Muay Thai

Laga Rodtang Vs. Petchdam Diprediksi Berakhir Lewat Kemenangan KO

Rodtang “The Iron Man”Jitmuangnon dan Petchdam “The Baby Shark” Petchyindee Academy merupakan dua atlet muda fenomenal yang tengah berupaya menciptakan peninggalan hebat dalam Muay Thai.

Maka tak heran, pertemuan keduanya untuk memperebutkan gelar Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai dalam ajang ONE: NO SURRENDER pada 31 Juli nanti di Bangkok, Thailand, akan berjalan sengit setiap detiknya sejak bel ronde pertama berbunyi.

Keduanya tengah berada dalam usia emas untuk membangun prestasi dan membuktikan kapasitas diri di pentas global dalam olahraga yang telah mereka geluti sejak lama.

Sebagai juara bertahan, Rodtang tentu tak ingin melepas gelarnya. Sementara Petchdam sedang dalam motivasi tinggi usai menang meyakinkan atas Momotaro pada 31 Januari lalu dalam ajang ONE: FIRE & FURY.

“Ini pertandingan seru dan pantas untuk jadi laga utama,” tutur “The Terminator” Sunoto, atlet ONE Championship veteran asal Indonesia dengan segudang pengalaman.

“Rodtang saya kira unggul dari segi power, sementara Petchdam punya teknik bagus dan bisa main cantik.”



Laga nanti merupakan yang ketiga bagi Rodtang untuk mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Flyweight Muay Thai miliknya usai merebut gelar tersebut dari Jonathan “The General” Haggerty pada 2 Agustus 2019 dalam ajang ONE: DAWN OF HEROES.

Sejak saat itu, Rodtang berhasil mempertahankan sabuk dengan mengalahkan Walter Goncalves pada 13 Oktober lalu dalam ajang ONE: CENTURY di Tokyo, Jepang, dan kembali mengalahkan Haggerty lewat TKO pada ronde ketiga dalam ajang ONE: A NEW TOMORROW di Bangkok pada 10 Januari lalu.

Kembali tampil di depan publik Bangkok tentu akan memberi sebuah nuansa tersendiri. Namun keuntungan tersebut juga akan dirasakan oleh Petchdam, yang juga tengah mengasah kemampuan di ibu kota Thailand bersama Petchyindee Academy.

“Meski sama-sama berasal dari Thailand dan mungkin saling kenal dekat, mereka akan tampil habis-habisan saat bertemu di atas ring. Jangankan berbeda gym, yang satu gym saja akan tetap serius,” tutur Sunoto.

“Saya pun begitu saat bertemu sesama atlet Indonesia. Kita saling latihan bareng, namun tentu beda saat tanding.”

Menurut Sunoto, keduanya mewakili gaya bertanding yang berbeda. Dengan kekuatan layaknya tank baja, Rodtang akan mengandalkan pukulan serta tendangan keras. Sementara Petchdam diprediksi akan lebih taktis dan dinamis.

“Untuk teknik, Petchdam lebih bagus. Dia akan main lewat tendangan cantik dan mengandalkan kecepatan. Tapi Rodtang kayak buldoser yang akan terus maju. Kalau mental saya kira juga unggul Rodtang,” jelas Sunoto.

“Rodtang akan melakukan trik provokasi dengan mengajak adu serangan terus agar memancing Petchdam. Tujuannya biar dia emosi, padahal kalau kena serangan dia merasa sakit juga. Itu bagian dari psywar.”

“[Yang menang] masih Rodtang. Prediksi saya, dia menang TKO pada ronde ketiga.” 

Baca juga: Hadapi Idola, Sunisa Srisen Siap Kejutkan Stamp Fairtex