Bela Diri Campuran

Stamp Fairtex Berencana Tampilkan Trik Baru Di ONE: NO SURRENDER

Sang Juara Dunia ONE Atomweight Muay Thai, Stamp Fairtex, melanjutkan misinya untuk meraih kejayaan di tiga disiplin hari Jumat, 31 Juli ini, namun ia wajib menaklukkan seorang kompatriot tak terkalahkan untuk maju selangkah mendekati impiannya.

Wanita berusia 22 tahun ini dijadwalkan berlaga melawan remaja sensasional Sunisa “Thunderstorm” Srisen dalam sebuah laga bela diri campuran pada ajang ONE: NO SURRENDER di Bangkok, Thailand.

Stamp cukup familiar dengan lawannya yang lebih muda ini. Kedua atlet ini bahkan sempat berlatih bersama di Fairtex Training Center, Pattaya, sebelum laga ini diumumkan.

“Saya mengenalnya. Ia menjalani bela diri campuran sementara saya berlatih kickboxing. Lalu, ia meminta untuk dilatih di sini, di Fairtex,” kata warga asli provinsi Rayong ini.

“Saya membantu dirinya mengajarkan beberapa trik bela diri campuran. Lalu, kami mengetahui bahwa kami akan menjalani sebuah laga. Ia meminta untuk berlatih di sasana tinju lainnya agar kami berdua tidak terlalu merasa kaku.”

Sejak saat itu, superstar Thailand ini telah menyaksikan seluruh video Srisen dan mempelajari kemampuannya dengan cermat.

Riset tersebut akan sangat dibutuhkan saat ia memasuki laga, karena atlet berusia 19 tahun yang berbasis di Chonburi ini tak terkalahkan sejauh ini dalam karier bela diri campurannya.

Pada bulan Juni 2016, Srisen mencetak debutnya di ajang promosi Thailand, Full Metal Dojo, dengan mengalahkan veteran ONE Championship Audreylaura “Ice Comet” Boniface melalui TKO pada ronde kedua. Ia melanjutkan kemenangan ini dengan dua penyelesaian lainnya – sebuah submission atas Wilasinee “Infinity” Komhom di bulan Februari 2017 dan KO atas Phunsasorn “Koy” Thanuthong bulan November itu.

“Ia sangat berdeterminasi,” kata Stamp tentang Srisen. “Saya dapat melihat ia sangat bagus dalam judo. Kekuatannya adalah kemampuan judo-nya, serta stamina dan daya tahannya.”



Tentunya, perwakilan Fairtex ini juga telah menampilkan kemampuan fenomenal saat ia berusaha membuktikan diri sebagai striker wanita utama di “The Home Of Martial Arts.”

Setelah kemenangan KO dalam waktu 19 detik melalui tendangan ke arah kepala dalam debut bela diri campurannya di rangkaian ONE Warrior Series 2 pada bulan Juli 2018, Stamp mengejar emas di rangkaian cabang striking di organisasi ini, ONE Super Series.

Di sana, ia merebut gelar Kejuaraan Dunia ONE Atomweight Kickboxing pada bulan Oktober 2018 dan gelar Kejuaraan Dunia ONE Atomweight Muay Thai perdana di bulan Februari 2019, yang juga sebuah gelar yang ia pertahankan sampai saat ini.

Lalu, pada bulan Agustus 2019, perwakilan Fairtex ini kembali ke seni bela diri campuran, dimana ia menampilkan kemampuan menyeluruhnya dan meraih tiga kemenangan beruntun – termasuk kemenangan terbarunya melalui TKO ronde pertama atas atlet India Puja “The Cyclone” Tomar bulan Januari ini.

Walau Stamp meyakini ia memiliki keunggulan atas Srisen di area stand-up, ia juga ingin menampilkan kemampuan grappling-nya pada laga di hari Jumat itu.

“Saya kira dalam laga ini, Saya akan mampu menerapkan [teknik] bela diri campuran dengan menyeretnya ke bawah serta menggunakan permainan ground saya sebanyak mungkin,” kata penguasa divisi atomweight Muay Thai ini.

“Saya telah berlatih untuk menyeret dan mencetak submission atas lawan saya. Kini saya melatih [kuncian] armbar, choke, triangle choke dan seterusnya.”

Dengan seluruh teknik baru itu di dalam arsenalnya, nampak bahwa perwakilan Fairtex ini siap meraih tantangan baru dalam perjalanannya menuju perebutan gelar Juara Dunia ONE Women’s Atomweight yang saat ini dipegang oleh “Unstoppable” Angela Lee.

Namun, sebelum ia memasuki Circle di ajang ONE: NO SURRENDER, Stamp memiliki pesan sederhana bagi Srisen.

“Teruslah berlatih dan lakukan yang terbaik,” katanya. “Saya juga melakukan yang terbaik, dan kita akan bertemu di sana.”

Baca juga: Cara Para Superstar Ini Akhiri Pemusatan Latihan Jelang ONE: NO SURRENDER