Abro Fernandes: Aung La N Sang Dan Martin Nguyen Hadapi Tantangan Berat

Abro Fernandes at ONE DAWN OF VALOR DC IMGL6261

Dua laga kolosal akan menandai ONE: INSIDE THE MATRIX di Singapura, ajang pertama ONE Championship yang bisa disaksikan langsung oleh Superfan sejak pertengahan tahun 2020 ini.

Pada Jumat, 30 Oktober, Juara Dunia ONE Middleweight dan ONE Light Heavyweight Aung La “The Burmese Python” N Sang, dan rekan satu timnya, Juara Dunia ONE Featherweight Martin “The Situ-Asian” Nguyen, akan tampil menghadapi dua penantang elite di divisi masing-masing. 

Dua sejawat yang berlatih di Sanford MMA ini akan mendapat perlawanan sengit. Aung La N Sang akan mempertahankan sabuk Juara Dunia ONE Middleweight dengan menghadapi Reinier “The Dutch Knight” De Ridder, sementara Martin akan melawan Thanh Le.

“Saya lihat [kedua] pertandingan ini masih 50-50,” jelas Abro “The Black Komodo” Fernandes.  “Lawan mereka semua itu bagus-bagus, dan mempunyai kemampuan yang bagus.”

Atlet Han Academy ini memprediksi keduanya akan mengubah cara mereka bertanding. Aung La N Sang diprediksi akan banyak melayangkan striking, sebaliknya Martin akan mengandalkan teknik ground.



“Saya melihat De Ridder punya kemampuan ground yang sangat bagus,” jelas Abro. “Dan strikingnya memadai juga.”

Meski menghadapi lawan yang tangguh, Abro menganggap sang juara bertahan mempunyai kemampuan ground yang tidak kalah bagusnya.

Dibekali oleh kemampuan striking mengerikan seperti saat mengalahkan Brandon Vera, Aung La N Sang memiliki peluang besar untuk unggul dalam pertandingan ini.

Meski demikian, tugasnya tak akan mudah.

Dengan rekor tak terkalahkan dalam 12 pertandingan, de Ridder memiliki segala modal untuk melengserkan Aung La dari singgasananya. Yang lebih istimewa, hanya ada satu kemenangan yang ia raih lewat putusan juri. Ini berarti, ia telah mencetak 11 penyelesaian dalam kariernya.

“Saya pikir Aung La harus melawan de Ridder di atas kaki. Melihat kemampuan lawannya, Aung La N Sang harus mempertahankan supaya pertandingan tetap di stand up,” jelasnya.

Sebaliknya, Abro menilai Martin perlu untuk membawa pertandingan ke ranah ground demi menumpulkan kekuatan knockout dari Thanh Le – yang telah mencetak tiga kemenangan KO selama berkarier di pentas global ONE Championship.

“Saya lihat Martin mempunyai kemampuan ground yang lumayan bagus. Untuk lawannya kali ini, saya rasa striking Thanh Le lebih baik,” ungkap Abro.

“Lawannya kali ini lebih kuat, dan sangat sulit untuk dijatuhkan lewat striking. Ditambah dengan kekuatan besar milik Thanh Le, saya rasa kali ini Martin harus mengandalkan kemampuan bertanding di ground.”

Menurut Abro, catatan KO spektakuler milik Martin diraih karena kecerdasannya dalam menguasai angle. Saat berlaga pada akhir pekan nanti, dipastikan Martin tak akan bebas melayangkan pukulan.

“Saya rasa Martin harus mengatur tempo untuk melemahkan lawan sebelum menyelesaikan pertandingan lewat strikingnya,” pungkas Abro.

Baca juga: 5 KO Terbaik Dari Para Bintang Di ONE: INSIDE THE MATRIX

Selengkapnya di Bela Diri Campuran

Elbek Alyshov celebrates after capturing the ONE Bantamweight MMA World Championship at The Inner Circle 24.
MMA stars Enkh-Orgil Baatarkhuu and Elbek Alyshov face off ahead of The Inner Circle 24
Enkh Orgil Baatarkhuu (L) faces off with Elbek Alyshov (R) before The Inner Circle 24
Enkh Orgil
Johan Ghazali and Ramadan Ondash had to be separated ahead of The Inner Circle 24
Sam-A Gaiyanghadao faces off with Aliff Sor Dechapan ahead of The Inner Circle 23
Muay Thai fighter Luke Lessei kicks Mohamed Younes Rabah
Jonathan Di Bella and Zhang Peimian face off ahead of their ONE Strawweight Kickboxing World Title rematch
Zhang Peimian Jonathan Di Bella ONE162 1920X1280 47
Petsiam Jor Patreeyakelasiamsurin punches Ryuki Matsuda at ONE Friday Fights 130
Joshua Pacio celebrates his ONE World Title victory over Mansur Malachiev at The Inner Circle 21
Shozo Isojima punches Eduard Folayang at The Inner Circle 21