Bela Diri Campuran

Priscilla: Stamp Fairtex Perlu Waspadai Kejutan Dari Sunisa Srisen

Saat daftar lengkap atlet yang berlaga dalam ajang ONE: NO SURRENDER resmi dirilis, banyak mata yang tertuju pada duel antara Stamp Fairtex dan Sunisa “Thunderstorm” Srisen.

Keduanya merupakan atlet muda yang memiliki potensi besar untuk menjadi penantang teratas dalam divisi atomweight seni bela diri campuran ONE Championship.

Laga mereka pada 31 Juli di Bangkok, Thailand, akan menjadi saksi kehebatan dari dua atlet yang belum pernah mengenyam kekalahan dalam bela diri campuran ini.

Stamp, atlet berusia 22 tahun yang juga merupakan Juara Dunia ONE Atomweight Muay Thai, tengah mengincar sabuk Juara Dunia dalam tiga disiplin berbeda. Sejauh ini, ia berada dalam jalur yang tepat dengan menorehkan rekor profesional 4-0-0 dalam bela diri campuran.

Sementara itu, rival barunya yang berusia tiga tahun lebih muda akan menjalani debut di pentas global ONE Championship dengan catatan mentereng setelah memenangi tiga laga profesional tanpa tersentuh kekalahan.

Keduanya tentu ingin memperpanjang catatan manis tersebut, namun hanya akan ada satu nama yang keluar dari arena dengan catatan tanpa cela.



Atlet putri kebanggaan Indonesia Priscilla Hertati “Thathie” Lumban Gaol pun mengaku antusias menantikan laga dua atlet asal Thailand yang mungkin akan ia hadapi di masa depan.

“Kalau menurut saya Stamp ya yang akan menang. Lewat nama besar, pasti Stamp lebih percaya diri. Dari segi pengalaman [dalam bertanding] pun dia lebih besar dari lawannya. Jadi menurut saya Stamp masih akan lebih unggul,” tutur Priscilla.

“Mungkin mereka akan mencoba duel atas main striking. Untuk kemungkinan main di gorund itu ada, tapi mungkin itu momen [sepintas] saja. Jika dipersentasekan, mungkin sekitar 30 persen mereka akan main di ground, selebihnya di atas.”

Sejak menjalani debut bela diri campuran pada Juli 2018, Stamp mampu mengokohkan namanya sebagai salah satu penantang teratas dalam divisi atomweight. Dari empat kemenangan yang telah ia kantongi, tiga diantaranya berakhir lewat penyelesaian.

Pada laga terakhirnya dalam ajang ONE: A NEW TOMORROW Januari lalu, atlet asal Pattaya tersebut tampil dominan atas Puja “The Cyclone” Tomar dan memenangi laga pada ronde pertama.

“Tingkat kepercayaan diri Stamp itu tinggi banget. Jadi walaupun mungkin nanti tanpa penonton, pasti dia keluar dengan gaya biasanya,” tambah Priscilla.

Dengan keahlian striking yang telah teruji, serta teknik ground yang terus berkembang, Stamp dipercaya memiliki kemampuan yang lengkap. Namun lawannya kali ini tengah dalam motivasi tinggi untuk bisa memberi kesan positif dalam laga terbesarnya sejauh ini.

“Sunisa pasti juga akan lebih semangat, karena dia melawan orang yang sudah terkenal, apalagi bertanding di negara mereka di Thailand,” ungkap Priscilla. “Pasti dia juga ingin membuktikan ke masyarakat dan para pencinta ONE Championship.”

Priscilla menganggap Sunisa bisa memberi kejutan saat tampil perdana di panggung seni bela diri terbesar di dunia ini.

“Dia juga pasti semangat, dan persiapannya pasti bagus. Kadang, pemula yang baru terjun di ONE Championship sering di luar dugaan. Kita enggak boleh menganggap dia sepele juga. Biasanya mereka juga punya kepercayaan diri yang lebih,” urai Priscilla.

“Kalau saya masih [mengunggulkan] Stamp, tapi kita enggak bisa juga menilai [sebelah mata] Sunisa Srisen. Mungkin dia ingin membuat gebrakan. Kalau misalnya bisa mengalahkan Stamp kan langsung [naik namanya]. Dia pasti latihannya juga keras.”

Baca juga: Laga Rodtang Vs. Petchdam Diprediksi Berakhir Lewat Kemenangan KO