Fitur

5 Submission Terbaik Dari Para Bintang Di ONE: INSIDE THE MATRIX

Pada hari Jumat, 30 Oktober, ONE Championship akan menyajikan kartu pertandingan terbaik dalam tahun ini ke hadapan para penggemar di seluruh dunia dengan ajang ONE: INSIDE THE MATRIX.

Ajang ini menjadi saksi dari kartu pertandingan yang dipenuhi oleh spesialis submission yang dapat mengakhiri laga kapan pun juga.

Baik saat mereka meraih lengan, kaki, atau menanamkan sebuah kuncian leher, para atlet ini memiliki keahilan tinggi dan sangat kreatif di atas matras. Inilah alasan mengapa anda dapat berharap untuk melihat beberapa penyelesaian menarik dalam empat laga Kejuaraan Dunia dalam ajang ini.

Berikut adalah beberapa kilasan terkait aksi luar biasa yang akan hadir, dengan menampilkan lima submission terbaik dari para bintang yang akan berlaga di ONE: INSIDE THE MATRIX.

Iuri Lapicus Pastikan Status Penantang Teratas

Iuri Lapicus ???????? submits Marat Gafurov ????????

Undefeated phenom Iuri Lapicus ???????? submits rear naked choke master Marat Gafurov ???????? via RNC just 67 seconds into the first round! ⏱????: How to watch ???? http://bit.ly/ONEWCWatch????: Watch on the ONE Super App ???? bit.ly/ONESuperApp????: Shop official merchandise ???? bit.ly/ONECShop

Posted by ONE Championship on Friday, February 7, 2020

Pada bulan Februari, Iuri Lapicus mengamankan laga perebutan gelar Juara Dunia ONE Lightweight melawan sang penguasa Christian Lee dengan penampilan singkat selama 67 detik yang luar biasa saat menghadapi mantan Juara Dunia ONE Featherweight Marat “Cobra” Gafurov.

Atlet asal Moldova yang berbasis di Italia ini mengancam dengan seranga atas, yang memaksa Gafurov mengincar sebuah takedown untuk memperlambat jalannya aksi. Namun, Lapicus cepat bereaksi dengan membalas melalui sebuah lemparan sebelum dengan mulus meraih punggung lawan dalam sebuah scramble cepat.

Sebelum laga ini, Gafurov telah meraih enam kemenangan beruntun melalui kuncian rear-naked choke, namun malam itu, adalah Lapicus yang sangat cepat menarik pelatuk dan menempatkan lengannya.

Tanpa keringat sedikit pun di tubuhnya dan satu menit lebih sedikit dalam laga divisi lightweight ini, “Cobra” tak memliki kesempatan melepaskan diri. Lalu, Lapicus menekan sampai lawannya tertidur.

Kemenangan impresif di ONE: WARRIOR’S CODE ini adalah penampilan terbaik Lapicus, dimana ini menjadikan atlet tak terkalahkan ini penantang teratas dalam divisinya dan kesempatan dalam perebutan gelar melawan pria di bawah ini.

Christian Lee Cetak Sejarah

Kemenangan submission dari Christian “The Warrior” Lee di ajang ONE: VISIONS OF VICTORY atas Kazunori Yokota pada bulan Maret 2018 tidak hanya sangat impresif – itu mencetak sejarah. Pada usianya yang ke-19, atlet Singapura ini mencetak rekor terbaru dalam organisasi ini saat itu dengan kemenangan kesembilannya melalui penghentian wasit.

Lee nampak tajam pada awal laga dan berada pada posisi dominan saat ronde pertama berakhir. Di stanza kedua, “The Warrior” membawa laga kembali ke atas kanvas dan hampir mencetak penyelesaian melalui kuncian guillotine choke sebelum Yokota dapat melepaskan diri.

Setelah kontes kembali beralih ke posisi stand-up, Yokota berbalik membawa laga kembali ke atas kanvas, yang ternyata menjadi sebuah keputusan yang buruk.

Saat kedua atlet ini berebut posisi dan melakukan scramble dengan liar, Lee menempatkan lengannya di bawah dagu dalam sebuah kuncian guillotine termodifikasi yang dinamainya “Terminator Guillotine.” Lalu, atlet keturunan Singapura-Amerika ini mengamankan submission dengan masuk ke posisi guard dan menekan sampai lawannya itu tap-out.

Penampilan ini menunjukkan bagaimana semangat dan kreativitas Lee nampak menonjol demi meraih penyelesaian.



Aung La N Sang Jinakkan ‘The Panther’

Dalam sebuah Laga Super Divisi Terbuka, yang disebut juga Open Weight Super-Bout, Aung La “The Burmese Python” N Sang berhadapan dengan Juara Dunia Muay Thai dan Kickboxing empat kali, Alain “The Panther” Ngalani dalam sebuah laga antara dua raksasa.

