Dwi Ani Retno Wulan Ingin Petik Pelajaran Dari Laga Stamp Vs. Sunisa

Bi Nguyen DA 2854

Kembalinya Stamp Fairtex disambut hangat bukan hanya oleh para fan, tapi juga sesama atlet yang berharap bisa mengambil inspirasi dari aksinya pada Jumat, 31 Juli mendatang.

Dalam ajang ONE: NO SURRENDER, atlet yang tengah mengejar kejayaan dalam tiga disiplin berbeda ini akan berlaga dalam ranah seni bela diri campuran dengan menghadapi debutan sensasional Sunisa “Thunderstorm” Srisen.

Stamp, atlet berusia 22 tahun yang pernah menyandang sabuk Juara Dunia ONE Atomweight Kickboxing dan merupakan juara bertahan ONE Atomweight Muay Thai, memiliki prospek cerah untuk menjadi atlet pertama yang menyabet tiga sabuk Juara Dunia dalam tiga olahraga berbeda.

Laga mendatang akan menjadi ujian lain bagi dirinya untuk memantaskan diri sebagai kompetitor teratas bagi sabuk emas ONE Atomweight milik “Unstoppable” Angela Lee. Sejauh ini, Stamp mampu mempertahankan rekor tanpa cela dengan memenangi seluruh empat laga yang telah ia lakoni sejak Juli 2018 lalu.

Kembalinya ONE Championship mendapat sambutan hangat dari Dwi Ani Retno Wulan, atlet putri asal Rembang, Jawa Tengah, yang tengah berupaya mengepakkan sayap di pentas global.

“Saya senang ONE Championship kembali. Atlet-atlet bisa lebih semangat lagi dalam latihan dan ada motivasinya buat berlaga lagi,” ungkapnya.

“Ini berarti kita sudah bisa memulai pertandingan lagi, walaupun tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.”



Secara khusus, Dwi pun menantikan laga Stamp. Baginya, atlet asal Thailand tersebut adalah inspirasi yang memiliki segala aspek untuk dijadikan panutan.

Stamp memiliki mental bertanding yang telah terasah dan menolak memasukan kata kekalahan ke dalam kamusnya. Secara teknik, ia pun dianggap komplet karena mampu tampil sama baiknya saat berdueal dalam posisi berdiri maupun di ground. Contohnya adalah saat Stamp mampu mengalahkan Asha “Knockout Queen” Roka lewat kuncian dalam ajang ONE: DREAMS OF GOLD Agustus lalu.

“Laga Stamp adalah yang paling saya tunggu. Stamp merupakan atlet muda yang menginspirasi saya dan atlet-atlet lainnya. Dia tidak hanya menguasai satu beladiri, tapi semuanya,” jelas Dwi.

“Laga nanti, saya masih pegang Stamp, karena dari pengalaman dia unggul.”

https://www.instagram.com/p/CDJsUr4hw4i/

Menurut Dwi, kemampuan Stamp dalam beradaptasi terhadap gaya bertanding lawan merupakan sebuah karakter yang harus dimiliki setiap kesatria olahraga kombat.

Terbukti, Stamp mampu tetap tampil dominan meski kerap berganti lawan dalam disiplin Muay Thai, kickboxing dan seni bela diri campuran.

“Menurut saya, Stamp keren dan sangat luar biasa. Dia pasti berlatih dengan sangat keras sehingga hasilnya juga tidak diragukan lagi,” urai Dwi.

“Atlet harus menguasai semua beladiri seperti Stamp. Apalagi saya sebagai atlet bela diri campuran yang harus pelajari semua – baik stand up maupun ground.”

Baca juga: Priscilla: Stamp Fairtex Perlu Waspadai Kejutan Dari Sunisa Srisen

Selengkapnya di Bela Diri Campuran

Masaaki Noiri faces off with Liu Mengyang with the Tokyo skyline in the background
Chinese kickboxer Liu Mengyang taps gloves with Japanese star Masaaki Noiri in their first fight
Elbek Alyshov celebrates after capturing the ONE Bantamweight MMA World Championship at The Inner Circle 24.
MMA stars Enkh-Orgil Baatarkhuu and Elbek Alyshov face off ahead of The Inner Circle 24
Enkh Orgil Baatarkhuu (L) faces off with Elbek Alyshov (R) before The Inner Circle 24
Enkh Orgil
Johan Ghazali and Ramadan Ondash had to be separated ahead of The Inner Circle 24
Sam-A Gaiyanghadao faces off with Aliff Sor Dechapan ahead of The Inner Circle 23
Muay Thai fighter Luke Lessei kicks Mohamed Younes Rabah
Jonathan Di Bella and Zhang Peimian face off ahead of their ONE Strawweight Kickboxing World Title rematch
Zhang Peimian Jonathan Di Bella ONE162 1920X1280 47
Petsiam Jor Patreeyakelasiamsurin punches Ryuki Matsuda at ONE Friday Fights 130