Fitur

5 KO Terbaik Dari Para Bintang Di ONE: INSIDE THE MATRIX

ONE Championship sedang bersiap menggelar ajang terbesar untuk tahun 2020.

Organisasi bela diri terbesar di dunia ini akan menyajikan gelaran utama ONE: INSIDE THE MATRIX di Singapore Indoor Stadium pada hari Jumat, 30 Oktober untuk memanjakan para penggemar.

Ajang blockbuster ini akan menampilkan empat perebutan gelar Juara Dunia ONE, kembalinya ikon bela diri campuran Filipina, serta laga besar antara dua bintang berbakat dalam divisi atomweight wanita.

Terlebih lagi, sebagian besar atlet dalam kartu pertandingan ini dikenal atas berbagai KO luar biasa yang mereka cetak. Oleh karena itu, berikut adalah lima KO terbaik dari para bintang yang berlaga di ajang ONE: INSIDE THE MATRIX.

Aung La N Sang Hentikan Penguasa Divisi Heavyweight

Juara Dunia dua divisi ONE Aung La “The Burmese Python” N Sang meraih kemenangan terbesar dalam kariernya saat ia mencetak KO atas penguasa divisi heavyweight dalam organisasi ini.

Pada bulan Oktober 2019, ikon olahraga Myanmar ini mempertahankan sabuk divisi light heavyweight miliknya melawan Juara Dunia ONE Heavyweight Brandon “The Truth” Vera di ajang ONE: CENTURY PART II, dimana ia menghentikan ambisi atlet Filipina-Amerika itu untuk meraih dua gelar Juara Dunia ONE.

Setelah kedua petarung ini bertukar serangan dalam ronde pertama yang kompetitif, aksi mereka semakin memanas pada stanza kedua.

Walau tiap pejuang ini bergerak maju dengan serangan kuat pada pembukaan stanza itu, Aung La N Sang mampu mendesak penguasa divisi heavyweight itu di pertengahan ronde.

Saat Vera berada di dekat dinding Circle, “The Burmese Python” memutar, menghindari serangan siku lawannya, serta menyambungkan bagian punggung sikunya ke kepala atlet keturunan Filipina-Amerika itu. “The Truth” berusaha merespon dengan sebuah serangan siku memutar miliknya, namun bintang Myanmar ini menghindar, mendaratkan hook kanan ke rahang, dan menjatuhkan penantangnya itu.

Setelahnya, Aung La N Sang menjebak Vera di dinding Circle dan terus melayangkan pukulan kiri kuat sampai wasit menghentikan laga.

Di ajang ONE: INSIDE THE MATRIX, “The Burmese Python” akan turun divisi untuk mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Middleweight miliknya melawan pria yang ada di dalam daftar ini.

Serangan Lutut Berbahaya Dari Reinier De Ridder

Judoka sabuk hitam Reinier “The Dutch Knight” de Ridder mungkin dikenal atas kemampuan submission yang luar biasa, namun penantang gelar Juara Dunia ONE Middleweight tak terkalahkan ini sama berbahayanya dalam ranah striking.

Warga Breda, Belanda ini menampilkan kekuatan KO luar biasa saat ia meraih kemenangan atas pemegang sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu Gilberto “Giba” Galvao di ajang ONE: LEGENDARY QUEST pada bulan Juni 2019.

De Ridder mencetak penampilan luar biasa dalam stanza pembuka di laga tersebut, saat ia meraih beberapa takedown, mengincar submission dan menggunakan jangkauannya untuk pukulan jarak jauh.

Namun, performa terbaik bintang Belanda ini datang pada ronde kedua.

Hanya beberapa detik memasuki stanza, De Ridder menyarangkan sebuah jab dan menjegal lawannya asal Brasil itu ke atas kanvas. Ia lalu dengan mudah beralih ke posisi side control, mulai mempersiapkan kuncian leher D’Arce, serta menyarangkan serangan lututnya ke arah kepala.

Saat Galvao mencoba berdiri, “The Dutch Knight” melontarkan sebuah serangan lutut lainnya yang menjatuhkan kembali rivalnya ke atas kanvas. Sebuah serangan lutut lainnya membuat atlet Brasil ini terhenyak dan memaksanya untuk melakukan tap-out.



Martin Nguyen ‘Terbang’ Di Dalam Circle

Juara Dunia ONE Featherweight Martin “The Situ-Asian” Nguyen selalu menjadi salah satu pencetak KO yang paling ditakuti dalam divisinya, namun ia memberi sebuah kejutan besar lain dalam laga pertahanan gelar keduanya.

Pada bulan April 2019, di ajang ONE: ROOTS OF HONOR, Nguyen mempertahankan sabuk emasnya melawan mantan penguasa divisi tersebut, Narantungalag “Tungaa” Jadambaa, dan tampil sangat tajam.