Pada ajang ONE: HERO’S DREAM di bulan November 2017, superstar Myanmar ini menggunakan kemampuan grappling luar biasa untuk membuat raksasa heavyweight itu kelelahan dan menyelesaikan laga hanya beberapa saat sebelum akhir stanza awal. Ini adalah penampilan penuh persistensi dari Aung La N Sang, yang mengejar submission.

Percobaan submission pertama adalah sebuah kuncian guillotine yang hampir saja menyelesaikan laga, namun “The Panther” membebaskan kepalanya dan menerjang maju. Saat itu, perwakilan Sanford MMA ini mengetahui bahwa ia unggul di ranah ground dan berlanjut menyerang dengan kuncian armbar yang dapat pula dimentahkan Ngalani.

Lalu, saat keduanya berada di posisi berdiri dan masuk ke dalam clinch, Aung La N Sang merasa lawannya berusaha keras menyamai ritmenya. Saat Ngalani membuka celah di kepalanya sekali lagi, “The Burmese Python” menyelipkan lengan kanannya di bawah dagu dan meraih kuncian guillotine choke sekali lagi.

Kali ini, “The Panther” tak dapat melepaskan diri dan terpaksa melakukan tap-out.

Aung La N Sang berharap meraih sebuah penyelesaian luar biasa lainnya saat ia mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Middleweight melawan pria di bawah ini, dalam ajang ONE: INSIDE THE MATRIX.

Debut Impresif Reinier De Ridder

Reinier De Ridder puts Fan Rong to sleep with a TIGHT D’Arce choke at 1:51 of Round 1!

Reinier De Ridder puts Fan Rong to sleep with a TIGHT D’Arce choke at 1:51 of Round 1!Watch the full event LIVE & FREE on the ONE Super App ???? http://bit.ly/ONESuperApp | TV: Check local listings for global broadcast

Posted by ONE Championship on Friday, January 25, 2019

Reinier “The Dutch Knight” De Ridder tidak membuang waktu untuk membuktikan diri dalam divisi middleweight dengan sebuah kemenangan cepat melalui submission pada ronde pertama dalam debut promosionalnya di ajang ONE: HERO’S ASCENT, bulan Januari 2019.

De Ridder segera menyeret lawannya, “King Kong Warrior” Fan Rong, ke atas kanvas dan masuk ke posisi side control, yang disebut juga kendali samping, sebelum terfokus melancarkan kuncian kimura. Walau Fan bertahan, perjuangannya tak berlangsung lama.

Saat Fan mencoba kembali berdiri, pria asal Belanda ini menyelipkan lengan kanannya di bawah dagu lawannya dan mengamankan kuncian D’Arce choke.

“The Dutch Knight” menjatuhkan pinggulnya ke atas kanvas dan menekan saat Fan berjuang keras melepaskan diri. Hanya dalam beberapa detik, “King Kong Warrior” pun tertidur.

Akhir laga ini terjadi pada menit 1:51 ronde pertama, saat De Ridder membawa rekor profesional sempurnanya menjadi 10-0 dalam penampilan perdana di atas panggung dunia.

Kuncian Armbar Brilian Milik Tiffany Teo

Tiffany Teo membuktikan mengapa ia diberi julukan “No Chill” pada ajang ONE: IMMORTAL PURSUIT, bulan November 2017, dengan submission atas Puja “The Cyclone” Tomar pada ronde pertama.

Pahlawan tuan rumah ini menerima energi yang meluap di dalam Singapore Indoor Stadium dan mendesak Tomar.

Di dinding Circle, nampak seperti Teo akan mengincar kuncian arm-triangle di atas kaki, namun ia menggunakan posisi tersebut untuk melontarkan lawannya asal India itu ke atas kanvas. Lalu, ia dengan mulus bergerak menuju posisi dominan saat Tomar mencoba dengan keras untuk melepaskan diri.

“No Chill” menunggu saat yang tepat sebelum meraih tangan kiri Tomar. Ia condong ke belakang, mengangkat pinggulnya, dan tekanan itu terlalu besar bagi “The Cyclone” – yang segera melakukan tap-out.

Kemenangan ini membuat Singapore Indoor Stadium bergetar karena sorakan penonton, menjaga rekor sempurna Teo saat itu, serta memastikannya sebagai penantang sejati dalam divisi strawweight.

Teo berharap dapat mengulangi aksi yang sama saat ia menantang “The Panda” Xiong Jing Nan demi gelar Juara Dunia ONE Women’s Strawweight di “Kota Singa” tanggal 30 Oktober nanti.

Baca juga: 5 KO Terbaik Dari Para Bintang Di ONE: INSIDE THE MATRIX