan sebuah terobosan yang ONE terapkan terkait keselamatan atlet. Hal ini untuk mencegah terjadinya penurunan berat badan ekstrim dari atlet hanya agar memenuhi sarat maksimal berat badan.

Di luar itu, Anthony juga mengerti jika ajang nanti diselenggarakan tertutup, maka atmosfernya akan terasa berbeda.

“Ini adalah hal yang tidak biasa. Saya belum pernah bertanding tanpa adanya penonton di sekitar arena. Namun, sebenarnya satu-satunya hal yang akan terasa paling berbeda adalah saat seorang atlet berjalan menuju ring,” katanya.

“Saat petarung berjalan keluar menuju ring, tidak akan ada gemuruh penonton yang bersorak dan sebagainya. Namun saat seorang atlet sudah sampai di Circle atau ring, dengan atau tanpa penonton, Anda akan sangat terfokus sehingga tidak akan mendengar suara apapun lagi,” lanjutnya. 

“Hanya ada anda dan lawan di atas ring selain pelatih dan tim corner. Ada atau tidaknya penonton di arena seharusnya tidak menjadi perbedaan yang terlalu besar bagi sebuah pertandingan,” tutup Anthony Engelen.

Baca juga: Rudy Agustian: Laga Panpayak Vs. Superlek Berpotensi Curi Perhatian

Selengkapnya di Berita

Johan Ghazali faces Johan Estupinan in a rematch at The Inner Circle 42
Khunsuk goes high with a kick against YodUdon at ONE Friday Fights 176.
Akram Hamidi celebrates his KO win against Kongchai Chanaidonmueang at ONE Friday Fights 66.
Numsurin Chor Ketwina and Akram Hamidi face off before their Muay Thai fight at The Inner Circle 36
Aliff Sor Dechapan faces off with Prajanchai Pongsuphan PK in the middle of the ONE Championship ring.
Three-time kickboxing World Champion Marat Grigorian prepares for battle.
Jonathan Haggerty and Hiroki Akimoto at the ONE SAMURAI 4 Ceremonial Weigh-Ins & Faceoffs
Prajanchai says a prayer before his fight against Ellis Badr Barboza at ONE Fight Night 28.
Johan Ghazali and Diego Paez trade strikes at ONE Fight Night 32.
Diego Paez cracks Johan Ghazali with an uppercut at ONE Fight Night 32.
Olivia Bahsous (L) vs Malia Weaver (R) is confirmed for The Inner Circle 35
Prajanchai Pongsuphan PK and Wang Junguang face off ahead of The Inner Circle 35