Di stanza pembuka, ia bertukar serangan dengan pemukul keras asal Mongolia ini dan menggunakan tendangan rendahnya dengan sempurna. Lalu, pada ronde berkitnya, Nguyen meningkatkan serangan.

Walau Jadambaa mengendalikan aksi dan menekan maju dengan serangan terkalkulasi, “The Situ-Asian” tetap sabar, bertahan dengan tenang, serta menyambungkan sebuah tendangan rendah keras lainnya ke kaki kiri lawannya.

Pionir bela diri campuran asal Mongolia ini mulai goyah dan menyerang saat ia berusaha mundur. Namun, Nguyen dengan cerdas menendang kaki kiri lawannya itu sekali lagi, yang memaksa Jadambaa untuk mundur ke dinding Circle dengan kaki kanannya, sembari menyeringai kesakitan.

Saat itu, atlet Vietnam-Australia ini mulai memburu lawan, berlari ke depan, melompat tinggi, serta menyambungkan sebuah serangan lutut di udara epik yang menjatuhkan Jadambaa dan mengakhiri laga.

Kini, Nguyen akan mencoba menampilkan sebuah aksi luar biasa lainnya melawan penantang keturunan Vietnam-Amerika di bawah ini.

Thanh Le Hentikan Mantan Juara Dunia ONE

Atlet fenomenal keturunan Vietnam-Amerika Thanh Le menjadi penantang peringkat ketiga dalam divisi featherweight bela diri campuran di organisasi ini dengan meraih tiga KO beruntun melawan beberapa atlet terbaik.

Penyelesaian terbaiknya mungkin terjadi saat ia meraih kemenangan atas mantan Juara Dunia ONE Lightweight Kotetsu “No Face” Boku di ajang ONE: DREAMS OF GOLD pada bulan Agustus 2019.

Kedua petarung ini membuka laga itu dengan rangkaian tendangan, namun setelah 50 detik berlalu, Le menyerang maju dengan cross kiri dan mengancam rivalnya asal Jepang ini dengan sebuah cross kiri dan tendangan ke arah kepala.

Boku mengambil posisi di tengah Circle dan berusaha menempatkan serangannya, tetapi atlet Vietnam-Amerika ini segera merusak rencana tersebut. Le masuk dengan sebuah tendangan kiri ke tubuh lawan yang mengenai rusuknya, yang diikuti dengan sebuah pukulan kanan yang menjatuhkan Boku.

Sebuah serangan terakhir ke arah kepala memaksa wasit untuk menghentikan kontes ini dan memberi Le kemenangan cepat yang luar biasa dalam waktu 88 detik.

Pastinya, atlet keturunan Vietnam-Amerika ini akan berusaha mengulang penampilan luar biasa itu saat menghadapi Nguyen tanggal 30 Oktober ini.

Xiong Beri Kekalahan Pertama Bagi Ratu Divisi Atomweight

“The Panda” Xiong Jing Nan dapat dengan cepat merebut gelar Juara Dunia ONE Women’s Strawweight dan mengalahkan tiap penantang yang dihadapinya.

Sepanjang kariernya bersama ONE, ia sempat mempertahankan gelarnya ini melawan Juara Dunia ONE Women’s Atomweight “Unstoppable” Angela Lee di ajang ONE: A NEW ERA pada bulan Maret 2019. Kemenangan itu juga merusak rekor sempurna atlet Singapura-Amerika ini dan mimpinya untuk menjadi wanita pertama yang memiliki gelar Juara Dunia dua divisi ONE.

Keduanya sangat kompetitif dalam tiga stanza awal, namun Lee menggunakan kemampuan grappling kelas dunia pada ronde keempat untuk menempatkan “The Panda” dalam posisi bertahan. Sang ratu atomweight ini mencoba berbagai rangkaian submission, termasuk sebuah kuncian reverse triangle dan armbar yang mengancam Xiong.

Namun, bintang Tiongkok ini bertahan dan memasuki stanza penutup, dimana ia mengambil keuntungan dari Lee yang nampak kelelahan.

“The Panda” menyerang dengan rangkaian pukulan overhand kanan, hook kiri dan tendangan. Lalu, sebuah tendangan ke arah tubuh pun mampu sejenak menghentikan laju Lee.

Saat Xiong melihat celah tersebut, ia menyerang maju dengan tendangan ke arah tubuh dan rangkaian kombinasi jab-cross ke arah kepala. Sepasang tendangan ke arah tubuh menyebabkan Lee berpaling, dan serangkaian pukulan kanan ke arah kepala akhirnya memaksa wasit untuk menghentikan pertandingan.

Kali ini, Xiong akan mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Women’s Strawweight dalam sebuah laga ulang melawan penantang teratas divisinya, Tiffany “No Chill” Teo, di ONE: INSIDE THE MATRIX.

Baca juga: Aung La N Sang Dan Tial Thang Adu Ketangkasan Dalam Kontes Lempar Kapak